
Keluarga besar menyambut Aldi.
Aldi berada di rumah sakit selama 1 minggu dan seluruh keluarga angkatnya juga sudah mengenal Aldi sekaligus menjenguk anggota keluarga baru mereka.
Mereka semua nampak senang mendapatkan anggota keluarga baru, apalagi momy yang terlihat sangat antusias dan bahagia menyambut kedatangan Aldi di keluarganya.
Aldi merasa sangat behagia di tengah tengah rasa putus asanya menghadapi kesulitan saat ini.
Karena keadaan Aldi sudah mulai membaik ia diperbolehkan pulang oleh dokter.
Lalu Aldi dibawa kerumah baru bersama keluarga barunya, rumah yang sangat besar bak istana kerajaan jaman dulu.
Hamparan taman rerumputan serta bunga bungan menghiasi bagian depan dan samping rumah tersebut.
Tak lupa di atap rumah terdapat tempat helikopter mendarat sebagai tempat heli pribadi milik keluarga.
Kolam renang yang sangat besar berada di belakang rumah berhadapan langsung dengan lapangan golf dan danau buatan yang ada di sana.
Rumah megah bergaya klasik modern percampuran antara rumah model klasik dan mpdern yang membuatnya terlihat indah mewah.
Warna putih mendominasi di setiap sudut rumah, di hiasi warna emas sebagai selingan hiasan yang membuat kesan mewah di rumah ini.
........
Aldi terlihat sangat kagum saat melihatnya, tadi ia sudah dikejutkan dengan mobil yang mengantarnya ke rumah yang harganya saja bisa membeli tanah seluas 50 hektar.
Sekarang malah dikejutkan dengan megahnha rumah di depan matanya sendiri.
"Ayo masuk nak."Momy membantu Aldi yang masih agak kesulitan berjalan.
Lalu Aldi masuk melihat interior di dalam rumah yang sangat mewah dan tentunya mahal sekali.
'Wah rumah sebesar ini harganya berapa ya kira kira.'Ucap Aldi kagum di dalam hatinya.
Lalu barisan pelayan yang jumlahnya kira kira 500 orang berjejer rapi menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang tuan, nyonya, dan tuan muda semua."Ucap para pelayan bersama sama dengan menunduk hormat.
"Baik, bangunlah."Ucap momy.
Lalu momy mengantar Aldi ke kamarnya untuk istirahat karena di lihat Aldi sudah lelah sekali.
__ADS_1
Bukan lelah karena apa apa, tapi lelah karena kagum melihat hal yang luar biasa di depan matanya.
Sebagai orang desa yang belum pernah pergi ke kota, wajar saja Aldi terkejut melihatnya.
Sampailah di kamar lantai atas, momy membuka pintu kamar menggunakan kartu.
Klik
Pintu terbuka menampilkan sebuah ruangan kamar berukuran sangat besar dengan barang barang yang tertata rapi dan bersih.
"Mulai selarang ini kamar mu Al, kalau butuh apa apa panggil saja pelayan untuk membantumu."Ucap momy menjelaskan lalu mencium kening Aldi sebelum berjalan pergi.
Sungguh orang tua yang sangat di idam idamkan para anak di seluruh dunia.
Aldi masuk kedalam kamar lalu mencoba kasur di sana yang sangat empuk sekali bagaikan gunung kembar milik wanita.
"Empuk sekali, apa aku tidur aja dulu ya, lagian aku juga capek banget."Ucap Aldi bermain main dengan kasur nya.
Lalu Aldi tertidur karena terlalu enak menikmati kelembutan kasur yang membuat dirinya mengantuk.
.......
"Uhhh jam berapa ini, kayaknya udah malam."Ucap Aldi yang masih sedikit mengamtuk.
Ia lalu bangun dan berjalan menuju kamar mandi dengan jalan perlahan lahan karena masih belum sehat total.
Setelah mandi Aldi membuka lemari baju yang sangat besar, dilihatnya banyak sekali baju yang sangat bagus, baju, celana, kemeja, jas, semua ada di lemari itu lengkap dengan berbagai aksesorisnya.
Aldi mengambil kaos berwarna hitam polos dengan menggunakan celana panjang warna coklat yang terlihat keren sekali digunakan Aldi.
Lalu menggunakan kacamata nya kembali setelah tidur tadi di lepas.
Berjalan keluar kamar dan menemukan banyak pelayan yang sedang lalu lalang mempersiapkan sesuatu.
"Ada apa ini, kenapa kalian terlihat sibuk sekali?"Tanya Aldi pada salah satu pelayan yang kebetulan lewat di depanya.
"Maaf tuan muda, nyonya besar sedang mengadakan makan besar untuk menyambut kedatangan tuan muda di keluarga ini."Jawab pelayang menjelaskan dengan menunduk hormat.
"Baiklah terima kasih, dan lain kali jangan menunduk di depan ku."Ucap Aldi yang risih di perlakukan seperti itu oleh orang lain.
"Baik tuan muda."Jawab pelayan itu yang kagum dengan sifat rendah hati Aldi.
__ADS_1
Lau Aldi berjalan menuruni anak tangga padahal ada lift di rumah itu.
"Tuan menggapa tidak menggunakan lift saja."Ucap salah satu pimpinan pelayan memberitahu Aldi.
"Tidak apa apa, aku hamya ingin membiasakan diri agar cepat pulih."Jawab Aldi.
"Baiklah tuan hati hati."Ucap si pelayan lalu melanjutkan kerjanya.
Aldi sampai di lantai bawah yang terlihat sangat ramai.
"Yaampun Aldi, kenapa gak bilang momy kalau mau turun, lewat lift kan bisa, nanti kamu jatuh bahaya, kamu masih sakit jangan terlalu banyak aktifitas."Ucap momy memberondong Aldi dengan ocehan khas emak emak nya yang membuat Aldi hanya bisa tersenyum paksa.
"Iya mom maaf, aku hanya mau membiasakan diri supaya cepat pulih."Jawab Aldi menjelaskan pada momy nya.
"Huhffff baiklah, lain kali jangan begitu, kamu buat momy khawatir aja."Ucap momy menghela nafas.
"Yasudah ayok ke meja makan, semuanya sudah menunggu di sana."Lanjutnya, lalu momy membantu Aldi berjalan menuju meja makan.
Sesampainya di meja makan, terlihat sangat ramai, semua keluarga besar hadir di sana menyambut kedatangan Aldi di keluarga mereka.
"Jadi ini cucu baruku, tampan sekali dan terlihat sangat cerdas."Ucap kakek tersenyum memandang ke arah Aldi yang sudah duduk di kursinya.
"Terima kasih kakek, aku tidak secerdas itu kek."Jawab Aldi merendah.
"Hahaha ini baru cucuku, tidak besar kepala dan sombong, dan tentunya pintar, tidak seperti yang itu tuh."Ucap kakek menyindir Rina, cucu nya yang seumuran dengan Aldi.
"Maksud kakek apa!? Aku tidak seperti itu hump!!"Balas Rina tak terima.
"Hahaha jangan merajuk begitu, pipi mu kenapa kau besarkan seperti itu, nanti kusuruh Aldi mencium mu jika terus seperti itu hahaha."Lagi lagi kakek menggoda Rina yang membuat semua orang tertawa melihat wajah Rina yang sangat merah dan menunduk malu.
Sementara Aldi hanya diam saja tak mengeluarkan suara ataupun lainya, hanya diam saja.
Rina yang melihat Aldo diam saja setelah mendengar godaan kakek membuatnya heran.
Dirinya yang memiliki wajah cantik dan tubuh yang sangat bagus bisa di cuekin seperti itu oleh seorang laki laki.
'Apa aku tidak menarik dimatanya?"Tanya Rina pada dirinya sendiri.
'Aishh apa yang kamu pikirkan Rina, ngapain mikirin hal itu.'Lanjutnya lagi di dalam hati.
Lalu acara makam pun di lanjut dengan tanpa suara, setelah selesai semua orang kembali ke tempat masing masing ataupun duduk berbincang di ruang keluarga.
__ADS_1