
Chap 3
Sore harinya, Aldi sedang berada di kamarnya sembari bermain ponsel chatingan dengan teman-teman nya sebelum pergi nanti.
(Mereka ngobrol lewat grup chat yang berisi teman-teman Aldi aja, bukan grup kelas)
"Al, lu serius mau sekolah di kota A?" Tanya salah satu teman Aldi melalui chat.
"Iya serius, gw dah daftar dan diterima di sana." Jawab Aldi.
"Wih... ! keren lu Al, jangan sampe lupa sama kita-kita ya? Kalo lu di sana, hahaha... !" Ucap yang lain menimpali.
"Iya pasti gw gak akan lupa sama kalian." Jawab Aldi.
"Yaudah, gw off dulu mau ngajak adek jalan-jalan." Ucap Aldi mengakhiri perbincangan melalui chat tersebut.
Setelah selesai berbincang bincang melalui chat, Aldi keluar kamar pergi ke kamar sang adik, Nana.
Tok, tok, tok
Aldi mengetuk pintu lalu terdengar suara Nana menjawab dari dalam.
"Sebentar." Ucap Nana berteriak lalu membuka pintu kamarnya.
"Ada apa kak?" Tanya Nana melihat kakaknya di depan pintu kamarnya.
"Na, coba deh kamu ganti baju yang rapih." Pinta Aldi
"Ha? Ganti baju buat apa kak?" Nana yang penasaran, dia memasang wajah imutnya yang sedang berpikir.
Tak tahan melihat keimutan yang dititipkan tuhan, kedua tangan Aldi serasa gatal. Dia lalu mencubit kedua pipi Nana, sampai terlihat memerah. "Aduh.. kenapa kamu bisa seimut itu sih, hahaha... ! Buruan ganti baju, kakak mau ajak kamu jalan-jalan."
Mendengar itu, seketika Nana senang tidak kepayang, tidak memperdulikan rasa panas di kedua pipinya, Nana sedikit melompat di tempat. "Beneran Kak!? Asik... !" Nana berseru.
__ADS_1
Nana menarik tangan sang kakak lalu berjinjit kemudian mencium pipi kakaknya, setelah mencium pipi Aldi, Nana langsung masuk ke kamarnya dengan hati yang sangat senang karena akan di ajak jalan-jalan bersama kakaknya.
"Makasih kak!" Ucap Nana berlalu pergi kedalam kamarnya.
Aldi hanya tersenyum saja melihat tingkah adik kesayangannya itu, ia juga senang diperlakukan seperti itu oleh adiknya, karena rasa sayang Aldi kepada Nana sangatlah besar.
Mereka berdua bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan, kebetulan hari ini adalah hari sabtu yang berarti adalah malam minggu, malam dimana orang orang biasanya menikmati malam dengan bersenang-senang, apalagi Aldi dan adiknya baru selesai ujian. Jadi sekalian refreshing dari kegiatan mereka yang melelahkan.
Setelah lama bersiap-siap, akhirnya mereka berdua selesai. Aldi menggunakan pakaian biasa, celana panjang di padu dengan kaos hitam di tambah dengan kemeja kotak-kotak yang tidak dikancing, tidak lupa pula rambut nya yang hitam dengan kacamata yang selalu melekat di wajahnya, penampilan Aldi saat ini terlihat keren sangat berbeda dari biasanya.
Sementara Nana memakai pakaian simple tetapi terlihat sangat cantik dan pastinya imut, celana pendek jeans, baju kaos warna pink lengan pendek yang memiliki gambar berbie wanita di bagian depan yang menambah ke cantikan Nana.
rambutnya yang panjang di gerai sehingga menjuntai sampai punggungnya dengan sebuah bando telinga kucing di atas kepalanya yang sangat imut, dengan sebuah tas selempang kecil di punggungnya berwarna pink senada dengan bajunya.
Penampilan yang cantik dan imut yang membuat jiwa-jiwa pedofilia meronta-ronta ingin segera mengambil karung membawa Nana pergi atau menculiknya.
"Ayo kak kita jalan."
"Sebentar Na, kakak mau ambil dompet kakak dulu di kamar, kelupaan tadi."
Mengangguk, lalu Aldi pergi mengambil dompetnya kemudian keluar berjalan bersama Nana.
Mereka berjalan-jalan menggunakan angkutan umum marena keluarga mereka hanya mempunyai satu sepeda motor yang dipakai ibu dan sebuah mobil bak terbuka yang dipakai ayah bekerja.
Setelah sampai di sebuah tempat hiburan yaitu pasar malam yang pada sore hari ini telah dibuka, dan pengunjungnya pun sudah mulai ramai.
"Kita kemana dulu kak?" Tanya Nana yang selalu mengandeng tangan kakak nya.
"Nana maunya kemana dulu?" Tanya balik Aldi.
"emm... Nana mau main-main dulu, hehehe.. " Jawab Nana sambil terkekeh garing.
"Ya sudah kita main itu dulu ya." Aldi kemudian menunjuk salah satu stan permainan yang ada di pasar malam.
__ADS_1
Merekapun bermain-main dengan berbagai wahana yang ada di sana, komedi putar, lempar gelang, tembak kaleng, roller coster mini, dan masih banyak lagi lainnya. ( maaf kalo salah ngetiknya )
Malam pun tiba, jam sudah menunjukan pukul 9 malam dimana sudah waktunya pulang karena sudah lumayan larut.
"Kak, kita makan dulu ya sebelum pulang?" Nana membujuk kakaknya dengan mata besar imutnya yang menyala-nyala, serta wajah memohon yang sangat sangat mengemaskan.
"Ibu dirumah pasti sudah masak, jadi kita makan dirumah saja."
"Kakak Nana mohon yaa... please." Sekali lagi Nana menampilkan wajah memohon nya berharap kakak nya akan menurutinya kali ini.
"huff... ! Baiklah, tapi cepat ya? Kasian ibu dan ayah pasti sudah menunggu di rumah." Aldi hanya bisa menuruti adiknya itu karena tak tega melihat adiknya yang memohon kepadanya.
"Kamu mau makan apa emangnya?" Tanya Aldi.
"Aku mau makan mie ayam sama martabak manis."
"Baiklah ayo kita beli." Mereka lalu berjalan pulang sekalian membeli makanan di pinggir jalan.
Aldi membeli mie ayam lalu memakanya bersama Nana di tempat, setelah makan mie ayam mereka membeli martabak manis yang penjualnya ada di samping penjual mie ayam tadi.
Tak lupa juga Aldi membelikan juga untuk orang tuanya di rumah, setelah selesai makan dan membeli martabak manis, merekapun pulang kerumah dengan wajah Nana yang sumringah sementara Aldi agak menekuk mukanya lantaran uangnya habis saat jalan-jalan tadi.
'Uangku huhuhu... hiks... hiks... ' Aldi merutuki nasib dompetnya, yang hanya tinggal 2 ribu setelah jalan-jalan tadi.
"Kakak kenapa?" Tanya Nana melihat kakak nya yang terlihat sedih.
"kakak gapapa." Jawab Aldi menampilkam senyum terpaksanya.
Merekapun sampai dirumah yang langsung disambut ibu di depan pintu depan menunggu mereka pulang.
Aldi dan Nana meminta maaf karena pulang larut malam, aldi juga memberikan makanan nya tadi kepada ibu, setelah bersih bersih mereka istirahat ke kamar masing masing lalu tidur.
KRITIK DAN SARAN DIPERSILAHKAN, LIKE, COMENT, VOTE, AND FOLLOW.
__ADS_1
Maaf kalo agak gk jelas atau banyak typo, author nulis ini sambil sekolah jadi agak kurang fokus, gurunya jelasin author gk paham jadi nulis ajalah heheheh sorry kalo jelek.