Mafia Story : Si Culun King Mafia

Mafia Story : Si Culun King Mafia
Chap 6. Masalah dimulai


__ADS_3

Pembajakan dimulai


Saat ini perjalanan nampak tenang aman dan damai, tidak ada masalah satupun selama terbang.


Banyak penumpang yang tidur karena lelah lantaran perjalanan ini lumayan lama jadi mereka istirahat dulu sebelum nantinya sampai di tujuan.


Fia juga tidur di samping Aldi dengan menyandarkan kepalanya pada bahu Aldi, Saat tidur Fia tetap menggunakan pakain serta masker dan kacamatanya yang membuat Aldi sangat penasaran, kenapa Fia selalu menutup wajahnya ?


Saat melihat lihat sekitar, mata Aldi melihat ada seorang yang mencurigakan berjalan ke arah kamar mandi yang sekaligus jalan menuju tempat para pramugari bekerja atau istirahat ( author gk tau apa namanya )


Orang itu nampak mencurigakan karena gelagatnya yang sangat aneh, Aldi mengabaikan hal itu karena mungkin itu hanya salah sangka saja, menurutnya.


Lalu secara beruntun ada 4 orang lainya yang masuk keruangan yang sama, dan nampak kelima orang yang masuk ke sana itu mencurigakan semua.


Lalu beberapa menit kemudian kejadian yang tidak disangka sangka pun terjadi.


Sekelompok orang yang masuk keruangan pramugari tadi keluar sembari membawa berbagai senjata, pisau, pistol, dan senjata api laras panjang seperti, AK 47 yang sangat melekat dengan image ******* dan penjahat lainya.


Aldi yang melihatnya pun terkejut, beberapa orang yang tidak tidur juga ikut terkejut dan takut melihat berbagai senjata ya di bawa oleh kelompok pembajak tersebut


"Semuanya berdiri!" Perintah salah satu dari kelompok itu.


Orang orang yang tidur pun kaget dan langsung bangun dan terkejut melihat orang orang pembawa senjata tersebut.


Fia juga bangun dan saat melihat orang membawa senjata, Fia langsung ketakutan hingga memeluk lengan Aldi dengan sangat erat.


Semua orang berdiri menuruti kemauan pembajak itu karena mereka ditodong senjata oleh pembajak.


"05 kumpulkan semua ponsel dan alat komunikasi lainya, cepat!" Ucap salah satu dari mereka yang mungkin pemimpinya.


"Siap kakak 01" Jawab si 05.

__ADS_1


Lalu semua ponsel dan alat komunikasi lainya dikumpulkan di sebuah kantung kresek hendak dibuang keluar pesawat dengan cara dilempar dari pintu belakang pesawat.


Itu adalah inidiatif dari 05 yang dimana hal itu adalah hari terakhir dia sebagai manusia dan penjahat.


Dengan bodohnya dia membuka pintu pesawat yang membuat tekanan udara begitu besar menarik tubuh 05 keluar pesawat dengan keadaan terjun bebas.


Akhhhhhhhhhhhh


Teriakan 05 membuat teman temanya hendak datang, tapi di tahan oleh 01 si pemimpin kelompok.


"Tunggu dulu, kalian berdua cek dia " perintah 01 kepada dua anak buahnya.


"Baik kak" Mereka berdua mengecek keadaan 05 tapi tak menemukanya karena 05 sudah terjun bebas dari pesawat.


Mereka hanya melihat pintu yang terbuka lalu menutupnya.


"Si bodoh itu selalu saja buat masalah, buat apa dia membuka pintu pesawat ini, untung ada tombol di sana jadi tidak perlu repot repot menutup manual." Ucap 04 salah satu kelompok pembajak.


"Ayo kita lapor pada kakak 01" Ucap 03


"Aishhhhh si bodoh itu, dia malah bunuh diri." Ucap 01 kesal melihat tingkah anak buahnya.


"Yasudah kalian jaga mereka, lalu kumpulkan semua orang di sini, suruh semua penumpang bisnis kesini " Perintah 01 kepada anggotanya.


" Siap bos." Jawab mereka bersamaan.


Aldi dari awal mendengar pembicaraan mereka dan ia merasa takut saat mendengarnya.


Seluruh lenumpang pun dipindahkan ke kelas ekonomi tanpa terkecuali, para pramugari pun juga dikumpulkan di sana bersama para penumpang.


"Aldi, aku takut." Ucap Fia pelan dan terus memeluk lengan Aldi begitu erat.

__ADS_1


"Kamu tenang aja jangan takut, semua pasti baik baik aja." Aldi mencoba menenangkan Fia padahal dirinya sendiri tenggah ketakutan karena baru pertama kali merasakan hal seperti ini.


"Kalian semua dengar, kami disini cuma ingin meminta sesuatu pada pemerintah dengan imbalan jika permintaan kami dituruti kami akan membebaskan kalian, terima kasih atas kerja samanya." Ucapan 01 dengan seringai kejam di wajahnya yang membuat para sandera ketakutan.


"02 amankan kokpit( maaf kalo salah ) suruh pilot menghubungi pihak pemerintah dan jaga mereka agar tak melenceng dari jalur penerbangan ataupun meminta bantuan." 01 menyuruh anak buahnya.


Dan kokpit pun berhasil di amankan dengan satu orang korban, yaitu pilot utama pesawat mati ti tembak karena mencoba melawan saat di suruh pembajak.


Tewasnya pilot utama membuat para penumpang yang menjadi sandera panik takut terjadi apa apa di atas ketinggian.


"DIAM!! DOR DOR DOR " 01 menembak dua orang secara acak hingga keduanya tewas disaksikan penumpang lainya.


Semua penumoang berteriak histeris untuk sesaat kemudian diam karena di todong senjata oleh pembajak.


Fia yang melihat pembunuhan didepan matanya menjadi sangat takut hingga badanya gemetaran dan menangis.


"Al.......Aldi aku ta......takut " ucap Fia ketakutan memeluk tubuh Aldi semakin erat.


Aldi yang melihat hal ini pun mulai mencoba menguatkan dirinya, walaupun dia masih takut dan tambah takut saat melihat dua orang ditembak didepan nya.


Tapi karena ingin melindungi orang orang dan Fia, Aldi mengguatkan dirinya agar bisa melawan para oembajak itu.


Lalu Aldi mulai membuat rencana dengan berbagai perhitungan kalkulasi resikonya juga tingkat keberhasilanya.


Setelah mendapatkan rencana, Aldi memulai rencananya dengan menenangkan Fia dan menitipkan Fia pada seorang perempuan paruh baya yang ada di samping mereka.


"Bu, saya titip dia sebentar ya." Ucap Aldi berbisik.


"Baik nak." Jawab perempuan itu.


"Kamu mau kemana Al, sini aja aku takut." Tanya Fia khawatir.

__ADS_1


"Tenang aja, kita bakal lepas dari situasi ini." Jawab Aldi lalu memulai aksinya.


KRITIK DAN SARAN DIPERSILAHKAN, LIKE, COMENT, VOTE, AND FOLLOW.


__ADS_2