
Permintaan Rina
Aldi sedang berada di taman belakang sendirian karena orang orang banyak yang sudah kembali ke rumah masing masing.
Dan yang masih ada di rumah hanya keluarga inti yang memang tinggal di rumah ini saja.
Aldi duduk di pinggir kolam renang sembari bermain air dengan kakinya.
Keadaan Aldi yang masih belum pulih total membuatnya menjadi orang yang bisa dikatakan lemah saat ini.
"Bagaimana kabar kalian di sana? Ibu, ayah, Nana, sudah berhari hari aku di negara ini, aku pingin ketemu kalian."Ucap Aldi menatap ke langit tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi nya.
Aldi merenung beberapa lama hingga sedihnya mulai sedikit berkurang meskipun tak akan bisa hilang sebelum bertemu keluarganya.
Untuk menenangkan dirinya, Aldi berenang di kolam renang.
Namun karena Aldi masih belum pulih, tiba tiba kakinya tak bisa digerakan sama sekali dan tubuhnya mendadak kaku seperti kram.
Aldi mencoba tenang agar tak tenggelam namun sia sia, tubuhnya perlahan tengelam di dasar kolam yang berkedalaman 3 meter itu.
Blurrrr......
Suara orang menceburkan diri di kolam lalu Aldi di angkat orang itu ke atas dan membawanya ke tepi kolam untuk memberikan pertolongan pertama pada Aldi.
"Ayolah bangun Aldi, bangun."Ucap Rina yang menolong Aldi saat tengelam tadi.
Rina melihat Aldi sedang duduk di pinggir kolam dan terus mengamatinya hingga kejadian ini terjadi yang membuat Rina dengan segera menolong Aldi.
Pertolongan pertama dengan menekan dada sesuai dengan tenpo agar membuat jantung Aldi tak berhenti dan membuat air yang ada di dalam tubuh Aldi keluar.
Lalu keluar air dari mulut Aldi yang membuat Rina senang karena isahanya berhasil.
Tapi tak ada tanda tanda Aldi akan bangun, Rina bingung harus melakukan apa dia panik melihat keadaan ini.
"Bagaimana ini, apa aku panggil yang lain aja, tapi mereka lagi ngobrol soal bisnis."Rina bingung harus melakukan apa.
"Apa aku kasih nafas buatan saja ya, mungkin dia bisa sadar."Ucap Rina memiliki ide di kepalanya.
"Tidak tidak!! Nafas buatan kan harus menyatukan bibir, ciuman pertamaku bisa hilang nanti."Ucapnya mengelengkan kepala berkali kali.
Aldi semakin parah, tubuhnya mulai memutih yang membuat Rina semakin panik.
"Ahh sudahlah lakukan saja apa yang harus dilakukan."Ucap Rina lalu bersiap memberikan nafas buatan untuk Aldi.
__ADS_1
Lalu Rina mendekatkan wajahnya ke wajah Aldi dan menyatukan bibir mereka.
Rina memberikan nafas buatan untuk Aldi beberapa kali hingga keadaan Aldi sepertinya mulai membaik.
Lalu tak lama Aldi batuk dan Rina menarik mulutnya karena usahanya berhasil.
"Uhuk....Uhuk....Apa yang terjadi."Ucap Aldi bingung.
Lalu ia melihat ke arah samping melihat Rina ada di sana dengan wajah yang memerah dan menatap kebawah malu malu.
"Kamu kenapa? Apa kamu yang menyelatkan aku tadi?"Tanya Aldi penasaran.
"I....Iya betul."Jawab Rina gugup sembari memainkan jari jarinya.
"Kamu kenapa keliatan gugup seperti itu?"Tanya Aldi heran melihat tingkah Rina.
"G....Gak apa apa, aku baik baik aja."Jawab Rina tambah malu.
"Terima kasih sudah nyelametin aku tadi."Ucap Aldi berterima kasih dengan tulus dengan senyum yang jarang di perlihatkannya pada orang lain.
Aldi yang tidak menggunakan Kacamatanya dan rambutnya yang acak acakan terlihat sangat tampan berkali kali lipat dari biasanya.
Rina terpana melihat ketampanan Aldi, yang biasanya terlihat culun ternyata menyimpan ketampanan yang sangat luar biasa.
"Tampan."Ucap Rina spontan yang di dengar oleh Aldi.
Rina sangat malu tertangkap basah sedang menatap wajah Aldi yang membuatnya sangat malu sekaligus bahagia.
"Hey kalian ini malah mesra mesraan di sini, mana pake ciuman segala lagi tadi."Ucap momy yang entah darimama datangnya bersama yang lainya.
Mendengar ucapan momy membuat Aldi bertanya tanya, sedangkan Rina sudah sangat malu hingga menyembunyikan wajah malunya dengan memeluk belakang tubuh Aldi tanpa sadar.
Semua orang yang melihat 'pasangan' itu sangat gemas, dimata mereka Aldi dan Rina adalah pasangan yang sangat serasi.
Momy dan dady saja juga sependapat dengan mereka semua, momy pun memeiliki ide yang membuatnya tersenyum misterius membuat Aldi merinding.
"Sepertinya kita akan membuat acara pertunangan beberapa hari lagi."Ucap momy tersenyum memandang Aldi yang sedang bingung sekali.
"Iya, dady juga setuju, lebih cepat lebih baik."Lanjut dady menambahkan.
"Hahaha aku tidak menyangka cucuku bisa seperti itu."Ucap kakek terlihat senang.
"Persiapkan acaranya 1 bulan lagi, kita harus cepat meresmikan mereka."Ucap nenek yang di setujui semua orang.
__ADS_1
"Tunggu, maksud kalian siapa?"Tanya Aldi bingung.
"Kalian lah, siapa lagi selain kau dan Rina hehehe."Jawab momy tertawa bahagia.
Aldi sangat terkejut mendengarnya, baru 2 hari ada di rumah ini dia sudah diharuskan bertunangan dengan orang yang seharusnya menjadi adik tirinya di keluarga ini.
"Kenapa seperti itu mom, kami tak punya hubungan apapun kenapa harus bertunangan?"Tanya Aldi.
Rina yang mendengar ucapan Aldi membuatnya merasa sangat sakit di hatinya, dia seakan tak rela Aldi bicara seperti itu.
Rina menangis lalu berlari kedalam rumah menuju kamarnya meningalkan orang orang yang masih sibuk berbincang mengenai acara tunangan.
"Kamu bod0h sekali sih Aldi, kamu membuat Rina sedih dengan ucapan mu barusan."Momy geram dengan perkataan anak nya itu.
"Aku kan cuma bilang faktanya mom."Jawab Aldi.
"Sudahlah, momy gak mau dengar alasan mu lagi, cepat buat Rina tidak sedih lagi dan acara tunangan kalian dilaksanakan 1 bulan lagi, tak ada penolakan titik!!"Momy menjelaskan kepada Aldi yang membuat Aldi tal visa menolaknya lagi.
Aldi bangun di bantu momy lalu berjalan menggunakan kursi roda menuju kamar Rina.
Sedangkan Rina tenggah bersedih mendengar pengakuan Aldi tadi.
"Dasar bod0h Aldi baka, hiks.....hiks.....Huaaaa......"Suara tangisan Rina sangat keras memenuhi kamar.
Sampai ada suara orang memasuki kamarnya, padahal sudah di kunci bagaimana orang itu masuk? Entahlah itu rahasia tuhan.
Rina melihat siapa yang masuk dengan mata sembab nya, dan dilihatnya Aldi berjalan menghampirinya menggunakan kursi roda tadi.
Rina terkejut melihat Aldi ada di kamarnya tapi ia masih sangat kesal kepada Aldi yang membuatnya berpura pura cuek agar tak memperlihatkan kesedihanya.
"Kamu kenapa?"Tanya Aldi datar tanpa ekspresi.
'Dasar cowok gak peka, cuek, dingin, es batu, masa gitu aja harus dijelasin.'Ucap Rina di dalam hati.
"Gpp."Jawab Rina singkat.
"Aku minta maaf jika perkatan ku membuatmu sedih, aku cuma bicara faktanya saja."Ucap Aldi.
"Aku tak punya maksud membuatmu sedih atau lainya sama sekali."Lanjut Aldi.
Rina masih saja diam tak mengeluarkan tanggapan yang membuat Aldi kesal lama lama.
"Maumu apa supaya memafkan ku?"Tanya Aldi pasrah.
__ADS_1
Rina tersenyum lebar mendengarnya dan terpikirkan sebuah permintaan yang tak bisa di tolak Aldi.
"Aku mau kamu............