Mafia Story : Si Culun King Mafia

Mafia Story : Si Culun King Mafia
Chap 12. Penganggu


__ADS_3

Renaldi dan keluarga angkat 2


Pagi hari pun tiba, matahari menyinari sebagian bumi dengan cahaya terangnya membangunkan orang orang yang masih terlelap dalam tidurnya.


Aldi juga bangun saat cahaya matahari menyinari kamarnya, Aldi duduk sebentar sebelum berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah bangun tidur.


Setelah mandi Aldi memakai baju biasa kaos dan celana training yang sudah pasti Aldi akan olahraga pagi saat ini.


Saat menuruni tangga ke lantai bawah, banyak pelayan rumah besar itu yang menyapa Aldi dengan hormat.


Para pelayan hanya bekerja dari jam 5 pagi sampai jam 8 malam, selebihnya mereka akan beristirahat di rumah masing masing yang berada di sekitaran rumah mewah ini.


Hal itu karena peraturan yang dibuat momy Aldi sendiri yang tidak mau bila pelayan rumahnya bekerja terlalu keras hingga tak ada waktu untuk istirahat, sungguh sosok majikan yang patut di contoh.


Setelah sampai di meja makan, di sana sudah ada banyak orang yang mana mereka semua adalah orang dari keluarga angkat Aldi selama di negara ini.


Ada dady, momy, kakak, serta adik yang berada di satu meja makan sedang menunggu kehadiran Aldi di sana.


"Al sini, kita sarapan sama sama."Ajak kakak tertua.


"Iya kak."Jawab Aldi singkat.


Lalu merekapun makan tanpa ada suara sama sekali hingga selesai dan mengobrol sedikit tentang banyak hal, sementara momy di bantu para pelayan nya sedang membersihkan bekas setelah mereka makan tadi.


"Al, gimana kamu? Dady dengar kamu bikin perusahan sendiri, kenapa tidak bilang ke dady, kan dady bisa bantu pake apapun."Ucap dady membuka obrolan dengan bertanya kepada Aldi.


"Aldi mau berusaha sendiri dad, selama ini kalian kan sudah menyelamatkan aku dan merawatku sampai sekarang, aku cuma gak mau ngerepotin kalian lagi."Jawab Aldi.


"Jangan begitu, kamu sudah kita anggap keluarga sendiri Aldi, bahkan momy sangat sayang kepadamu hingga sangat takut kalau terjadi apa apa kepadamu."Sambung dady memberutahu Aldi.


"Terima kasih, aku janji tidak akan melupakan jasa kalian sampai kapanpun."Ucap Aldi berjanji kepada dirinya sendiri dan semua orang.


"Nikmati hidupmu sendiri anak ku, kamu punya impian sendiri jangan terpaku pada balas budi kepada kami, kamu bebas mau melakukan apapun selama itu baik buat kamu dan orang yang dekat dengan mu."Ucap dady menasehati Aldi agar menjadi orang yang lebih baik lagi dan berguna bagi orang lain yang membutuhkan dirinya.

__ADS_1


"Iya dad, terima kasih."Ucap Aldi.


Yang lainya daritadi hanya menjadi pendngar setia obrolan ayah dan anak itu tanpa menyela sedikitpun, lalu adik mereka yang paling kecil membuka suaranya melihat situasi yang hening.


"Kak Al hebat bisa bikin perusahaan, dady aja gak bisa karena perusahaan dady itu hasil dari warisan nya kakek."Ucap Riko, adik terkecil Aldi dikeluarga ini yang masih berusia sekitar 8 tahun.


Seketika ucapan Riko membuat gelak tawa di antara mereka, suasana yang tadinya hening menjadi ramai setelah mendengar ucapan Riko.


Sementara dady sendiri yang di sindir oleh anak kandungnya sendiri hanya bisa tersenyum paksa dan sedikit kesal.


"Riko gak boleh gitu, semua orang berbeda beda cara nya untuk mengapai impiannya, jadi jangan bilang gitu lagi ya."Ucap Aldi menasehati adiknya itu.


"Iya kak, maafin Riko ya, janji gak ngulangin lagi deh."Riko meminta maaf dan menunduk seakan menyesali perkataannya barusan.


"Minta maaf ke dady."Ucap Aldi.


"Riko minta maaf ya dad, janji gak ngulangin lagi."Ucap Riko meminta maaf kepada dady nya.


"Iya dady maafin."Jawab dady.


"Iya kak, nanti aku akan urus masalah itu biar cepet selesai."Jawab Aldi.


"Yaudah, aku mau joging dulu ya."Ucap Aldi berpamitan lalu berjalan keluar rumah berlari mengelilingi komplek beberapa kali hingga keringat bercucuran di seluruh tubuh atletisnya.


Banyak gadis muda sampai orang tua yang melihat Aldi sangat terpesona, Aldi terlihat sexy dengan badan atetisnya di tambah keringat hasil olahraganya yang menambah kesan hot pada Aldi semakin bertambah.


Aldi duduk di sebuah kursi taman sembari minum air mineral karema dirinya haus setelah lari beberapa lamanya.


Sampai ada seorang gadis yang tiba tiba langsung saja duduk di sebelah kursi yang kosong samping Aldi.


"Halo, kenalin aku Merisa."Ucap gadis tersebut memperkenalkan dirinya dengan mengangkat tangan hendak berjabat tangan.


"Ya halo."Jawab Aldi tanpa mengubris gadis tersebut dan lanjut minum airnya.

__ADS_1


Gadis itu nampak kesal tetapi ia tahan karena melihat ketampanan Aldi yang mempesona.


"Sudah lama di sini?"Tanya gadis bernama Merisa itu basa basi.


Aldi tak menjawab sama sekali, bahkan melirik saja tidak dan hanya berfokus pada minumanya yang hampir habis.


Merisa nampak sangat marah namun ia tahan karema takut membuat Aldi tak suka padanya.


"Mau minum lagi, kebetulan aku bawa lebih tadi, nih."Merisa menawari minumanya kepada Aldi saat melihat minuman Aldi sudah habis.


Aldi yang sedari tadi sebenarnya sangat risih dengan keberadaan Merisa, akhirnya menoleh ke arah Merisa yang sedang menawarinya minum sembari menampilkan senyumnya.


Merisa memiliki wajah yang cantik dengan tubuh yang ideal, rambut di kuncir belakang, baju olahraga yang hanya menutupi dada nya saja membiarkan perut rata nya terekspos, lalu celana olahraga ketat berwarna senada dengan bajunya yang membuat penampilan Merisa terlihat sangat sexy yang mampu memancing mata para laki laki terus menatap ke arahnya.


Namun tak berlaku pada Aldi yang hanya cuek saja nelihat Merisa, dengan tatapan dinginya Aldi berjalan pergi dari sana meningalkan Merisa yang sangat kesal karena pesona wanita sexy nya tak mampu membuat Aldi tergoda, bahkan menoleh saja tidak.


Ia langsung pergi dari sana dengan wajah kesal, kemudia Merisa memperlihatkan senyum liciknya lalu timbul ide gila di otaknya yang berhubungan dengan Aldi.


..........


Aldi pulang kerumah nya setelah olahraga paginya selesai.


Ia berjalan menuju kamarnya untuk mandi lalu melanjutkan kegiatan selanjutnya.


Setelah mandi lalu berganti pakaian, Aldi menggunakan pakaian formal yaitu jas hitam dan celana senada, laku sepatu juga hitam di tambah kacamatanya yang di ganti dengan lensa warna hitam juga.


Lalu Aldi turun menuju dapur tempat favorit momy nya, hendak berpamitan sebelum pergi.


"Mom, aku pamit pergi dulu ya, pulangnya nanti malem."Ucap Aldi meminta ijin sekaligus berpamitan.


"Yaudah, tapi ingat jangan terlalu larut malam."Ucap momy memperingatkan Aldi.


"Iya mom."Lalu Aldi bersalaman mencium tangan momy nya di lanjut berjalan keluar menuju mobil nya untuk pergi.

__ADS_1


Santai dulu, ini masih pemanasan belum ada konflik ataupun intrik permasalahan, nanti juga ada sendiri cerita tentang bagaimana Aldi bisa seperti ini, jadi di tunggu aja semuanya, terima kasih.


__ADS_2