
Permintaan
Aldi masih menunggu jawaban dari Rina tentang permintaannya.
"Aku mau kamu terima pertunangan itu."Ucap Rina tersenyum penuh kemenangan.
Aldi pun terkejut mendengar jawaban Rina yang memintanya menerima pertunangan walaupun mereka baru saja bertemu.
"Kita baru kenal beberapa waktu lalu, kenapa harus kuterima pertunangan itu?"Tanya Aldi tak terima.
"Terima saja, kamu sudah janji mau menuruti satu permintaan ku kan, ini permintaan ku, aku mau kamu terima pertunangan ini."Rina masih berusaha membujuk Aldi agat menerimanya.
Aldi berfikir sejenak, di pikiranya masih bingung antara menerima atau tidak.
Jika ia menolak maka Aldi sama saja mengingkari janjinya, namun jika menerima Aldi tidak memiliki perasaan apapun pada Rina.
Aldi takut akan menyakiti Rina jika mereka bersama dan Aldi masih tidak memiliki perasaan pada Rina.
Aldi juga sering bermimpi dengan sosok seorang perempuan sangat cantik, perempuan itu selalu muncul di mimpi Aldi dan meminta nya menemuinya entah dimana.
Aldi sangat bingung bagaimana harus mengambil keputusan saat ini, sangat sulit baginya memilih antara dua pilihan terima atau tolak.
Namun karena Aldi orang yang pantang mengingkari janji, jadi ia menerima tunangan tersebut.
"Baiklah."Ucap Aldi pasrah.
"Yey....terima kasih, muach."Sebuah ciuman melayang di pipi kiri Aldi.
Rina yang sangat senang akhirnya Aldi menerima, membuatnya secara tak sadar mencium Aldi yang membuatnya sangat malu hingga membuat wajahnya memerah dan kepalanya menunduk.
Sementara Aldi nampak sedikit terkejut tetapi di tutupi dengan sikap dinginya dengan wajah datar.
"Ma.....Maaf, aku gak sengaja."Ucap Rina takut membuat Aldi marah.
"Iya."Jawab Aldi singkat lalu berjalan pergi dengan masih menggunakan kursi roda.
Di kamarnya Rina sangat bahagia hingga berguling guling di kasurnya sangking senangnya.
__ADS_1
.........
Satu bulan berlalu....
Hari ini acara akan dimulai, Aldi yang sudah sembuh dari sakitnya dan kondisinya juga sudah pulih usai insiden yang lalu.
Acara ini dihadiri banyak sekali tamu tamu penting dari berbagai kalangan, ada penjabat, pengusaha, artis, dan masih banyak lagi.
Aldi dalam acara ini menggunakan setelan jas formal berwarna biru tua senada dengan warna sepatunya, di tambah Aldi tidak menggunakan kacamatanya melainkan menggunakan Softlens yang membuat para kaum wanita histeris melihat ketampanan Aldi dengan setelan formal nya.
Sementara Rina menggunakan gaun berwarna putih abu, gaun yang sangat cantik berhiaskan batu batu permata berukuran kecil, bagian atas gaun memang terbuka tanpa lengan dan bagian dada yang sedikit terbuka menampilkan belahan yang membuat laki laki menegang seketika dengan gunung kembar yang berukuran lumayan besar dimiliki Rina.
belakang gaun juga terbuka lebar menampakan pungung Rina yang sangat menawan putih bagaikan salju, bagian bawah panjang sampai menyentuh tanah tetapi samping kiri gaun memiliki bagian yang terbuka yaitu seperti sobekan dari bawah sampai bagian paha.
Pakaian Rina memang sangat terbuka sesuai dirinya yang biasa menggunakan pakaian seperti itu karena menurutnya bagus dan sexy.
Padahal orang tuanya (Momy dan dady) menyarankan menggunakan pakaian yang sedikit tertutup agar lebih terlihat elegan tapi ditolak Rina.
Pakain yang terbuka otomatis membuat para tamu yang laki laki sangat bahagia melihat Rian yang sangat cantik, meskipun rata rata wanita yang hadir di sana juga berpenampilan hampir sama dengan Rina.
Aldi hanya cuek saja melihat itu, bahkan tak ada rasa tertarik sama sekali dari dirinya melihat penampilan Rina yang seperti itu.
"Selamat tuan, akhirnya anda akan punya menantu."
"Selamat tuan, sebentar lagi sepertinya memiliki pewaris baru."
"Semoga dilancarkan semuanya tuan."
"Nona Rina sudah dewasa saja sekarang haha."
"Selamat tuan......"
"Selamat tuan......"
"Selamat tuan......"
Tamu undangan mengucapkan selamat pada keluarga momy dam dady, semua orang nampak bahagia menyambut acara ini.
__ADS_1
Pertunangan berjalan lancar, tukar cincin juga sudah dilaksanakan dengan cincin yang digunakan terlihat sangat cantik berhiaskan batu berlian yanh sangat mahal.
Acara berlangsung sampai tenggah malam setelah itu tamu undangan kembali ke rumah masing masing setelah acara selesai.
Aldi kembali menuju kamarnya karena sudah sangat lelah meladeni banyak orang tadi di acara pertunanganya.
Ada rasa sakit di hati Aldi saat dia memasangkan cincin di jari manis Rina tadi.
Seperti sebuah rasa seseorang yang sedang berkhianat kepada seseorang.
Aldi tidur karena sudah sangat lelah, dan kembali memikirkan hal itu lain kali saja.
..........
Di kota A tempat tinggal keluarga Fia.
Nampak Fia sedang duduk di balkon sembari menghirup sebatang rokok ditemani teh melati hangat dan pemandangan kerlap kerlip lampu di malam hari.
Semenjak perginya Aldi, Fia sangat berubah menjadi nakal, meskipun nakal bukan seperti wanita biasanya yang bermain pria ataupun lainya.
Fia nakal dalam artian berbeda, ia yang dulunya sangat hidup sehat menjadi berubah tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, dan pola makanya pun tak teratur.
Meskipun pola hidupnya seperti itu kecantikan Fia tak berkurang sama sekali, malah membuat banyak laki laki semakin tertarik dan pensaran kepada Fia.
"Bagaimana kabarmu ya?"Ucap Fia sambil melihat langit malam.
"Aku ingin bertemu kamu dan memelukmu erat agar kamu tak pergi lagi dari hidupku."Tak terasa tetesan air mata keluar dari sudut mata Fia.
"Aku yakin pasti nanti kita bisa bersatu, pertemuan singkat kita yang sangat berkesan bagiku."Sebuah senyum terpampang di wajah Fia dengan deraian air mata tak henti hentinya mengalir.
Lalu Fia beranjak dari sana untuk bersiap istirahat tidur di dalam kamar.
Sebelum tidur Fia merasakan sebuah hal yang membuatnya menangis lagi entah kenapa sebabnya.
"Hiks....Hiks....Kenapa aku nangis? Hiks...Hiks..."Ucap Fia menghapus air mata yang tiba tiba menetes tersebut.
"Rasanya hatiku kenapa sakit sekali, seperti sedang memikirkan sesuatu."Fia berfikir apa yang membuatnya seperti barusan.
__ADS_1
"Sudahlah, mungkin karena aku terlalu mikirin Aldi."Ucap Fia berpendapat sendiri.
Fia tidur dengan keadaan sedikit gelisah karena apa yang terjadi barusan membuatnya terus berfikir.