
setelah malam Shisi duduk di luar sambil memegang secangkir teh yang hangat,..
memandangi pemandangan lampu-lampu nan indah di sana,.. karna rumah yang dia tempati sekarang berada di puncak gunung hingga menampak kan seluruh kota itu,..
jaket nan tebal membaluti tubuh Shisi,..
Shisi di temani oleh istri kakanya, mereka pun menikmati waktu bersama-sama,..
teh,.....Shisi ke sini tuh karna mau pamit mungkin dua atau tiga hari lagi Shisi udah berangkat ke Milan,.. Shisi dapet kerja di sana,.. itung-itung Shisi mau mengembangkan kemampuan di sana,..
kerja sambil sekolah lagi,.. untuk memperdalam pengetahuan Shisi,.. Shisi Milan itu di mana Shi?..... jauh teh!" Milan
__ADS_1
( ITALY ) itu negara yg jauh . Shisi udah fikir tuh masak-masak klau jauh apa Shisi gak papa?!" ada siapa di sana? temen gak punya,.. saudara juga gak ada di sana,..
udah lah Shi cari aja kerjaan yang deket,..
kan banyak, itutuh katanya si bik entik ada lestoran lagi cari tenaga kerja deket aja tuh jalan cuma 15 menit Shisi mau?!"
maaf teh kali ini Shisi pengen ngambil keputusan sendiri,.. Shisi pengen nerusin cita-cita Shisi yang sempet tertunda kemarin-kemarin ini teh,.. ya udah kalau udah mantep mah teteh doain yang terbaik untuk kamu,.. mereka pun saling berpelukan & semakin malam dingin semakin menusuk ke tulang,.. hayuk atuh Shi masuk istirahat tidur,.. kan besok mau ke pusara kak Roni. iya teh Shisi pun menurut lalu masuk untuk istirahat tidur.
keesokan paginya Shisi pun sudah bersiap untuk ke pusara kakaknya namun di potong di pertengahan jalan oleh mang Komar,..
(bik entik adalah istri mang Komar)
__ADS_1
Tik bikinin minum untuk neng Shisi ya,..
oh iya tunggu ya,.. beberapa menit pun minuman datang,makasih ya bik Ntik.
Begini neng Shisi ini surat dari kakak mu Roni di amanahkan untuk di beri ke neng Shisi klau waktunya sudah tepat jadi mang rasa sekarang sudah tepat waktunya,.. sesampul surat pun di hulurkan oleh mang komar pada Shisi,.. lalu di baca oleh Shisi.
Sisi adek ku sayang kakak harap kamu dapat menerima semua kenyataan dengan lapang dada,.. kamu memang adik tiri kakak tapi sedikit pun kakak nggak pernah menganggap mu sebagai adik tiri,.. mama adalah wanita biasa yang pernah gagal dalam pernikahanya & memiliki anak yakni aku,.. ya mama sebelum menikah dengan papah adalah seorang(janda)pada suatu hari dia bertemu dengan lelaki tampan yang berdarah ningrat & menikahinya,.. laki laki itu sangat baik Shisi dia memberi kan kasih sayang yang sangat lebih dari cukup kepada ku,.. namun di balik pernikahan mereka ada cerita pahit,.. Shisi pernikahan mereka tak pernah di restui oleh mertua mamah,.. karna mama hanya orang biasa yang tak punya apa-apa, mertua mama bernama
(Kusumo wijaya)& seperti yang kamu tahu papa bernama(putra wijaya).Shisi setelah beberapa tahun kemudian mereka melahirkan dua anak perempuan yang sangat manis & imut satu bernama(Karina putriyani)& yang satu bernama (shisi putriyani)tiba-tiba datang mertua mamah & terjadi kecekcokan dengan mereka ternyata pak( Kusumo wijaya )
membuat kesepakatan,.. mereka tidak akan memisahkan papa & mama jika ayah memberi salah satu dari anak mereka. & mereka berusaha akur & menuruti kemahuan itu,.. ya Shisi kamu mempunyai saudara kembar,.. walau demikian mereka tetap membuang papa & tidak menganggap nya sebagai anak lagi,.. namun papa & mama tetap hidup bahagia dengan apa yang mereka punya,.. walau hidup dalam kesusahan kita tetap hidup dalam harmonis,.. mungkin kamu merasa tidak di perhatikan oleh mereka karna mereka bersikap seolah mengabaikan mu,.. tapi sesungguhnya bukan begitu mereka hidup dengan bayang-bayang Karina, oleh itu setiap memandang mu mereka selalu merasa sedih karna sedari lahir orang konglomerat itu sudah memisahkan anak dari ibunya kamu harus memahami perasaan mereka jangan terlalu menyalah kan mereka Shisi,.. & pada suatu hari mereka terjadi kecelakaan di bis hingga merenggut nyawa mereka itu juga karna perjalanan ingin mencari & melihat Karina walau dari jarak jauh,.. mereka lebih dari cukup tersiksa oleh semua itu Shisi,.. hingga akhir hayat pun mereka tersiksa,.. Aku kakak mu mewakili mereka untuk meminta maaf pada mu Shisi,jangan menghakimi & membenci orang tua kita, mereka hanya korban keadaan.
__ADS_1
dari kakakmu" Roni.
Shisi pun menangis tersedu-sedu, kak Roni aku tidak marah kok kak,.. jangan khawatir aku juga gak sedih kok,.. aku kan kuat.sambil menangis terisak isak Shisi terduduk di kursi menagis menutupi wajahnya.