
hari demi hari berlalu, sudah sekiyan hari Fian ingin berjumpa dengan Shisi, namun kakek wijaya tidak mengijinkan itu terjadi,..
bahkan kamar Shisi yang di rumah sakit pun dikelilingi beberapa pengawal yang di tugaskan untuk tidak mengijinkan Shisi di datangi oleh orang lain selain ahli keluarganya,..
Fian tidak kehabisan akal,
Fian tidak bisa membendung rasa rindu & rasa khawatirnya terhadap keadaan Shisi,..
Fian pun memutuskan untuk menyamar sebagai dokter menutupi setengah wajahnya dengan masker sembari membawa buku untuk pemeriksaan,tidak lupa Fian membius dokter sebenar & memakai baju & tanda nama dari dokter yang menangani Shisi,..
Fian pun berhasil membobol pertahanan pengawal karna pengawal tidak begitu jeli dengan apa yang terjadi,..
setibanya di dalam, iya membuka maskernya lalu menghampiri Shisi,sedangkan Shisi berada di dalam termenung dengan pandangan kosong,..
Shisi apa karbarmu sayang?!"
apakah kau baik-baik saja?!"
Shisi dengan heran menjawab; bagaimana kamu tau dengan nama ku sedangkan aku tidak tau siapa kamu?!"
Fian merasa heran dengan tindakan Shisi,& meyakinkan pada Shisi bahwa Fian adalah bagian terpenting dalam hidup Shisi,..
Shisi ini Aku Fian, kita hampir saja bertunangan,.. maaf kan aku Shisi ini semua tidak seharusnya terjadi,andai aku tidak meninggalkan mu walau sesaat pasti ini semua tidak akan terjadi,..
Fian mendekat & memeluk Shisi ,Shisi yang kebingungan dengan sikap lelaki yang tidak ia kenal itu pun melepaskan pelukanya,..
lalu melemparkan tamparan pada Fian dengan sekuat-kuatnya,..
Anda jangan kurang ajar pada saya,..
saya memang orang miskin tapi tidak seharusnya anda menganggap saya sebagai perempuan murahan,.. pergi saya tidak ingin melihat anda, & satu lagi nama saya memang betul Shisi,.. tapi saya bukan Shisi yang anda maksud,.. saya tidak mengingati bahwa saya pernah memiliki hubungan dengan anda.
jadi saya harap anda bersikap sopan pada saya.
Fian bagai tidak percaya dengan kalimat yang Shisi ucapkan,.. Fian yang dulu pernah menjadi dokter pun sudah dapat menebak dengan situasi yang di alami Shisi,.. namun dengan keadaan yang seperti sekarang jarak yang di hadang untuk saling berdekatan maka mustahil untuk Fian membantu memulihkan ingatanya,..
tiba-tiba kakek Wijaya datang sembari membawa anak-anak Shisi ikut serta,..
Fika & Fira seketika lari menuju papa angkatnya itu,..
berteriak memanggilnya & memeluk kaki Fian,.. papa Fiannn..(sembari menangis).
__ADS_1
Fian pun memeluk anak putri-putri angkat kesayangan nya itu,.. Fika,,Fira jangan menangis sayang ini semua hanya cobaan bersabarlah (Fian tau benar dengan keadaan mama nya yang seperti ini pastinya Fika & Fira merasa sedih)
kakek Wijaya merasa kesal,.. karna rupanya Fian tidak menghormati keputusan nya yang melarang nya untuk mendekati Shisi lagi,..
Fian rupanya kau tidak bisa menghargai ku,..
berbicara halus & lembut kepada mu ternyata berbuah percuma,.. bagus.. semakin kau melawan ku, maka akan semakin jauh kau dengan cucu ku Shisi, lalu kakek pun berteriak (pengawal seret pemuda ini keluar)
tiba-tiba Fian pun di heret keluar secara paksa oleh pengawal-pengawal itu,..
setiba di luar rumah sakit lutut Fian pun merasa lemah, Fian tidak sanggup berdiri, kecewa yang terlalu dalam,..
oh Shisi inikah pengakhiran hubungan kita Shisi,.. setelah begitu lama, setelah ujian yang kita lalui, & setelah kau mampu menerima ku di dalam hatimu,mengapa ini semua harus terjadi?,..
Fian merasa tidak bertenaga & berputus asa,..
sepulang nya di rumah,Fian masuk ke dalam kamarnya tanpa memerhatikan ahli keluarga yang lain,semua memandanginya merasa iba karna Fian tidak seperti biasanya dengan mukanya yang (kusut penampilan acak-acakan),.. lagi-lagi Fian mengurung dirinya mengunci kamarnya dan tidak mengijinkan sesiapa pun untuk masuk,..
hingga sudah hampir dua hari Fian dalam keadaan itu,.. Alfin pun tidak tahan dan mengetuk kamar ayahnya dengan membawa makanan di tangan nya,.. papah ini Alfin jika papa benar-benar menyayangi Alfin maka bukalah pintu ini pah?!"
Fian tidak menghiraukan suara anaknya itu,
namun Alfin tidak menyerah & tetap berdiri di sana sembari mengetok-ngetok pintu kamar papa nya itu,..
papah..papah jangan seperti ini, Alfin juga sedih, tapi Alfin masih punya papa,.. begitu pula dengan mu pah,.. papah jangan sedih hingga seperti ini karna papa masih memiliki Alfin,.
kalimat itu di sambut oleh petir di luar yang menyambar-nyambar di ikuti hujan yang deras,.. keadaan itu menyadarkan hatinya bahwa masih ada kekuatan dalam hidup Fian untuk bertahan hidup karna Alfin masih membutuhkan nya,..
Alfin sayang anak papah,maafkan papa nak, papa yang salah karna sudah mengabaikan mu dalam masa beberapa hari ini,.. papa janji kejadian ini tidak akan terulang lagi,..
Alfin meletak kan makanan nya di meja,..
papa & anak itu berpelukan & Alfin pun masih tetap menghulurkan makananya karna dia tau ayah nya beberapa hari ini tidak ingin makan,..
pah ini pah di makan dulu pah,..
Fian yang terharu pun menerima makanan dari tangan yang kecil mungil,.. baiklah nak terimakasih yah,.. kamu betul ayah masih memiliki mu nak,.. lalu Fian memakan makanan itu dengan perlahan.
sementara kakek mendapat panggilan telefon dari negri sebrang,.. yang mengundang nya untuk hadir di sebuah pesta,.. di kabarkan bahwa dia akan melaksanakan sebuah pesta untuk pelancaran pembukaan hotel barunya di negara jiran,.. pesta akan di adakan dalam tempoh 2 minggu yang akan datang,..
dengan sendirinya ide untuk membawa Shisi ikut serta bersamanya pun muncul,..
__ADS_1
dengan diam-diam kakek menguruskan 7 tiket untuk cucunya,ke dua cicitnya,diri nya sendiri, tak lupa kedua pengawalnya & suster sekaligus.
1 minggu sudah berlalu akhirnya semua persiapan telah berjalan dengan lancar & kakek pun membawa semua ke bandara tanpa menjelaskan sesuatu pada cucu & cicit-cicitnya kakek hanya mengatakan untuk berlibur di negri jiran itu,..
setiba di tempat yang di tuju satu keluarga itu di sambut oleh Zakki dengan membawa 2 mobil beserta 2 supirnya menuju bandara,..
setiba di bandara begitu berseri-seri Zakki di sana karna melihat sang pujaan hati berada di sana di hadapan matanya & saat ini pandangan mata Shisi bukan dengan rasa kebencian yang terjadi pada sebelumnya,..
Shisi pun hanya bereaksi begitu hormat karna merasa telah bertemu dengan bos nya
(karna dalam ingatan Shisi dia masih bekerja dengan sesosok Zakki ini)
Shisi apa kabar mu?!"
baik bos saya baik-baik saja,..
sebelum kakek membawa Shisi datang ke negri jiran itu,.. ia sudah menceritakan segala-galanya,.. bahkan kakek sudah menyusun rencana bersama Zakki,..
untuk menyatukan mereka berdua,..
di karna kan oleh itu Zakki tidak heran & canggung untuk menghadapi Shisi,..
setiba di rumah Zakki, Shisi pun di sambut ramah oleh Mila,.. oh tuhan betulkah ini kamu Shisi,.. shisi pun berkata ya ini aku Mila!" Shisi sahabatmu,.. & mereka pun berpelukan,.. mila?!" kok jadi aneh gini sih?
kita kan gak ketemu cuma beberapa hari aja!" kok kayak bertahun-tahun gak ketemu sih?!"
Mila pun berkata, Shisi kamu udah kena amnesia ya?!"
kan memang kita udah lama gak ketemu sih?!"
Zakki yang panik pun menggerat Mila jauh dari Shisi untuk menjelaskan segalanya pada Mila,.. & Zakki memerintahkan jangan ada satu kalender pun dalam rumah itu & Mila pun mengikuti perintah kakak nya itu,
( membuang segala kalender yang ada ke dalam tong sampah )
wah bagus juga deh kak rumah kita udah gak sepi lagi deh,.. aku jadi iri deh sama Shisi ternyata dia memiliki anggota keluarga lebih dari anggota keluarga kita yang cuma berisikan kakak & aku doang,..
kak andai kali ini rencana kalian berhasil kumohon jangan ulangi kesalahan mu dulu,
tentunya kakak menyayangi Shisi bukan?!"
setelah mengatakan pesan itu Mila pun pergi.
__ADS_1
Zakki hanya diam termenung di sana,..