mampukah aku mencintamu

mampukah aku mencintamu
pertemuan yg membawa haru & sedih bab #3


__ADS_3

Shisi apakah kamu bisa ceritakan pada kakek mu ini apa yang telah terjadi?" setahu kakek kamu belum menikah & belum memiliki pasangan tapi dokter memberi tahu kakek bahwa kamu sudah berbadan dua!.....


katakan lah cu kakek bisa membuat orang yang menghamilimu untuk bertanggung jawab,.. jangan panggil kakek dengan nama KUSUMO WIJAYA jika tidak bisa menangani ini untuk kamu cu..... kek ini semua adalah kesalahan shisi sendiri jadi shisi akan menanggungnya sendiri,.. shisi tidak ingin menikah karna hanya semata-mata keterpaksaan,.. shisi ingin menikah demi cinta kek,.. shisi lebih baik menanggung malu ini sendiri & mencari jalan shisi sendiri shisi yakin shisi mampu menjalaninya.


Baiklah cu jika itu keputusan mu,.. tapi ingat selagi kakek masih hidup kamu bisa minta apa saja dari kakek,termasuk yang tidak masuk akal sekali pun- kakek akan berikan pada mu,.. anggap ini cara kakek untuk mendapatkan maaf mu cu!",.. kek sudah lah jangan bahas ini lagi!" shisi kan sudah bilang pada kakek shisi sudah memaafkan kakek".


Kek bolehkah shisi menjenguk KARINA?


oh dengan senang hati kakek bisa membawa mu ke sana,.. kamarnya hanya bersebelahan dengan mu, tapi ruangan nya di reka khusus untuknya bak selayaknya rumah sakit di dalam rumah,..

__ADS_1


& sebelum masuk kita harus mengganti baju kita dengan baju yang di reka khusus oleh dokter karna KARINA lebih rentan terkena bakteri & penyakit pasca terkena penyakit mematikan itu, seperti yang kamu dengar dari dokter tadi,.. saudari mu ini terkena kangker otak stadium 4 yaitu stadium akhir.


lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam kamar KARINA ,.. karina sudah menyadari kedatangan mereka, & sudah merasakan kehadiran SHISI saudarinya itu. shisi pun duduk di sebelah kirinya & kakek sebelah kanan nya. SHISI seolah bak melihat cermin di hadapanya hanya yang berbeda sesosok yang di hadapanya ini lebih kurus bak mayat hidup..... KARINA meraba-raba bak orang buta


kakek saudari ku kah ini kek?" shisi menangis di sana mengeluarkan air mata dengan begitu derasnya..... kakek pun menjawab iya betul karin ini shisi saudarimu,..


tapi karin tidak dapat mendengar kata-kata kakeknya itu dengan baik karna penyakit itu membuatnya menjadi semakin tuli tidak dapat mendengar dengan baik.lalu karin berkata shisi aku tahu ini pasti kamu.


shisi sambil terisak-isak berkata KARINA ku mohon hidup lah & tinggalah untuk menemaniku,.. bertahan & berjuanglah.....

__ADS_1


lalu kakeknya menyambung berkata shisi,.. shisi cucuku sayang,.... karina tidak dapat mendengar perkataan mu, sambil menangis kakek itu pun tidak kuat lalu berpaling pergi keluar kamar lalu menangis sejadi-jadinya di luar,.. ya tuhan mengapa harus cucu ku yang menanggungnya mengapa bukan aku, aku yang bersalah tuhan maka hukumlah aku.


kakek pun mengamuk memporak peranda kan semua yang berada di atas meja hingga bik ijah pembantu rumah itu keluar dari dapur & mencari suster yang sedang menyiapkan obat pada kakek,.. sus cepetan dong!"


itu tuan besar udah ngamuk,.. iya ini sudah siap kok bik ijah!,.. lalu suster itu pun berlari mendatangi kakek itu lalu memberikan obatnya,.. tuan ini obatnya tolong di minum ya tuan!" tidak aku tidak mau lagi meminumnya untuk apa lagi?!" akulah orang yang tidak berguna maka biarkan saja aku mati,... suster pun kebingungan karna tidak biasanya tuan besar kusumo bertingkah seperti ini,...tuan jangan seperti ini-non karina & non shisi masih sangat membutuhkan tuan besar,..... jika tuan pergi apa yang akan terjadi pada mereka berdua......seketika kakek pun mendapatkan kesadaranya kembali lalu berkata mari sini suss bawa obat nya pada ku,.. lalu kakek meminumnya & suster pun pergi dari hadapan kakek menuju ke dapur...... ya kakek pun juga sakit-sakitan akhir-akhir ini....dokter sudah menyiapkan obat untuk si kakek,.. karina,.. kini di tambah harus menyiapkan obat pula untuk shisi yang datang dengan kondisi yang kurang sehat pula.....


karina menunjuk kan sebuah laci di bawah almari kecil di dalam kamarnya,..


& menyuruh shisi mengambil sesampul surat.sementara shisi terbaca sebongkah buku yang berjudul ciri-ciri penyakit kangker, & ciri-ciri penderita kangker,.. rupanya karina sudah mencari tahu & mendalami penyakit ini sedari awal,.....Karina pun berkata shisi jika aku sudah tiada nanti!" buka & baca lah isi sampul ini,.. aku menulisnya pada waktu mata ku masih jernih melihat,& telingaku masih jelas mendengar,.....aku sangat letih & ingin istirahat mendengar kalimat itu Shisi mencium saudarinya(karina)

__ADS_1


sembari memegang besi alat infus yang tertancap di tanggan shisi,shisi pun berpaling pergi ke luar kamar membiarkan karina beristirahat.


biar lebih semangat nulisnya di like ya.:)


__ADS_2