
selang beberapa menit kemudian Fian datang sembari memegangi kotak untuk di beri pada Shisi (kotak itu berisikan kertas yang menggambarkan banyak model gaun untuk di pilih di acara pertunanganya bersama Shisi kelak),.. namun Shisi tidak menemui dari tempat asal Fian meninggalkan Shisi tadi,..
Fian mencari cari tidak dapat menemukan nya, halaman taman rumah ini memang luas,.. sehingga Fian menemukan sepatu hak tinggi milik Shisi di tepi kolam renang, & alangkah terkejutnya Fian memandang Shisi bedara di dalam kolam sudah tidak sadarkan diri,..
Fian melompat masuk ke dalam kolam untuk membawa Shisi keluar dari kolam,.. Fian melakukan SPR menekan-nekan dada Shisi & memberikan nafas buatan,.. Shisi bangun lah katakan apa yang terjadi?,.. Fian melakukan SPR dengan keadaan panik,..
uhuk..uhuk.. Shisi memuntahkan air yang banyak, tapi masih dalam keadaan lemah & tidak bisa bicara & hanya mampu membuka matanya,lalu pingsan & kehilangan kesadaran nya kembali,.. Fian pun memanggil ambulan & membawa nya ke rumah sakit,..
(Tuan Alvaro) masih dalam keadaan bertanya-tanya dengan kejadian itu,
(" Fian katakan lah nak apa yang terjadi? ")
ini pah Fian menemukan Shisi tenggelam di kolam,.. Fian bawa Shisi ke rumah sakit dulu ya pah?!"
setelah tiba di rumah sakit,keluarga Fian pun menyusul kesana,.. tidak lupa Fian juga menghubungi kakek Wijaya,.. kakek Wijaya datang bersama pengawalnya, & keluarga Fian pun tiba dengan serentak,..
saat kakek Wijaya & Tuan Alvaro bertembung saling bertatap muka,.. ada sesuatu yang janggal di sana,.. sungguh pandangan yang saling membenci pandangan yang seolah ada dendam lama di antara mereka,..
kakek Wijaya pun berkata
( buat apa kamu berada di sini?)
aku tidak sudi melihat mu lagi pergi lah,aku tidak ingin melihatmu,..
__ADS_1
Alvaro pun menjawap; buat apa aku harus pergi!" aku berada di sini, itu bukan urusan mu,.
ya ini urusan ku!"
Kakek berkata dengan tegas,
( jika ini bukan urusan ku lalu apa pula urusan mu di sini?!" Tuan Alvaro berkata dengan lantang),..
Alvaro pun meneruskan perkataan nya,..
aku menunggui calon menantuku di sini, (Kakek Wijaya pun terkejut)
kakek bertanya dengan lantang pada Fian?
Fian katakan lah, apa kah kamu ada hubungan nya dengan keluarga (Alfaro?!")
(kau adalah anak dari Sebastian Alvaro?!")
Fian pun menjawab pertanyaan kakek,..
Betul itu kek!" apa kah ada yang salah kek sepertinya kakek sedang tidak senang?!"
ya betul itu cu kakek tidak senang,..
__ADS_1
Dengan hormat kakek memohon batalkan niat mu,.. kakek tidak setuju dengan hubungan mu dengan cucu ku Shisi,.. lupakan Shisi karna hingga kapan pun aku tidak akan merestui hubungan kalian,..
Fian pucat seketika,.. kek apa yang terjadi kek?!" katakan lah kek apa salah ku jika ada kesalahan ku katakan lah kek aku berjanji akan memperbaiki kesalahan ku kek ku mohon jangan seperti ini dengan kami,..
cu kamu tidak bersalah,.. kesalahanmu adalah' kau terlahir menjadi bahagian keluarga Alvaro, maka kau tidak akan bisa memperbaiki kesalahan yang tidak bisa kamu selesaikan,.. jangan temui lagi cucu ku jangan dekati lagi dia pergilah sebelum aku mengusir mu dengan kekerasan,..
tampak jelas kakek sedang di makan oleh hawa amarah nya, Fian makin penasaran tapi apa boleh buat keluarga Alvaro pun menarik Fian untuk tidak berada di kawasan itu lagi,..
Fian tetap diam bagaikan patung hidup pandangan nya kosong hingga ayah nya mau membuka mulut menjelaskan pada Fian kejadian yang sesungguhnya,..
Fian ada satu hal yang kamu belum tahu,..
keluarga Wijaya sangat tidak suka dengan keluarga kita,keluarga ( Alfaro ). dulu kakek mu dengan nya ada usaha patner di perusahaan import impor antar negara, mereka memegang & melaksanakan kerja dengan sangat baik, hingga suatu saat kakek mu telah membuat kesalahan karna telah mengambil aset mereka dengan secara paksa & kotor,.. saat itu keluarga Wijaya sempat terjebak namun mereka dengan gigihnya bangkit semula dengan bantuan rakanya,..
jadi tidak salah jika Wijaya bersikap seperti itu pada kita,..
sudahlah nak lupakan Shisi,bukankah kau masih ingat dengan Farida?" dia yang lebih tepat untuk menjadi pendamping hidupmu,.. dia rela meninggalkan kerjayanya sebagai seorang model & mengikutimu ke seluruh negara yang kau tuju hanya semata ingin bersama mu, mengapa kau blum bisa membuka mata mu dengan ketulusanya,..
ayah tidak menyalahkan, mu tapi karna sudah terlahir sebagai keluarga Alvaro maka terimalah takdirmu nak,..
Fian bak mayat hidup kehilangan semangat hidupnya,.. berhari-hari menyendiri & mengurung dirinya dalam kamar,..
sementara di sudut ruangan ada wanita yang tampak sangat puas,..
__ADS_1
(Shinta) berkata-kata dalam hatinya ha..ha..ha.. tidak ku sangka melempar batu mendapat berlian,.. tidak sia-sia ku mendorong nya ke dalam kolam hingga ku tau Shisi memang di takdirkan bukan untuk Fian.
terlahir sebagai keluarga antara (wijaya) & (alvaro) hingga akhir hayat pun mereka tidak akan bersama,.. (Shinta tersenyum puas) dengan apa yang telah terjadi.