
beberapa hari kemudian kakek menghubungi Shisi,..
halo cu?!"
bagai mana dengan kabar mu sekarang cu apakah sudah baikan?!"
dari jauh suara kakek terdengar begitu bersemangat,..
kakek sudah mendapat kan nama yang cocok untuk cicit ku itu cu,..
oh syukurlah kek Shisi menjawab penuh bahagia,.. Apakah nama yang kakek berikan?!"
ini cu,..
( Safika Aprilia Wijaya )
( Syafira Aprilia Wijaya )
oh tuhan,.. trimakasi kek nama itu sangat indah sekalli!"
kakek pun bahagia karna nama yang di berikan di terima oleh Shisi,..
cu jaga diri mu baik-baik cu & jaga cicit ku dengan baik kami di sini menantikan kepulangan mu,..
Baik kek jangan khawatir tugas ku di sini hanya tinggal setenga tahun saja sehabis itu Shisi akan pulang kek,..
setelah puas mengobrol akhirnya mereka pun mematikan telfon mereka,..
satu bulan lebih telah berlalu,..
Shisi pun telah melewati masa pantang nya,..
Fian pun setiap hari menghantar kan
( Alfin beserta bibi untuk menjaga anak-anak Shisi sekaligus )berhubung Alfin tidak terlalu nakal jadi bibik masih sanggup menjaga anak-anak 3 sekaligus,..
sesekali Shisi mendatangi rumah yang di desain nya mengarahkan & menambahkan jika ada kekurangan,..
akhirnya hari demi hari berlalu satu rumah yang di siap kan sebagai contoh pun sudah siap,.. & mereka dari perusahaan tempatan pun berpuas hati dengan hasil dari desain Shisi yang bertema asia santai & menyetujui untuk mengambil kontrak penuh dengan perusahaan-
(CV GRIYO'UTAMI)
__ADS_1
masa demi masa berlalu,..
Shisi berfirasat tidak enak di sana tiba-tiba teringatkan Karina & hatinya gelisah,..
Fian boleh kah jika aku mengambil cuti mungkin kira-kira 1 minggu untuk menjenguk saudari ku Karina,.. hatiku sungguh tidak enak aku takut ada apa-apa dengan dia,..
baiklah Shisi pergi lah & cepatlah kembali,..
anak-anak masih terlalu kecil untuk melewati perjalanan yang panjang,.. lebih baik kamu tinggal kan mereka biarkan aku & bibik yang menjaganya untuk sementara ini,..
pergilah & cepat lah kembali,..
Shisi tersenyum bahagia pada Fian,..
trimakasih Fian kau memang kakak terbai ku
sambil memegangi tangan Fian,..
Fian yang di pegang tanganya oleh Shisi itu pun terpegun di situ keringat sebesar jagung pun keluar dari badanya karna selama ini Shisi slalu menjaga jarak terhadapnya,..tidak menyangka bila Shisi akan berbicara dengan sedekat ini,.. Fian mulai grogi lalu melepaskan tangan Shisi dia takut dia akan terlepas kendali,.. Fian menjaga jarak bukan karna dia tak ingin Shisi dekat dengan nya,..
ini semua demi kebaikan bersama,..
Fian pun menguruskan penerbangan untuk Shisi kembali ke indonesia,..
Shisi tampak menyiap kan pakaian nya hanya sedikit karna dia tau dia tak kan meninggalkan anak nya berlama-lama,..
setiba di bandara jakarta Shisi melanjutkan penerbangan nya menuju bandung,..
setiba di sana kakeknya sudah mengutus orang untuk menjemputnya,..
cun?!" oh tuhan trimakasih tuhan kau telah menjaga cucuku dengan baik,..
tanpa menunggu masa yang lama,.. tanpa memperdulikan barang nya,.. tanpa istirahat
Shisi masih cemas di sana sembari berkata
kek apa kah Karina baik-baik saja kek?!"
hati ku sungguh tak enak akhir-akhir ini kek,..
cu lihat lah sendiri keadaan nya, cu sekarang kau ada di sini datang & lihat lah sendiri cu!"
__ADS_1
seusai dia mengganti baju khususnya itu lalu memasuki ruangan kamar Karina,..
tiada reaksi di sana,.. jika dulu Karina masih
bereaksi dengan kehadiran Shisi,lain hal nya dengan kali ini,.. karina bak sedang koma di sana,..
kek apa yang terjadi kek mengapa bisa jadi bengini?!",..
kek kumohon kek lakukan sesuatu kita harus membawa nya pergi dengan segera,..
cu maaf kan kakek,.. kakekmu ini sudah mendatangkan dokter spesialis dari luar negri niat kakek ingin membawa nya ke sana,.. tapi dokter menolak cu,.. dokter mengatakan saudari mu ini tiada harapan lagi cu!"
kakek sudah buntu tiba-tiba kakek terdiam membisu di hadapan Shisi,..
Shisi pun diam tak bersuara di sana,..
air matanya jatuh tak terbendungkan lagi,
tiba-tiba pada saat itu juga datanglah seorang lelaki memasuki ruangan itu,..
akhirnya mereka ****BERTEMU**** ya laki-laki itu adalah Zakki & Zakki pun bak patung terkaget di sana dengan apa yang dia lihat,..
Shisi kau kah itu?"
Shisi yang masih menangis pun menghindar & keluar dari kamar karina,..
untuk menghindari Zakki dia pun berjalan keluar rumah tanpa tujuan,..
pada akhirnya tanpa sadar dia telah tiba di makam orang tuanya Shisi,..
berlutut tak mengatakan apa-apa bak patung & menangis tiada henti,..
setelah lama membisu & puas menangis shisi pun bersuara,.. mah/pah apa yang harus Shisi lakukan!" Shisi memang tidak berguna,.. tidak seharusnya Shisi meninggalkan Karina dengan keadaan seperti ini,.. Shisi menyesal mah/pah ampun kan Shisi,.. Shisi bersalah,..
Karina.. mah/pah Karina,..
Shisi sambil menangis bak orang gila,..
petir pun menyambar,.. hujan pun turun rintik-rintik & semakin deras Shisi tidak beranjak pergi & masih di situ,..
mah/pah walaupun Shisi sudah di hadir kan cahaya mata tapi Shisi masih membutuhkan saudari Shisi,.. jika selama ini kami tidak bisa bersama maka sembuhkan lah karina ya tuhan,.. biarkan kami menebus waktu untuk bersama menggantikan waktu yang selama ini terbuang tanpa ku tahu bahwa dia itu wujud,.. Shisi terus menyalah kan dirinya sendiri karna telah meninggalkan Karina di masa kritisnya,..
__ADS_1