
Hujan begitu deras hingga membust Shisi menggigil,.. Shisi pun berjalan perlahan menuju pulang,.. dia tidak ingi berada di rumah kakek karna dia tidak ingin bertemu dengan Zakki,.. dia tidak merasa bahwa ada sesosok orang yang sedari tadi mengikutinya,yaa lagi-lagi Zakki mengikutinya dari belakang & bersembunyi di balik pohon besar,..
Shisi berencana untuk pulang ke rumah teh Titin di perjalanan Shisi menggigil kesadaran nya semakin melemah pandangan menjadi gelap,.. akhirnya Shisi pun tumbang(pingsan) di pertengahan jalan,..
di malam harinya Shisi terbangun tapi tubuhnya masih sangat lemah,.. dia pun sadar dia sekarang berada di dalam kamar yang tidak asing baginya,.. Shisi pun ketakutan,.. aku tahu ini pasti kamar tempat Zakki menyekap ku pada waktu dulu,..
pastinya aku sekarang sudah berada di tangan Zakki,.. oh tuhan selamat kan lah aku,.
tapi apa daya Shisi masih merasa kan sakit di kepalanya dia merasa sejuk di sekujur tubuhnya menggigil,..
beberapa saat Zakki pun datang sembari membawakan air untuk mengganti air kompresan Shisi,..
dengan perlahan Zakki mengompres Shisi penuh dengan perasaan,..
sedangkan Shisi berpura-pura tidak tau menutup matanya, badan Shisi semakin panas dingin dia pun mendengar Zakki berbicara dalam telfon,..
halo kek Shisi berada di villa ku, aku menemukanya di jalan, dia pingsan di tengah-tengah hujan deras,.. jangan khawatir aku sedang merawatnya,..
lalu Zakki mematikan telfon nya,..
Zakki duduk di sebelah ranjang Shisi & mencium kening Shisi dengan lembut,..memegangi tangan nya hingga tertidur di kursinya,..
Shisi yang berpura-pura tidur itu mengeluarkan air matanya dia berkata-kata dalam hati,.. mana mungkin dia mencintai ku,dia bukan milik ku bukan hak ku,..
Karina lebih berhak atas diri Zakki,..
kalau pun dia adalah ayah dari anak-anak ku ini bukan dengan cara yang benar ini semua adalah kesalahan,..
keesokan paginya Shisi sudah merasa agak baikan,.. dia pun bangun, namun Zakki tidak ada lagi di sisinya,.. kemudian dia bangkit dari ranjang nya menuju pintu,.. dia takut kejadia berulang lagi,.. dia tidak ingin di sekap lagi,..
menuju pintu dengan harapan pintu tidak di kunci,..
__ADS_1
setelah menggapai pintu itu ternyata benar pintu tidak terkunci betapa leganya hati Shisi,.
Shisi pun keluar dengan perlahan memandangi persekitaran, berjalan menuju ke bawah, berniat untuk kabur keluar rumah,..
ternyata Zakki menyadari perilaku Shisi sebelum memegang gagang pintu suara Zakki terdengar oleh shisi,..
( jika ingin keluar makan lah dulu, aku sudah membuatkan bubur untuk mu )
Shisi menjawab tidak usah aku tidak lapar aku hanya ingin pulang,.. Shisi pun melanjutkan niat nya menuju pintu & membukanya,..
ternyata pintu terkunci,..
kau tidak akan pulang sebelum memakan bubur yang ku buat untuk mu ini,..
Shisi pun dengan perlahan mundur lalu menuju ke meja makan Zakki,..
Zakki pun dengan senyum nya yang hangat menghulurkan bubur yang hangat,..
Shisi memakan nya hingga bersih dengan harapan Zakki akan melepasnya dengan segera,..
Zakki yang menuju pintu di ikuti Shisi yang berada di belakang nya,..
setiba di belakang puntu,
tapi bukan seperti yang Shisi harap kan, Zakki memutarkan badan nya lalu memeluk Shisi dengan erat,..
Shisi aku tau aku bersalah pada mu,.. sembilan bulan kau menghilang & menjauh dariku apakah ini cara mu menghukum ku?!",..
Shisi yang berdiri di sana pun mematung air mata nya mengalir deras,..
Zakki apa lagi yang kau ingin kan dari ku?!" apakah siksaan yang kau beri kan pada ku masih kurang dari cukup?"
__ADS_1
Zakki pun menjawab: maaf kan aku Shisi bisa kah aku memperbaiki kesalahan ku?!"
kau ingin memperbaiki kesalahan mu bukan?!"
Shisi berkata dengan dingin,..
jauhi aku & jagalah kak Karina dengan sebaik-baik nya dia sangat mebutuh kan mu,..
katakan pada ku Shisi mengapa tuhan begitu tega pada ku, mengapa aku harus mencintai wanita bersaudara sekaligus,..
aku tidak meminta ini terjadi tapi kenyataan ini sangat pait sekali,..
Shisi melepaskan pelukan Zakki lalu melangkah mundur ke belakang,..
dia berusaha menjauhi Zakki,..
duduk di sofa & menarik nafasnya dalam-dalam sesekali menghapus air matanya yang masih jatuh sesekala,..
sedangkan Zakki masih bersandar di pintu memandangi shisi dengan sayu,..
entah bila masanya Zakki datang mendekati Shisi,.. tiba-tiba Zakki berada di hadapan Shisi yang sedang duduk itu, & mendekap Shisi lalu menciuminya tanpa henti seolah mengeluarkan segala unek-unek yang berada di dalam hatinya,.. dia melepaskan hasratnya,
Shisi jangan pergi ku mohon temanilah aku,..
Shisi ingin menjawab nya tapi tidak di berikan kesempatan oleh Zakki,.. mulut Shisi di bungkam oleh ciuman mesra Zakki,..
Shisi yang tidak punya tenaga itu pun hanya mampu berdiam,..
muka shisi berubah menjadi merah badam,..
Shisi masih sadar jika Shisi melawan dengan tenaga pasti dia akan kalah karna Zakki lebih bertenaga & perkasa di bandingkan dia,.. Shisi lebih memilih menggigit bibir Zakki untuk menyudahi adegan itu,.. Zakki pun kesakitan sembari memegangi bibirnya yang berdarah,..
__ADS_1
Zakki tidak marah, namun Zakki menyudahinya dengan mengecup kening Shisi lalu menuju ke pintu sambil membuka kunci pintunya & berkata: pergilah kakek sudah menunggu mu,.
Shisi tanpa menunggu waktu,.. menuju pintu berlalu pergi meninggalkan Zakki.