
setelah semua proses penyaluran darah selesai,.. dokter mengumumkan bahwa keadaan Fika beransur pulih,.. sekeluarga pun berasa lega karna semua baik-baik saja,..
Kakek Wijaya menemui Zakki mengucapkan rasa terimakasihnya,.. Cu terikasih banyak karna telah menyelamatkan cicit buyut Kakek ya Cu,.. Zakki menjawab dengan lembut perkataan Kakek Wijaya,.. kek ada suatu perkara yang ingin ku tanyakan pada mu apakah Kakek tau siapakah ayah dari anak-anak Shisi itu?!"
maaf cu kakek sendiri sudah mengatakan pertanyaan itu pada Shisi sendiri tapi dia tidak bersedia mengatakan nya pada Kakek,.. & lebih memilih untuk merahasiakan nya pada kakek,& tidak ada seorang pun yang tau siapa ayah dari Cicit-Cicit ku ini,.. malang sungguh cucu ku Shisi kakek sendiri tidak habis pikir apa yang telah terjadi sehingga dia memilih untuk menelan kepahitan seperti ini sendirian,..
Shisi memang anak yang kuat,sedari kecil dia sudah di didik agar mandiri oleh orang tuanya,.. pastinya dia ada alasanya sendiri mengapa dia lebih memilih untuk merahasiakan kisah nya itu,..
Zakki ingin mengatakan semua cerita yang sebenarnya terjadi, tapi ia ragu takut jika Kakek tidak sanggup menerima kenyataan pahit yang telah terjadi oleh Shisi & Zakki,..
Kek sebetulnya ada sesuatu yang menjanggal yang membuat hati saya bertanya-tanya,..
kek golongan darah Fika dan saya adalah sama apakah dia anak ku ya kek?!"
karna dulu kami pernah melakukan hall yang tidak sepatutnya kami lakukan,.. maaf kan saya kek, saya sudah melakukan itu pada Shisi,.. mungkin Shisi tidak mampu memaafkan ku & tidak sedia menerima ku maka ia lebih memilih merahasiakan segalanya,..
kek dari awal saya merasa curiga bahwa mereka adalah anak saya,.. & saya pernah bertanya padanya tentang ini, tapi Shisi menyangkal,.. ia tidak mengakuinya, tapi hati kecil saya yang paling dalam mengatakan bahwa Fika & Fira afalah anak saya kek,..
jika di ijinkan saya ingin melakukan tes DNA karna saya ingin mencari kebenaran yang sesungguhnya kek,.. mustahil kita dapat penjelasan dari Shisi jika sekarang Shisi sendiri bahkan tidak memiliki ingatanya lagi,..
__ADS_1
kakek menahan amarah nya, rasanya ia ingin memberi tamparan pada muka Zakki karna kakek mendengar penjelasan, Zakki pastinya sudah melampaui batas,.. & pastinya itu berdampak tidak baik bagi Shisi(cucunya itu) jika betul semua ini adalah benar maka penderitaan Shisi ini di karnakan Zakki yang menjadi penyebab,..
namun kakek masih menahan amarah nya,..
karna bagaimana pun jika bukan karna Zakki maka pastinya ia akan kehilangan cicitnya itu(Fika),.. Zakki sudah mendonorkan darahnya pada Fika maka kakek Wijaya pun berusaha berlembut hati padanya,..
baik lah cu sekarang ini kita harus mengabaikan yang lain dulu, karna kakek juga ingin tau dengan kesungguhanya,maka kakek ijinkan jika kamu ingin melakukan tes DNA itu,.. lakukan lah cu & segeralah kabari aku hasilnya kelak,.. lalu kakek pun meninggalkan Zakki pergi menuju pulang ke rumah,..(karna Suster yang menjaganya berpesan untuk tidak berlama-lama berada di luar rumah, karna alasan faktor kesehatanya yang kurang baik)
maka Kakek Wijaya pun tidak berlama-lama berada di rumah sakit menuruti pesan susternya itu,..
sementara Zakki antara yakin & ragu meneruskan niatnya untuk melakukan tes DNA, tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa takut jika Anak-anak itu bukan anak kandungnya,.. sedangkan ia mengharap bahwa anak itu adalah anaknya,..
Oh tuhan betulkah apa yang telah ku lakukan ini?!"
Zakki pun mendatangi dokter yang menangani Fika lalu menyampaikan hasratnya untuk melalukan tes DNA pada
( fika )
dokter pula melakukan perintah dengan baik,..
__ADS_1
tanpa sepengetahuan mereka Zarina tetap memantau keadaan dari jauh dengan meletakkan posisi mata-matanya yang berstatus Suster di sana,..
& apa gerak gerik mereka Suster harus melaporkan segala kegiatan pada Zarina,..
tentu saja suster melakukan tugasnya dengan baik,.. karna Zarina memberi imbalan yang tidak sedikit untuk tugas ini,..
& jika Suster itu tidak mau menjalan kan tugas nya dengan baik,maka Zarina akan mengancam nya dengan akan ( mencelakai ) ahli keluarga Suster tersebut,.. bahkan akan memecat dari kerjaan nya itu jika tidak menurutinya,.. karna Zarina adalah anak dari sang pemilik rumah sakit tersebut, jadi kuasa ada di tangan nya,..
Zarina tersenyum sinis di suatu sudut dalam rumahnya,.. Shisi walau pun kau sudah menghancurkan hidup ku, jangan kau harap aku kan iba pada mu ,aku akan membalas segalanya lebih dari yang sudah kau lakukan tunggu saja Shisi,..
kau akan menanggung kesalahan mu & kesalahan Karina pada ku tunggu & lihat saja nanti.
sementara Shisi tidak ingin beranjak dari ruangan Fika di rawat, rasa hatinya sakit sekali, meligat Fika terlantar tak berdaya di ranjang nya, pemandangan itu sangat menekan dadanya hingga Shisi susah bernafas,Fika cepat sembuh ya nak mama di sini, maaf kan mama karna telah mengabaikan mu sayang hingga semua ini terjadi pada mu.
Fira memandangi mamanya dengan sayu tidak tau harus berbuat apa,yang ia tau ia harus menghibur mamanya yang sedang bersedih itu,.. mama dokter bilang kan Fika udah baikan ma,.. Fika kuat kok mah jangan sedih lagi ya ma Fika akan segera sadar & kembali pada kita,.. Fira aja bisa tahan kesedihan Fira untuk tunjukan kepada Fika supaya Fika juga harus kuat,jadi mama harus gitu juga ya ma,..
mendengar kalimat dari anaknya itu (Fira)Shisi merasakan ketenangan hati & merasa lebih baik,.. Fira sayang katakan lah nak tentunya kamu sangat menyayangi mama mu ini,..
katakan lah seperti apa kah sosok mama mu ini di mata kalian berdua?!",..
__ADS_1
Mah mama itu tegas,cerewet & selalu bilang gak mau manjain kami karna mau menjadikan kami anak yang kuat,walau demikian mamah gak bisa menyembunyikan rasa sayang mama sama kami, karna mama sangat menyayangi kami berdua,.. ma jangan sedih lagi ya mah,.. Shisi terharu dengan pujukan Fira padanya itu & lalu Shisi memeluk nya sambil menangis.
oh tuhan hukuman apakah ini jika benar semua nya ini begitu adanya, lalu apakah yang terjadi pada ku ini,apakah ini hukuman mu pada ku tuhan?! "