MAWAR HITAM GANIA

MAWAR HITAM GANIA
bab 21: dari mana saja kau..?


__ADS_3

Gania membuka mata nya kini dia berada di dalam kamar pangeran Garcel.. ia tersenyum.. betapa merindukaan nya kamar itu untuk nya.. Garcel menaatap aneh pada nya.. "kenapa kau begitu terlihat senang..?" tanya nya..


Gania maju beberapa langkah mendekati laki-laki yg memaka jas putih itu.. rambut nyaa yg terlihat sedikit berantakan bibir nya yg merah dan tatapan mata nya yg berbinar, mebuat siapa saja merasa nyaman dan jatuh hati pada nya, terasuk Gania..


"Aku hanya senang bisa datang lagi ke sini pangeran, aku tiur bersama mu, aku berada di dekat mu dan menghirup aroma tubuh mu yg membuat kerinduan ku pada mu semakin besar, kau tahu pangerann, ketika aku berada di dunia ku, aku selalu terbayang-bayang senyum mu itu.. aku tidak tahu apa itu.. mungkin aaku sudah jatuh hati paada mu.." jawab nya tersipu..


Garcel tersenyum.. ia melihat kejujuran di mata gadis itu.. "tapi apakah aku boleh memiliki perasaan ini paada mu apa aku tidak akan kehilangan mu naanti nya..? dan apa kah aku dan diri mu boleh bersama..? kau dan aku berbeda.. semakin aaku memikir kaan itu, semakin membuat ku bingung pangeran..!! aku jatuh cinta pada mahluk selain manusia seperti ku..!!" ucap nya lagi..


Garcel melingkar kan tangan nya di pinggaang gadis itu.. "aku bahkaan tidak perduli dengan perbedaan kita.. aku berfikir dewa sudah mempertemukan kita tanpa alasan.. kita di takdir kn beremu dan saling mencintai Gania.. aku tidak peeduli kau itu apa dan siapa.. bagi ku hidup bersama mu sudah cukup untuk ku.. mungkin kau bisa melepas kan kutukan yg ada pada diri ku.. suatu hari nanti iblis yg ada di dalam diri ku ini aakan menghilang kaarena kekuatan ciinta kita.." jawab nya.. Garcel mendekat kan wajah ny pada gadis itu iaa mengecup mesra pipi Gania..


"Sejak pertama aku melihat mu, aku yakin kau orang nya.. aku yakin kau ratu ku.. tidak da yg bisa menempati posisi itu di hati ku.. perasaan ku yg hilang karena kematiann Edelwis telah kembali.. aku menemukan wanita yg bisa membuat ku jatuh cintaa, entah karena Gania..? atau Edelwis yg ada di dalam tubuh nya.." batin nya..


sementara itu Bagnda raja mendatangi iistana itu.. wajah nya terlihat marah ia mencari putra sulung nya itu.. laki-laki tua itu mengayun kan jari jemari nya terbuka lah semua penghalang yg garcel buat untuk istana itu dengan mudah nya ia masukj ke dalam nya..

__ADS_1


"GAAAAAAARRRRRCCCCEEELLL.........!!!! KELUAR KELUAR KAU..!!! AYAH TAHU KAU DI DALAM...!! BERANI-BERANI NYA KAU MEMPERMALU KAN AYAH...!!! GARCEEELLL....!!!!" teriak kan nya menggema membuat semua yg bergidik mendengar suara nya..


Garcel mendengar nya.. "Aggh si tua bangka itu..!! untuk apaa dia dataang ke sini.!!" ucap nya sendiri.. Gania terliihat biingung, ia jugamerasakan ketakutan yg luar biasa dari dalam diri nya, yg dia sendiri juga tidak taahu penyebab dari raasa ketakutan nya itu


"Kau tunggu di sini dulu..!! aku akan menemui si tua bangka itu.. Gania jangan keluar dari kamar ini yah..!!" ucap nya.. Gania hanya mengangguk.. Garcel segera kelur dan menemui ayah nya itu..


para dayang dan prajurit tidakk ada yg berani menghalangi nya, kini sang Raja sudah berada di dalam istana Garcel.. laki-laki yg masih terlihat gagah itu kini berdiri menunggu sang putrakeuar untuk menemui nya.. "Bagaimana ini.. pangeran tidak ada, jiika beliau tahu, pangeran Gacel tidak adaa di sni, istana ini bisa di hancur kan nya.." uccap slah satu dayang istana itu..


Seentara Garcel memakai jubah hitam yg memiliki kekuatan di dalam nya, ia yakin malam ini pasti akan terjadi pertarngan degan ayah nya itu.. dari belakang sang raja itu, terlihat pangeran kaisar yg menyusul nya,


"jadi itulah sang Raja.. ayah dari pangeran Garcel.. tpi kenapa dia begitu marah..?? apa karena pangeran tidakmau menikah dan memilih pergi ke duniaa ku tadi..?" batin nya...


Garcel terlihat keluar dari istana nya..

__ADS_1


"Ada apa ayahanda...!! kenapa Ayah membuat keributaan di istan ku..? ini istana ku, apa pantas seorng raja berteriak-teriak seperti itu.. tidak berwibawa sama sekali..!!" ucap Garcel..


Wajah laki-laki tua itu terlihat semakin marah..


"kemana saja kau..? kenapa kau tidak menghadiri pesta pernikahan mu sendiri..? kau mempermalu kan ku dan juga keluarga kerajaan..!! kau juga menyaakiti perasaan putri Karina..!!!" ucap nya..


Garcel tertawa.. "sudah aku katakan berulang kali pada ayah aku tidak mau menikah dengan nya,, aku tidak mencintai nya, Kenapa ayah tidak menikah kan Karina dengan orang lain saja..!! kenapa memaksa ku? aku tidak mau menikah dengan nya, aku sudah mencintai wanita lain..!!" jawab Garcel tegas..


"mencintai wanita lain..? siapa..?! Edelwis...? gadis itu bahkan sudah mati.. kau tidak perlu menunggu gadis itu untuk hidup kembali.. dia tidak akan pernah kembali.. sudah berapa kali ayah katakan pada mu, gadis itu bisa membunuh mu.. dia yg membuat celaka.. dia ingin membunuh mu Garcel.. berhenti mengharap kaan dia kembali ke sini.. ddia bahkan tidak pantaas untuk mu.." ucap nya


"Karina mencintai mu.. dia ingin menjaga mu, kaau harus menikahi nya kau harus melupakan Gadis itu.. Edelwis tidak mungkin kembali ke sini, tidak mungkin.. ayah melakukan semua nya untuk kebaaikan mu.. walau pun ayah haaru membunuh Gadis itu.." ucap nya lagi..


Garcel terlihat mengepal kan tangan nya.. "APA KARENA KAU SEORANG RAJA JADI KAU BISA SEENAK NYA MEMBUNUH ORANG..? BERTINDAK SESUKAMU, DAN TIDAK PERNAH PEDULI PERASAAN PUTRA MU SENDIRI..!! TIDAK ADA YG NAMA NYAA UNTUK KEBAIKAN KU.. GADIS ITU TIDAK BERSALAH.. EDELWWIS TIDAK PERNAH BERSALAH, DIA HANYA GADISLUGU YG INGIN MENYEAMAT KAAN KEKASIH NYA.. APA ITU SALAH..? KAU TIDAK LIHAT AKU..? AKU YG DAHULU MEMERLUKAN DARAH MANUSIA UNTUK BERTAHAN HIDUP KARENAA KUTUKAN ITU, KARENA IBLIS YG ADA DI DALAM TUBUH KU.. AKU HAUS DARAH.. DAN MENJADI LIAR, KAU TIDAK INGAAT SUDAH BERAPA BANYAAK NYAWA YG AKU HABIS KAN, EDELWIS HANYA BERUSAHA MENGELUAR KAAN IBLIS INI.. DAN KAU MALAH MEMBUNUH NYA.. KINI KAU BILANG UNTUK KEBAIKAN KU..? APA KAU TAHU, SEBERAPA MENGERIKAN NYA DIRI KU INI..!! AKU Bahkan membenci diri ku." ucap nya..

__ADS_1


"lebihh baik ayah pergi dari sini,.. jika tiddak ingin ada pertarungan di antara kita di sini..." ucap nyaa lagi..


bersambung


__ADS_2