
Braak... Tubuh Gania terjattuh di hadapan Garcel.. Ia terhempas jatuh karena Karina elempar kan nyaa.. Garcel terhentak terkejut.. "Gania...!!" teriak nya, Kaisardan ibu ratu samaa terkejut nya..
Garcel melihat ke aatas nya.. Di sana Karina melayang - laayang.. Ia tertawaa puas melihaat Gania yg bersimbah darah.. "Aku sudah membunuh jelemaan Edelwis...!! Hahaha .. Tidak ada yg bisa menghentikaan ku.." ucap nya sambil tertawa puaas..
Garcel menatap nya tajam.. "Karina apa yg kau lakukan..? Kau membawa gadiss ini ke sini..!! Kenapa kau mlukai orang yg tidak bersalah..!!" teriak nya ia terus melayang kan tangan nya menyerang Karina.
Sementara Kaisar ia langsung berlari menghaampiri gania menggendong nya dan membawa nya ke dalam istana.. Di ikuti ibu ratu di belakang nya..
"bagaimana dia Kai..?" tanya ibu Raatu.. Kaisar dengan cepat memeriksa nyaa, "Denyut nadi nyaa semakin lemah bun. Kita harus menollong nya segera.." jawab nya
Wajah ibu ratu terlihat panik.. "Kita harus membawa ke ratu lexandra mungkin dia bisa menolong nya.. Kita harus cepatt mengobati nya, hanyaa gadis ini yg bisa menyelamat kan kita dari kaarinaa.." ucap nya..
__ADS_1
Kaisar mengangguk.. "Baik bun.. Aku akan segera membawa nya ke sanaa..!!" ucap nya.. Kaisar membawa Gania keluar dia ingin segera mengobati gadis itu..
Tiba-tiba saja Krinaa melihat nya, ia menyerang dengan satu serangan.. "kau tidak akan bisa menyelamat kan gadis itu.." teriaknya, ia memburu Kaisar yg berada di bawah nya..
Garcel mengejar nya.. "kau tidak bisa menyakiti laagi gadis itu..!! Edelwis tidak ada di tubuh itau.. Dia tidak ada hubungan nya dengan neegri ini.. Dia tidak memeliki prisai itu..." teriaak Garcel..
Namun Karinaa tidak mendengar nyA.. Ia tetap menyerang kaisar yg sedang mengendong Gania.. "daaramadaa sakaa..." teriak nya, iaa mengeluar kan peedang hitam dari balik baju nya, pedang itu menusuk tepat di dada Kaisar..
"Kaaaaiii..." teriak Garcel.. Tiba-tiba saja maaata Garcel memerah ia kehilangan kendali nya, Garcel terbang menyusul karina ia menarik tangan nya dan membantaing nya ke bawah.. Beberapa kali Garcel menyerang Karina, namun karina bisa menghindari serangan Garcel..
Karina tersenyum melihat kemaraha llaki-laki itu.. Ia terus terbang menyusul Gania, KAarina kini tepat di bawah tubuh Gania.. Ia mengayun kaan pedang hitam itu ke tubuh nya..
__ADS_1
Pedang itu melesat cepat ke baawah nya.. Dan terjatuh menusuk tepat di jantung Gania.. Gadis itu terhentak.. Ia membukaa matanya danmelihat Ke arah Karinaa.. "Haghh....." lirih ny saat pedang itu mengenai tubuhnya..
Gania menatap lirih ke arah Garcel yg menyerang Karina terus menerus ia mennutup ke duaa mata nya.. "Edelwis... Tolong Garcel..!! Tolong pangeran Garcel...." lirih nya suara nya melemah.. Gania menghembus kan nafas nya, ia menangis dalam diam..
Sementara dari tamaan bungaa hitam tu darah gania yg merasuki makan itu bergetar hebat.. Tanah di sekitar nya bergetar dengan kuat nya, membuka kembali makaam yg terkubur oleh rerumputaan itu..
Tanah nya terbelaah menjadi dua.., Cahaya putih terang keluar dari dalam tanahitu.. Muncul lah gadis berambut panjang indah dari dalam nya.. Mata nya bersinar terang.. Ia melayang terbang tinggi membaawa sebuah pedang bercaya hijau..
Gadis itu melayang dengan cepat nyaa di udara.. Ia berdiri tepat di bwah jasad Gania.. Ia menangis melihat nya.. "Maaf kan aku.!! Lagi-lagi kaau begini karenaa aku.." uccap nyaa..
Gadis itu terbang melayang menghadang Garcel dan Karina.. "Garcel.. Kau harus mengurus Gania..!! Pergi lah.. Biar dia aku yg mengurus nya.." ucap nya..
__ADS_1
Bersambung