MAWAR HITAM GANIA

MAWAR HITAM GANIA
bab 41: Hentikan..


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Gania berlri menghindar kkejaran Mesya dan kawan-kawan nya ia teru bersembunyi.. "kenapa mereka tidak berhenti menggangu ku.." batin nya.. "hei tunggu Gania... Jangan lari... Sudah aaku kata kaan pada mu.. Kau tidak mungkin bisa lari dari kami.." ucap nya..


Namun Gania tidak menghirau kan nya.. Ia teruss berlari menghindari kejaran merekaa.. buuk... Tiba-tiba saja ia menabrak seseorang di depan nya..


"Maaf kan aku.." ucap nya tanpa melihat siaapa yg dia tabrak.. "Gania... Ada apa..?" tanya laki-laki di depan nya itu.. Gania langssung melihaat ke araah suara yg di kenal nya itu.. "Gar.. Cel...!!" ucap nyaa.. Ia segera bersembunyi di balik punggung Garcel..


"Ada apa..? Kau di ganggu lagi oleh mereka..?" tanya nya Gania hanya mengangguk lesu.. Garcel melihat ke arah para gadis yg megejar Gania itu.. "berhenti..!! Kenapa kalian terus menggaanggu dia..? Salah apa dia pada kalian..?" tanya nya..

__ADS_1


MEsya tertawa terbahak.. "Sudah lah lepas kan saja dia..!! Dan serah kaan pada kami.. Ini semua bukan urusan mu. Lagi pula ini semuaa bukan urusan mu juga..!! Dan kau juga bukan dari sekolah kami.." ucap mesya..


Garcel tertawa.. "seperti nya kau tidak tahu siapa aku..? Baik laah, kalian semuaa ikut aku dan juga Gania.. Kau juga harus ikut aku.!! Kitaa ke ruang kepala sekolah sekarang.. Aku harus melapor kan kalian, jika ada sebuah penindasan di ssekolah ini.." ucap Garcel..


Tapi Mesya semakin mengejek nya.. Ia tidak menuruti perintah Garcel.. Dengan terpaksa Gania mmengikuti Garcel di samping nya.. "jaangan takut.. Aku ada di sini.." bisik Garcel..


"Mungkin sekarang kau hharus mengganti dulu baaju mu Gania..! Lihat kau basah kuyub seperti itu.. Sebenar nyaa apaayg mereka lakukaan pada mu.." ucaap nnya,


Garcel terdiam.. Ia terlihat marh.. Dn mengepal kan tangan nya.. Gania menarik nya.. Ia menggeleng tidak setuju, jika Garcel membalas ucaapan mereka

__ADS_1


Setiba nya di kantor kepala sekolah dengaan percaya diri nya Mesya masuk ke dalam.. "Kau juga tahu kan, jika kau mengadu pun kepala seekolaah tidakakan mendengar mu.. dia pasti lebih mendengar ku.. karena aku ini putri nya.. Siap-siiap saja, kkau yg akan di DO dari sekolah ini.." bisik nya pada Gania.. Gania hanya terdiaam..


Garcel melangkh kaki nya di depan meja kepala sekolah itu.. "Bagaimana bisA di sekolah ini ada penindasan dan juga pembulyan.. Sementara bapak kepala sekolah tidak tahu apa-apa..?


Kau lihat...!! Mereka semuamenindas dan menyakiti Gania..!! Apa kau akan diam saja..? Saya minta tindakaan tegas pada mu.. Hukum mereka bertiga jikaa tidak aku kan melpor kan ini pada ayah ku..!! Dan posisi kepaala sekolah aku yg akan menggantikan nya.." bisik Garcel pda laki-laki tua di depaan nya itu..


Raut wajah laki-laki ttua itu berubah menjaadi lebih tenang.. "MEsya.. Kau dan teman-teman mu yg melaakukan ini pada Gania..?" tanya nya.. Dengan percaya diri Mesya menghampiri nya..


"pah.. Papa kan tau aku tidak suka pada gadis itu.. Bukan nyaa menurut papa gadis macam gania harus di singkir kan.? Aku sudah menuruti yg papa suruh.. Jadi sekarang cepat keluar kan dia dari sekolah kita.. Sekolah kita tdak pantas memiliki murid yg yatim piatu dan juga miskin seperti diaa." ucap nya..

__ADS_1


Laki-laki tua itu bangkit dari tempat nya..plaak... Dia menampar pipi mEsya.. Gania terkejut mendengar nya.. "tutup mulut mu.. Yg seharus nya kluar dari sekolah itu kamu dan teman-teman mu..." jawb nya.. Mesyaa hanya bisa terdiam.. Ia tidak mengerti dengan semua yg terjdi pada nya tadi.. "Maksud papa apa..?" tanya heran..


Bersambung..


__ADS_2