
Ratu Camilia terkejut melihat kedatangan putra nya Garcel bersama putri Edelwis.. ia segera menghampiri mereka.. "Garcel kau juga datang nak..? Bunda senang melihat mu mau berbaur bersama pangeran lain nya.." ucap nya sambil memeluk putra kesayangan nya itu..
Garcel hanya tersenyum.. Sementara itu Edelwis terlihat canggung di hadapan ratu Camilia.. "kalau begitu ibu ratu dan pangeran Garcel berbincaang lah dulu.. Aku harus mencari ibu ku..!!" ucap nya berpamitan..
Ratu Camilia tersenyum lalu mengangguk.. "terima kasih telaah mengajak anak ku ke sini putri Edelwis.. Ini kali pertama nya dia mau datang ke acara seperti ini.." ucap ibu ratu camilia
__ADS_1
Edelwis tersenyum.. Ia mengangguk lalu pergi mencari ibu nya ratu Alexandra.. Edelwis berjalan santai di dalam istana itu.. Tiba lah dia di depan sebuah pintu kamar di depan nya,
Perlahaan ia membuka pintu nya dan masuk ke dalam.. Edelwis mendengar suara ibu nya yg tidak jaauh dari tempat itu ia mendekati asal suara nya.. Dan berhenti di salah satu pintu kamar yg ada di sana..
"kau itu seorang ayah yg sangat tega.. Aku sudah mencari tau semua yg terjadi di istana ini.. Bagaimana mungkin kau tega memasuk kan iblis itu padaa tubuh putra mu..? Dan kini kau menjauh kan dia dari semua anggota keluarga istanaa ini.. Dia itu pangeran di sini.. Dia putra pertama mu, yg tentu nya dia yg akan menjadi penerus mu.. Au memaang mengatakaan pada mu, kau bisa mengunci iblis hitam itu pada tubuh manusia yg telah mati..!! Kau ingat manusia yg telah mati.. Tapi kau melakukan itu padaa putra mu sejak diaa di lahir kan dulu.. Kau tidk bisaa berfikir, bagaimana jika iblis itu menyerap habis seluruh auradan kekuatan anak mu.. Ingat Garcel itu bukan manusia.. Dia itu penyihir, dia memiliki keturunan darah dengan mu.. Darah penyihir di satukan dengan darahiblis itu, akan mencelakai putra mu., kehidupan nya pun terancam.. Apa kau tidak berfikirke sana.." ucap Alexandra..
__ADS_1
Alexandra terdiam.. "yg bisa menyelamat kan hanya lah manusia yg memiliki tiga darah keturunan.. Seorang wanita yg terlahir sebagai dewi dan memiliki darah penyihir juga aura manusia yg kuat... Seperti...!!!" ucapan nya terhenti..
"Tidak au tidak bisa mengorban kan putri ku.. Jika saja itu berhasil putri ku yg akan mati.." batin nya.. Raja ganesha mengetahui kegelisahan Alexandra.. "aku mengerti yg kau fikir kan.. Aku tidak akaan membiar kan putra dan putri ku terluka.. Kau tenang saja selmaa Edelwis tidak mengetahui nyaa, kau bisa lebih tenang, setelah acara ini selesai, bawalah putri mu pergi dari sini.. Aku tidak mungkin melihat Edelwis terluka.. terlebih itu karena kebodohan ku.. Aku tidak bisa membiar kan putra dan putri ku terluka.." jawab Ganesha
Edelwis mendengar semua nya.. "jadi aku bisa menyelamat kan pangeran garcel dari iblis itu..!! Aku akan melakukan nya.. Tanpa sepengetahuan ayah dan ibu.." batin nya, ia langsung buru-buru pergi dari tempat itu..
__ADS_1
Bersambung