MAWAR HITAM GANIA

MAWAR HITAM GANIA
bab 29: kau tampan sekali


__ADS_3

Garcel menatap diri nya di depan cermin dengan jas putih dan sebuah mahkota di kepala nya, ia terlihat nampak begitu tampan dengan pakaian yg dia kenakan itu..


"apa ke putusan ku untuk menghadiri pesta itu benar..? bagaimana jika ayah marah pada ku..? Selama ini aku tidak pernah ikut ha semacam ini..!! Tapi demi Edelwis, aku akan menghadiri pesta itu.." ucapnya sendiri


Dengan percaya diri Garcel melangkah kan kkaki nya keluar, ia menghampiri Edelwis yg nampak terlihat melamun.. "heh.. Ada apaa..? Kenapa kau melamun..?" tanya Garcel ia menyentuh bahu gadis cantik itu.


Edelwis tersenyum.. "kau tampan sekali.. Aku saja bahkan terpikat oleh ketampanan mu pangeran..!! Kenapa kau tidak mauu enghadiri pestaa penyambutan ku..? Lihat kau tampan dan juga kau gagah pangeran.. Tunjukan diri mu pada dunia.. Jangan bersembunyi terus seperti tahanan di sini.." ucap nya..

__ADS_1


Garcel tersenyum.. "Baru kali ini ada seseorang yg tidak takut pada diri nya, gadis yg kini ada di depan ku ini dia mengulur kan tangan nya lebih dahulu pada ku.. Dia tidak menjauhi ku.. Dia menerima keadaan ku.. Padahal kami baru saja bertemu.. Tapi dia seolah di kirim oleh tuhan untuk menemani ku agar aku tidak kesepian lagi..!!" batin nya..


"Kalau begitu ayo kita pergi pangeran..!!" ucap Edelwis.. Garcel mengngguk.. Mereka berjalan bersama menuju aula di mana pesta itu di gelar.. Garcel sedikit bisa melupaakan kegelisahan nya..


Edelwis terus tersenyum, ada perasan aneh di hati nyaa saat dia berada di dekat garcel.. Ia melihat tangan Garcel yg berdampingan dengan tangan nya, Edelwis memberanikan diri nya, unuk menggegam tangan laki-laki itu..


"pangeran.. Kau tidak boleh menggegam tangan wanita lain.. Selain tangan ku ya..!! Tunggu aku kembali lagi ke sini, aku akan mengatakan sesuatu pada mu..!! Mungkin nanti setelah acaraa pestaa ini berkhir, aku dan ibu ku akan kembali ke negri kami.. Tapi aku pasti akan kembali untuk mu.. Dan aku pasti akaan menolong mu menyingkir kaan iblis itu.. Pangeran setellah aku pulang nanti,. Ku akan mencari tahu cara ny agar mahluk mengerikan itu pergi dan keluar dari tubuh mu.. Kau harus percaya pada ku ya pangeran Garcel.." ucap nya..

__ADS_1


Mereka kini tiba di aula pest tersebut.. Semua orang yg melihat kedatangan Garcel dan putri Edelwis terkejut.. Mereka tidak mengira jika Edelwis berani dan mau mendekati Garcel..


Terlihaat beberapa orang pangeran menghampiri mereka.. "Garcel.. Tumben kau mau datang ke acara seperti ini..?" tanya salah satu pangeran itu..


Edelwis tersenyum.. "Aku yg mengajak nya, dia juga sama seperti kalian kan..? Garcel juga seorang pangeran.. Dia berhaak aada dii sini bersama kalian.!! Oh ya aku lupa memperkenal kan diri ku.. Aku Edelwis.. Aku juga salah satu putri dari kerajaan ini.." ucap nya tegas..


Para pangeraan itu tidak menjawab.. Mereka memilih meninggal kkan mereka berdua.. Sementara itu Edelwis mengerti perasaan Garcel, ia terus menggegam taangan dingin pangeran itu..

__ADS_1


"tidak apa-apa pangeran.. Aku ada di sini.. Aku bersamaa mu..! Jangan memikir kan ucapan mereka tadi.. Kau juga berhak ada di sini.." ucap nya Edelwis menggegam erat tangan iu.. Garcel hanya terdiam..


Bersambung


__ADS_2