
Satu tahun berlalu sejak kejadian hari itu.. Mesya di keluaar kaan dari sekolah itu dan Gania bisa bersekolah dengan tenaang, sekolah itu pun kini di pimpin oleh Garcel, yg menjabat sebagai kepala sekolah di sana
Haari ini adalah hari kelulusan Gania ia berari dengan sangat bahagia dan mencari Garcel ia memegang piagam penghargaan milik nya, Ceklek ia membuka pintu ruangan Garcel.. Namun da tidak menemukan nyaa di mmana pun, Garcel tidak ada di sana
Sejak saat itu hubungan mereka menjadi lebih dekat.. Entah Garcel atau Gania yg memulai hubungan spesial di antara mereka berdua.. "Garcel..!! Garcel..!!" panggil nya.. Namun tidak aada jawaban..
Gania menaruh piagam itu di meja Garcel, ia menunggu nya di sanaa.. Tiba-tiba saja da seseorang ygmasuk ke dala ruangn itu.. Gania terhentak kaget melihat nya..
Seorang wanita menghampiri nya ia tersenyum ramah pada Gania.. "kau sudah tumbuh sebesar ini.. Maaf karena aku hidup mu berantakan.. Aku akan membuat hidup mu lbih berwarna lagi.. Aku akan mengeblikan lagi ingatan itu. Ingaatan tentang masa lalu mu.. Sudah waktu nya kau dan Garcel kembali ke dunia itu..." ucap nya..
Gania tidak mengeri dengan apa yg di ucap kan oleh wanita tadi.. "Maksud mu..? Kau siapa aku sama sekali tidak mengenaal mu..!" jawab nya.. seperti tersihir oleh sesuatu, Gania tidak bisa melepas kan diri dari wanita itu..
"ikut lah dengan ku.. Garcel sudah menunggu mu di sana..!! Aku datang ke sini untuk menjemput mu.." ucap nya.. Tubuh gania bergerak sendiri.. ia berjalaan mengikui wanita itu.. Namun tiba-tiba saja sekolah itu menjadi sangat sepi..
Wanita itu masuk ke dalam sebuah cahayaa an gania mengikuti nya dari belakang.. Ia pun masuk ke dalam cahay itu.. Muncul kini mereka di sebuah taman bunga mawar hitam..
Gania menutup mata nya, namun tiba-tiba saja ingatan nya muncul kembali.. Dia mengngat semua nya tentang duniaa itu.. Gana menarik nafas panjng dan membukamata nya perlahan.. Ia melihaat wanita yg kini ada di depan nya..
__ADS_1
"sudah mmengingat nya putri Gania...? Ataau putri Edelwis..! Di sini dunia mu sebenar nyaa..!! Bukan di dunia itu.." ucap nya.. Gania terdiam.. Ia menatap aneh pada wanitaa yg memakai penutup wajah itu..
"Siapa kau..? Kenapa kau membawa ku kemari..! Dan di mana aku sekarang..!!" ucap Gania.. Wanita itu membuka penutup wajah nya, ia tersenyum menyeringai..
"Kau ingat aku sekarang..? Aku Karina.. aku putri di negri Ganesha ini... Aku mengikuti mu hingga ke dunia itu dan menyamar sebagaai mesyaa.. Hanya untuk membuat mu sengsara.. negri kami berantakaan setelah kau menghancur kan nya.. Kau membunuh iblis hitm itu dan membunuh calon suami ku Garcel.. Tapi kenapa kauu di hidup kan kembali oleh Edelwis..! Kau yg membawa bencana untuk negri kami yg tenang ini.. Sudah sepantas nya kau mati..!!" teriak nya..
Gaania terkejut mendengar nya.. "Aku yg membunuh Garcel di sini..!! Tidak bukan aku.. Aku tidak mengingat apa pun sudah melakukan itu.. Tidak.." teriak nya..
Karina mengayun kan tangan nya, bola api berwarna merah keluar an mengenai Gania.. "Agh...!!" teriak nya.. Gaania tersungkur di depan nya..
"Kau harus merasakan apa yg garcel rasa kan dan negri ini harus membinasa kan mu..! Kini kau hanyaa manusia biasa.. Edelwis tidak ada lagi di tubuhmu.. Kau tidak da apa-apa na untuk ku.." teriak Karina..
Namun lagi-lagi Karinaamenyerang nyadengan ilmu sihir nya.. Gania terhempas auh dari tempat nya berada.. Buuuk.... Kepala nya terkena batu di belakang nya, Gania pingsan di sana..
Tanpa Karinaa menyadari darah Gania mengaliri sebuah makam tua yg berada tidak jauh ari taman bunga itu.. Darah itu meresap masuk ke dalam dan mengenai jasad seseorang yg terkubur dii dalam nya..
Sementara Garcel.. Ia juga tersedot mmasuk ke dalam negri itu... Iaa kini berada di istaana nya, sama seperti Gania, semuaa ingatan nya tentang negri itu kembali muncul di benak nya ia kembali ke kastil nya dulu.. Melihat sekeliling nya, tidak ada yg berubah dari tempat itu.
__ADS_1
Garcel pergi ke sebuaah taman yg dahulu ia gunakan untuk pertarungaan nya melawan iblis hitam itu.. ia kini mengingat jels semua yg terjadi.. Dengan sadar ia yg membunuh Gania saat itu..
Iblis itu menguasai tubuh nya, ketika dia bertarung melawan nya di dalam bersamaa Edelwis dulu.. Dan Ganiaa gadis itu menjadi korban dari iblis hitam itu..
"Gania...! Aku yg membunuh nya dengan tangan ku sendiri.." ucap nya sedih.. Ia melihat istana yg ayah dan ibu nyatempati dulu.. Istana itu kini terlihaat berantakan..
Garcel pergi ke sana, untuk melihat apa yg sebenar nya terjdi di istana itu.. Ia terkejut saat melihat jasad prajurit dan juga dayang yg bergelimpangan di sepanjang jalan itu.. "apa yg terjadi sebenar nya..? Kenapa semua nya jadi begini.." batin nyaa..
Ia maasuk ke dalam nya.. Terlihaat Kaisar dan Ratu ibu nya yg terlihat bingung juga ketakutan.. "Kakak.. Bunda...!! Apa yg terjadi di sini..?" tanya nya terkejut..
Kaisar dan ibu ratu terkejut melihst kedatangan Garcel.. "garcel.. Kau masih hidup..? Kau kembali lagi ke sini..?" ucap ibu ratu.. Ia memeluk putraa nya itu..
Garcel semakin tidak mengerti dengaan semua yg terjadi.. "Karina... Ini semua terjadi karena dia.. Beberapa waktu yg lalu dia mempelajari sihir hitam.. Namun saat semua nya teah dia kuasai dia banyak membunuh manusia.. Prajurit dan dayang pun menjadi korbn nya.. Rakyat-rakyat pun takut pada nya.." ucap nya.
"Karina...!! Lalu bagaimana kita bisa menghenti ksan nya..? Apa ada cara untuk menghentikaan karina.." tanya nya.. Kaisar mmengangguk.. "menurut ibu ratu Alexandra.. Ibunda Edelwis.. Karina hanya bisa di kalh kan oleh perisai hijau milik Edelwis..!! Tapi kita semua tahu, Edelwis dan kau tidak mungkin kembali lagi ke sini..!! Kami semuaa sudah melaakukaan segala cara untuk menghentikan nyaa.. Tapi tidak berhasil.." jawab kaisar..
Garcel terdiam.. "Edelwis sebenar nya bersemayam di tubuh gania..!! Tidak mungkin jika aku membawa Gania kembali ke negri ini.. Edelwis sengaja menjauh kan aku dan gania dari negri ganesha ini.. Tapi kenapa..? kenapa aku kini berada di sini.." batin nya
__ADS_1
Tiba-tiba saja Karinaaa datang iaa melayang-layang di udara dan menjatuh kan tubuh Gania dari atas sana.. Tepaat di depan Garcel.. Garcel terkejut saa melihat Gania yg tidak sadar kan diri nya.. "tidak ada yg bisa menghentikan ku... Aku sudah membunuh jelemaan dari Edelwis..." teriak nya..
Bersambung