
Edelwis bangkit dari tidur panjang nya, ia menangis melihat seluruh negri itu hancur di depan mata nya.. Ia elayang terbang saat mendengar panggilan Gania..
Ia kini berada di depan jasad gadis itu.. Tubuh Ganiaa masih tertusuk pedang milik Karina.. Ia melihat ke atas nya. Garcel yg sedang bertarung dengan wanita itu..
"Apa yg sebenaar nya terjadi..!! Sihir hitam itu menguasai tubuh Karina..? Tidak mungkin dia mempelajaari nyaa sendiri.. Aku sudah memusnah kan sihir dn iblis hitam itu..! Kenapaa kekuatann itu kini muncul lagi dan menarik Garcel dan juga Gani ke sini lagi.." ucap nya sendiri..
Edelwi menatap sedihh paada jasad Gania. "Maaf kan aku Gania.. Lagi-lagi kau kehilangan nyawa karena aku..!! Maaf kan aku, aku yg menyeret mu ke duniia ini.. Semua ini karena aku.." ucap nya sendiri...
Edelwis menghampiri Garcel, ia menatap tajam pada Karina.. "Garcel.. Biarr aku yg mengurus nya.. Kau harus mengurus Gania.." ucap nya. Garcel terkejut meliihat ke datangan Edelws di samping nya..
"Edelwis...!!" lirih nya.. Ia menatap ke bawah di manaa jasad Gania berada.. Ia segera menghampri gadis itu.. "Ganiaa...!! Gania bangun..!! Ganiiiiaaa...." teriak nya.
__ADS_1
Ia menyentuh tubuh Gania yg sudah mendingin itu.. hati nya terluka ia kehilangan gadis nya, untuk ke duaa kali nya.. Air mata nya tidak bisa di bendung lagi.
Sementara itu Edelwis mengejar karina, ia terlihat sngat marah, ia mengayun kan tangan nya sebuah cahaya hijau mmerasuki tubuh nya, dan berubah menjadi pedang perisai..
Edelwis mengayun kan pedang itu dan cahaya nya menyambar seperti kilat, yg langsung mengenai tubuh Karina.. Karina terlihat meringis ke sakitan..
Ia pun membaca sebuah mantra dan muncul lh pedang hitam di tangaan kiri nya, pertarungan sengit itu tidak bisa terhindari lagi ke dua gadis dengan ke kuatan besar itu saling menerang dan membuat kehanuran di mana-mana..
Karina terpental jauh.. "Aghhhh...!" teriak nya, ia juga memunth kan darah segar dari mulut nya, Edelwis masih terus mengejaar nya, ia dengan cepat melempar kan perisai hijau itu ke tubuh Karina pedang itu menancap dalam ke dada Karina... "Hagghhh..!!" rintih nya..
Edelwis menatap nanar pada gadis itu.. "Maaf kan aku, karenaa ak harus membunuh mu..!! Jika saja kau tidak bertindak sejauh ini.. Tentu aku tidak akan menghiilang kan nyawa mu.." ucap nya, Edelwis semakin menusuk dalam pedang itu ke tubuh Karina..
__ADS_1
Karina tidaak bisa laagi menahan diri nya, ia kehilangan nyawa nya di tempat itu.. Sementara Garcel ia masih memelluk gadis itu Gania.. Edelwis menghampirii nya.. Ia enyentuh Dahi Gania.. Dan membaca kaan sebuah mantra..
"Kembali lah ke duniaa kalian..!! Gania tidak kan meninggal.. Dia sudah aku selamat kan, jika kaalian segera kembali Gania akan kmbali hidup. Tetapi dia akan melupakan kejadian yg dia alami di sini..!! hidup lah sebaggai manusia dan raih lah kebahagian kalian.. Lupaakan lah duniaa Ganeshaa.. Dan jangan pernah kau kembali lagi ke sini.." ucap nya.. Garcel hanya mengangguk..
Sebuah cahaya putih menyilau kan menghampiri Garcel dan Gania, mereka kembali ke dunia itu.. Dunia manusia.. Sementara Gania masih belum sadar kaan diri nya dan Garce segera membawa nya ke rumah sakit, sesaat sesampi nya di dunia itu..
Untuk beberapa hari Gania di rawat di rumaah sakit, ia tidak mengingat sama sekali apa yg terjadi pada nya, yg dia ingat hanya lah mesya yg menyerang nya di kanntor Garcel saat itu..
Ia sama sekali tidak mengingat kejadian di dunia Ganesha. Dan kini garcel dan juga Gania hiidup layak nya orang yg biasalin nya, mereka tidak pernah kembali ke duniasihir Ganesha.. Walaau pun sebenar nya, Garcel tidak pernah melupakan kejaadian itu...
Dua tahun kemudian.. Garcel dan Gania menkah.. Khir nya merekaa hidup bahagia.. Tanpa tahu masa lalu merekaa berdua...
__ADS_1
End..