
Mesya terkejut mendengaar nya, ia tidak percaya dengan semua yg terjadi tadi.. "Maksud papa apa..? Kenapa harus ku yg di keluar kan dari sekolah ini..? Bukan nya selama ini papa tau jika aku memang melakukan nya pada gadis siaalan ini..? Kenapa sekarang papa tiba-tiba saja marah pada ku..?" tanya nya..
Garcel tertaawa mendengar nya.. "oh jadi selama ini bapak kepaala sekolah mengetahui segala nya..!! Kau tau jika di sekolah ini ada penindasan dan pembuliyan..? Dan kau tidak mencegah nya..? Atau pun melindungi murid mu sendiri..? Hanya kaarena pelaku bulying itu putri dari kepala sekolah..? Dan kau juga mentang-mentang kau putri nya kau bisa seenak nya pada orang lain..? Baiklah aku akan melapor kan ini pada ayah ku.... Dan sesegera mungkin mengganti sistim dari sekolah ini.. Kau kepala sekolah dan juga kau aaku keluar kan kalian dari sekolah ini.. Dan dengar untuk semua siswa di sini baik itu guru aatau muridh,jika saya temui kasus seperti ini laagi, saya tidak segan untuk mengeluar kaan kalian semua.." teriak Garcel.
Mesya tidak percaya jikaa dia sendiri yg di keluaar kan dari sekolah.. Ia terlihat sangat marah.. "siapa kau berani-berani nya mengeluar kan aku dan juga ayah ku dari sekolah ini..? Kau juga seorng siswa seperti kami.. Apa hak mu untuk itu.." ucap nya penuh emosi
__ADS_1
Garcel menatap tajam pada nya.. "Aku memang bukan siswa di sini..!! Tapi ini sekolah ku.. Yayasan yg menaungi sekolah ini milik kkeluarga kaami.. Jadi tentu aku berhak untuk memecat atau menfrop out siswa dan guru bermasalaah di sini.. Dan aku jugaa tidk sepadan dengan mu.. Aku kee sni hanya menyamar sebagai siswa.. Untuk menangkap basah kaliaan danperbuatan kalian pada Gania.. Atau pada murid yg lain nya.." jawab nya penuh kemenangan..
"Apa.. Jadi dia anak dari pemilik yayasan sekolah ini..? Tu.. Tuan Garcel...!!!" ucap para guru yg lain nya terkejut.. Gania juga terkejut mendengaar nya.. Ia hanya menunduk malu..
"Jadi kau haarus keluar dari sini sekarang...!! Mula hari ini jabataan kepala sekolah aku yg akan mengurus nya...!!" ucap Garcel.. Mesya menunduk malu, ia dan juga ayah nya pergi meninggal kan sekolah itu..
__ADS_1
Garcel menghampiri Gania.. "Sudah.. Semua nya sudah berakhir.. Sekarang kaau hanya harus fokus pada belajar mu. Aku berjanji tidak aakan aada yg bisa mengganggu mu lagi, dan jkaa kau bisa membuktikan pada ku, tentang nilai mu, aku berjanji akan meembiyayai pendidikaan mu, hingga kau menjadi orang yg sukses nanti.. Jaangan takut, jika terjaadi lagi hal seperti ni, kata kan pada ku.. Aku aka langsung menghukum mereka.." ucap Garcel..
Gania haanya menatap nya.. "kenap kau tidak bilangjika sebenaar nya kau itu putra pemilik yayasan sekolah kami..? Pantas saja hari itu, kau berada tidak jauh dari sekolah ku..?" tanya nya..
Garcel tersenyum.. "itu karena, aku ingin mengawasi dulu gerak gerik dari kepala sekolah dan ternyata juga mesya itu puri nya, sebenar nyaa, phaak yayasan kami sudah menyelidiki kepala sekolah jadi jika kepalaa sekolaah itu di pecat itu bukan salah mu yah..!! Kau tidak bersalah sama sekali.." jawab nya.
__ADS_1
Gania hanya mengangguk.. "terimaa kaasih Gar... Eh makssud ku pak Garcel..!!" jawab Gania,, Garcel tertawa.. "tidak usah caggung begitu panggil aku Gaarcel saja.. Lagi pula kitaa kan teman..!!" ucap nya...
Bersambung..