
Gania melayang-layang di udara ia mengejar iblis itu. Pertarungan di antara mereka tidak bisa di hentikan.. Edelwis sudah menunggu kesempata. Ini, ia menunggu seribu tahun untuk pertarungan itu dan juga semua kekuatan nya telah kembali..
"Berikan perisai itu untuk ku.. Jika tidak kau harus aku bunuh ," teriak iblis itu yg juga menguasai tubuh Garcel. Edelwis tertawa mendengar nya.. "Tidak akan pernah.. Itu tidak akan terjadi.." jawa. Nya..
Edelwis mengayun kan perisai itu ke arah tubuh Garcel.. Sebuah kilatan hijau keluar dari tangan nya, Tubuh itu terpental jauh.. Namun iblis itu lagi-lagi bisa bangkit, sementara ganesha, ia hanya melihat pertarungan itu dari tempat nya, ia membiar kan putra da. Putri nya bertarung dia terlihat tidak peduli pada mereka,.
"hah silahkan terus bertatung da. Membunuh satu sama lai. Nya, aku yg akAn mendapat kan perisai hijau itu... Kalian itu bodoh.. Aku yg memanfaat kan kalian semua.."Batin nya, tersenyum licik ..
Edelwis melayang di atas nya.. "Mada saka sara mada... Mada saka sara mada..." teriak nya.. Cahaya hijau dan putih itu bersatu.. Membuat satu cahaya yg memiliki kekuatan besar.. Tubuh garcel terhempas dAn terkunci di bawah nya..
__ADS_1
Edelwis tersenyum... "bulan purnama bulan sabit merasuk lah pada tubuh pangeran garcel... Musnah kan iblis itu... Kembalikan tubuh pangeran garcel seperti semula..." ucap nya..
Ke dua cahaya itu meradu dan menjadi satu merasuki tubuh pangeran Garcel... "haaagkkhh....." teriak garcel saat kekuatan utu masuk ke tubuh nya..
Tubuh gania perlahan nendekat pada garcel yg ada di bawah nya.. Ia menyentuh dahi Laki-laki itu.. "Aku akan menolong mu menjadi diri mu sendiri.. Sara dama rada... Sara dama rada..." ucap nya memulai mantra Kesembuhan untuk garcel..
Ia Menutup Mata nya... Cahaya dari tubuh nya memenuhi tempat itu.. Terlihat saat itu Garcel yg juga menutup mata nya.. Ia dan Edelwis kini berada di dalam tubuh itu.. Garcel menatap lirih pada gadis itu.. "Ayo kita lawan iblis utu.. Untuk membebas kan muu dari nya.. Aku akan berusaha Mengulangi lagi apa yg kita lakukan seribu tahun yg lalu..." Ucap nya..
Kini mereka berhenti di satu rumab tua, Edelwis dan juga Garcel saling menatap lalu mengangguk.. Mereka. Masuk bersma... Iblis itu terkunci dan terikat oleh kekuatan Edelwis...
__ADS_1
Edelwis mengeluar kan pedang perisai hijau itu.. ia langsung menusuk nya tepat di dada iblis itu.. "Aaaaaggghhhhh........" teriak nya... Kekuatan Edelwis menyatu dengan perisai itu..
"jika kau membunuh ku.. Kau juga membunuh Garcel.. Aku adalah dia.. Dan dia adalah aku.. Jika aku mati maka dia juga akan mati.... Kau bukan hanya membunuh ku tapi juga membunuh nya .... Aaagghh..." teruak nya ..
tapi edelwis tidak mendengar nya, ia terus menusuk pedang itu lebih dalam lagi.. Tibaa-tiba saja tubuh garcel merasakan sakit yg luar biasa di dada nya "Ukhuk..." ia memuntah kan darah segar dari mulut nya..
Tubuh gania yg kini di kuasai oleh Edelwis itu tersadar mu. "Pa... Pangeran Garcel... Ada apa dengan mu..!!" ucap nya.. Namun tubuh itu tidak mendengar ucapan Gania.. Wahah garcel tiba-tibaa saja berubah ia tersenyum melihat gania.. "Kau juga harus mati hari ini..." ucap nya..
Tiba-tiba saja tangan dan kuku-kuku garcel berubah menjaadi hitam dan menusuk kan kuku - kuku itu Ke tubuh gania... "Sreet.....!!!" dengan cepat tangan itu metobek kulit dan daging gania... "Pa.... Pangeran....!!!" lirih nya... "Ukhuk....." gania memuntahkan darah dari mulut dan hidung nya... sebelum ia menutup mAta nya...
__ADS_1
Bersambung