MAWAR HITAM GANIA

MAWAR HITAM GANIA
bab 35: tidak mungkin


__ADS_3

Ganesha terpaku melihat wajah gadis itu di depan nya.. Ia menjauh beberapa langkah dari ke duaorang yg kini ada di depan nya.. ia tidak percaya dengan yg dia lihat..


"Edelwis tidak mungkin.!!" ucap nya terbata.. Ia terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi.. "ya aku di sini sekarang... Kau mungkin telah memunuh tubuh ku.. Tapi dak dengan ku.. Kau lupa akulah ewi kehidupan.. Aku lah yg memberikaan kalian kehidupan.. Berani-berani nya kau masuk ke sini danngin menghaancur kan istana ini..!! Belum cukupkah kau telah menciptakan kerusakan di mana-mana.. Di negri mu dan di negri ku.. Aku tidak akan membiar kan mu kali iini.. Sekalipun kau itu ayah ku.. Aku telah kembali ke sini dan akan mengaambil apa yg au ambil dari ku dulu.. Dan menolong dia.." teriak nya..


tubuh Gania melayang-layang.. ia mengayun kan tangan nya dan mengrah kan nya pada Ganesha.. "darasakamaada.. Daramada saka... Wahai cermin dan perisai hijau muncul lah.. tunjukan kehadian mu di hadapan ku.. Aku memanggil mu.. Darasakamada daramada saka... Cermin kuttukan cermin cahaya purnama... Tunjukan kekuatan mu sekarang..." ucap nya..


Tiba-tiba saja tubuh Gania terus membumbung tinggi..cahaya bulan yg saat itu purnama menutupi tubuh nya.. Iia menari-nari di udara gerakan tubuh nya sangt indah di lihat mata siapa pun yg melihat nya.. Tubuh Garcel ikut merasakaan tarikan energi yg kuat yg Gania keluar kan.. tubuh nya pun ikut melayaang, semuaa yg ada di dekat nya berubah menjadi hitam.. Ia terus mengikuti kemana arah tangan Gania menuntun nya..


"ini yg kau maau kan Ayah.. Kehancuran untuk negri penyihir.. Aku tidak akan membiaar kaan kau menyakiti lagi kekasih ku.. Menikah..? Kau akaan menikah kan putra mu dengan wanita yg hampir membunuh tubuh kecil ini.. Garcel tidak akan aku lepas kan.." teriak nya..

__ADS_1


Garcel melihat kemaarahan di mata Edelwis y kini bersemayam Di dalam tubuh Gania.. Hembusan angin begitu kencang, semua burung dan binatang lain nya lari ketakutaan melihatnya.. Cahaya buln purnama kini meredup.. "kau tega pada rakyaat MU pada pputra mu an juga pada ku.. Kau mengorban kan rakyat Gaanesha untuk kepentingan mu.. Kau bahkan membiar kan Garcel meminum darah mereka.. Aku taahu niat busuk mu.. Kau menyerah kan tubuh puta mu untuk menjadi cangkaang bagi sang iblis..? Aku taahu semua itu..!! Kau merubah putra mu sendiri menjadi monster menjaauh kan diri nya dari kehidupan nya.. Aku tahu semua dan sekarang aku Akan menghentikan nya.." teriak Edelwis..


Ia meraih tangan Garcel menarik nya dan mendekat kan wajah nya.. "Sadaramada... Daramada saka..." ia terus membaca sebuah mantra di hadapan mereka..


Gaanesha tidak bisa menahan kekuatan sebesar itu.. Ia tertegun dengan apaa yg edelwis keluar kan.. "perisai hijau...!!" ucap nya pelan... Ganesha memang menunggu kedatangan kembali Edelwis di negri penyihir untuk merebut perisai hijjau yg selama ini di cari nya..


"Jadi perisai itu ada pada mu selama ini... Ku lihat Sang ibliis... Perisai yg kau cari muncul dengan sendiri nya.. muncul lah iblis hitam.. Ini yg aku janji kan... Aku telah membawa nya pada mu..." teriak nya... Ia tertawa sangat keras


Wuushhh... Ia mengeluar kan seluruh kekuatan pada tubuh gadis itu... Para dayang yg melihat nya menjerit ketakutan.. semua yg di lalui iblis hitam itu terbakar habis..

__ADS_1


Gania tersenyum sinis.. "Akhir nya kau keluaar juga iblis.. Aku sudah menunggu pertarungan ini..." teriak nyaa..


Iblis itu tertawa.. "berikan pedang perisai hijau itu paada ku.. Jika kaau tidak ingin mati seperti seribu tahun yg lalu..." teriak iblis itu.. Tapi gania tidak bergeming.. Ia tersenyum


"Aku tidak akan memberikan ini..! Tidak akan pernah..." jawab nya.. Ia mengayun kan memutar perisai hijau itu untu melindungi para dayang yg aada di baawah mereka.. Ia menatap ke arah istana tempat ibu nya berada..


"aku akan segera menyelesai kan ini ibu.. Aku dan ibu dan juga pangeran Garcel akan ikutt ke dunia kita.. Aku akan pastikan duniaa ini hancur dan menghancur kan iblis dan juga ayah..." batin nya..


"Daramada sakaa... Daramada saka...." teriak nya ia memasuk kan pedang itu ke dalam tubuh nya.. "jika kau mengingkan ini.. Kau harus membunuh ku dulu.." ucap nya tersenyum meneringai.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2