
Happy reading !
" Terima kasih kak, kakak sangat mengeti ku " kata Dilra tersenyum lebar.
Sekarang Dilra dan Dylan sedang duduk di mobil dan mereka sedang memakai sabuk pengamanya masing masing.
" Oke sekarang kita akan pergi ke mana ? " Tanya Dilra sedikit marah pada Dylan.
" Aku akan membawamu ke sana " ucap Dylan singkat.
Di saat perjalanan Dilra hanya diam saja. yang kemudian Dylan mencoba bertanya kepada Dilra.
" Apa semua itu benar ? " tanya Dylan serius.
" Maksud kakak ? aku tidak mengerti. apanya yang benar ? " tanya Dilra kembali bertanya.
" Kamu benar pacar Yibo ? " ucap Dylan langsung.
" Oh.. iya aku sekarang kekasih kak Yibo " jawab Dilra senang. tetapi itu membuat Dylan marah yang kemudian Dylan melajukan mobilnya sangat kencang.
" Aaahh kakak... pelan pelan saja mengemudinya ! ini bisa membahayakan nyawa kita. " teriak Dilraba.
" Aku sudah tidak tahan " batin Dilra dalam benaknya.
yang kemudian dia menghentikan mobilnya dan menepi di pinggir jalan.
Dylan pun melepaskan sabuk pengamanya dan kemudian tiba tiba saja dia mencium bibir Dilraba dengan kasar dan tanpa dia sadari ciuman paksa Dylan itu mulai turun di leher Dilra.
" Emmhh kakak.. hahh.. hah.. aku ti...dak.. bisa ber..nafas... hentik..aan ini kak.. " ucap Dilra. Dilra ingin mendorong Dylan tapi tidak bisa karena tenaga Dylan yang lebih kuat dari padanya.
__ADS_1
" Kaka jangan begini. emmhh.. " ucap Dilra. Dylan dengan ganasnya masih mencium leher Dilra dan menggitnya.
" Aaahhh.. Kakak.. kalau kakak tidak ingin menghentikanya aku tidak akan memaafkan kakak." ucap Dilra yang kemudian membuat Dylan sadar dan berhenti.
" Ahh Maafkan aku Dilra, aku tidak tidak dalam kendali tadi " ucap penjelasan Dylan.
" Aku tidak menyangka kaka akan melakukan hal seperti ini . " ucap Dilra yang kemudian dia keluar pergi meninggalkan mobil Dylan.
" Aahhh.. kenapa aku seperti ini ! kenapa aku tidak bisa menahanya " teriak Dylan dalam mobil.
" Kalau seperti ini Dilra pasti akan semakin membenci ku " kata Dylan.
" Dasar, bastard. katanya dia membenciku. tapi kenapa dia melakukan ini " ucap Dilra marah marah.
" Huh..aku ini di mana ? aku hatus temukan taksi dan pulang " ucap Dilra.
Di rumah Dilra yang baru tiba ke rumahnya malam hari.
" Huh untung saja Mama dan Papa belum pulang. aku harus segera membersihkan diri " ucap Dilra segera meuju ke kamarnya.
" Ahh.. bekas tanda apa ini ? " ucap Dilra bertanya tanya dan kemudian memulai mengingat sesuatu yang terjadi tadi.
" Apa.. apa ini bekas gigitan Dylan ! " ucap Dilra yang kemudian menutupi bekas itu dengan make up nya yang sedikit tepal di bagain leher.
" Aku tidak menyangka kaka akan seperti itu " batin Amanda.
drrtttt ... drrttt..
" Dilra.. bagaimana apa sudah selesai ? " telfon suara Yibo.
__ADS_1
" Sudah selesai " Jawab Dilra dengan nada semangat.
" Syukurlah aku senang mendengar suaramu itu. kamu pasti capek kan seharian. kalau begitu kamu istirahat dan aku akan menutup telponya ya. See you tomorrow baby.. " ucap Yibo.
" Iya kak.." balas Dilra dan kemudian mematikan telfonya.
" Apa hanya perasaanku saja ya ? sudahlah mungkin kakak mengerti kalau aku lelah " pikir Dilra.
Setelah itu Dilrapun turun ke bawah.
" Bi mana mama dan papa ? " tanya Dilra kepada bibinya.
" Tadi kata nyonya sama tuan beliau berpesan kalau tidak kembali ke rumah malam ini karena ada urusan di kantor " jawab bibinya.
" Oh begitu.. " Jawab Dilra kepada bibinya.
" Syukurlah Papa sama Mama pergi jadi aku tidak perlu menutupinya. " batin Dilra.
" Yeahhh... lebih baik aku tidur saja sekarang " kata Dilra.
Hallo para pembaca yang sedang rebahan sambil membaca novel ini. 😂
jangan lupa tinggalkan jekak kalian ya..
dengan cara memberikan Like, Comment dan berikan vote untuk author.
karena itu semua bisa membantu author agar tetap semangat dalam menulis ceritanya.
Terima kasih ~
__ADS_1