
Happy reading !
“ Harus bagaimana aku menghadapi kakak besok ? “ ucap Dilraba bingung.
Keesokan pagi yang begitu cerah. Dilra bangun dari tidurnya yang begitu melelahkan.
Kemudian Dilra berlari untuk turun ke bawah menemui papanya yang telah kembali.
“ Papa.. “ teriak Dilra senang melihat sosok papanya yang di rindukan.
“ Dilra sayang.. “ sahut papanya bahagia melihat anak kesayangan.
“ Bagaiman keadaan papa di sana ? “ Dilra bertanya cemas.
“ Papa baik dan sehat seperti yang kamu lihat “ kata Papanya.
“ Papa nggak akan pergi ke luar negeri lagi kan ? “ kata Dilra bertanya.
“ Sebenarnya papa ada kabar buruk sayang buat kamu. “ ucap Papanya bersedih.
“ Papa dan mama harus kembali ke sana lagi dan akan meninggalkan Dilra di sini “ kata papanya tidak tega meninggalkan Dilra.
“ Dilra dengarkan Papa, papa sangat sayang pada Dilra. Karena di luar sana banyak sekali saingan bisnis papa. Jadi Dilra mau nggak mengikuti permintaan papa mu ini sayang ? “ ucap Dilmurat.
“ Karena papa akan pindah ke luar negeri sementara waktu dan tidak bisa menjaga Dilra, papa mau Dilra pindah ke sekolah yang terdapat asramanya. Papa menitipkan Dilra ke sekolah tersebut karena kepala sekolah tersebut teman kepercayaan papa. “ kata Dilrmurat menjelaskan demikebaikan Dilra sendiri.
__ADS_1
“ Tapi kenapa pa ? kenapa aku nggak ikut papa saja ke sana ? “ pertanyaan Dilra pada papanya.
“ Belum waktunya Dilra. Papa ingin Dilra juga dapat mandiri dan bisa menjaga diri Dilra sendiri dengan baik “ perkataan Dilmurat untuk anak tersayangnya.
“ Dilra mau kan ? “ bujuk papanya lagi.
“ Bagaimana ini apa aku ikuti permintaan papa saja ya. Kalau papa pergi pasti tinggal aku dan Xiao li saja. Dia pasti akan lebih semena- mena. Dan lebih baik untuk ku karena aku bisa menghindari Dylan dan juga kak Yibo kan ? “ pikir Dilra dalam benaknya.
“ Tapi Dilra punya sayarat pa. “ ucap Dilra
“ Syarat apa sayang ? “ Ucap Dilmurat.
“ Yang akan pindah ke sekolah asrama itu Cuma Dilra saja dan kak Xiao li tidak boleh ikut “ permintaan Dilra.
“ Kenapa memangnya sayang ? “ ucap Papanya penasaran.
“ Baiklah itu lebih baik.“ kata Dilmurat setuju.
“ Besok papa akan antarkan kamu sayang “ ucap Papanya.
“ Baik pa “ jawab Dilra senang.
Akhirnya pagi ini Dilra tidak jadi pergi ke sekolahnya itu dan bisa menghindari Wang Yibo. dan berbeda dengan nasib Dylan saat ini.
Memang takdir berkata lain. Ternyata Orang tua Dilraba dan orang tua Dylan telah merencanakan semua ini untuk anak-anaknya. Ternyata bukan hanya Dilraba yang akan pindah Dylan juga ikut pindah ke sana dan itu kesempatan baik untuk Dylan.
__ADS_1
Dan saat Dylan di suruh papanya untuk pindah dia langsung menyetujuinya karena Dilraba juga ikut.
Benar - benar kesempatan yang bagus untuk Dylan.
( Di sekolah )
Saat itu Yibo benar-benar menunggu kedatangan Dilra akan tetapi Dilra tidak muncul – muncul dan Yibo hanya bertemu dengan Xiao li kakaknya Dilra saja.
“ Xiao li “ panggil Yibo.
Mendengar itu kemudian Xiao li menghampiri Yibo yang memanggilnya.
“ Ada apa ? tumben memanggilku “ cetus Xiao li tanpa basa basi.
“ Tidak hanya saja... dimana adik mu ? “ tanya Yibo penasaran.
“ Kamu belum tau ya ? Dilra sebentar lagi akan pindah ikut papa dan mamanya ke luar negeri “ jelas Xiao li.
“ Apa pindah ? kenapa mendadak sekali “ ucap Yibo terkejut.
“ Lalu kalau Dilra pindah kenapa kamu tidak ikut juga ? “ Tanya Yibo lagi.
“ Kita berdua berbeda. Aku hanyalah anak yang di adopsi oleh papanya. Tentu saja hanya Dilra saja yang terpenting “ kata Xiao li sedikit kesal mengatakanya.
“ Begitu ya “ tanggapan Yibo biasa saja.
__ADS_1
“ Ya sudah aku mau pergi dulu “ kata Xiao li meninggalkan Yibo itu.
“ Huft.. mengapa Dilra tidak memberitahuku. Apa dia pikir aku marah ya karena kejadian kemarin ? “ pikir Yibo.