Me, Him And You

Me, Him And You
Bagian 3


__ADS_3

Tahun berlalu begitu cepat. Saat ini Dilraba sudah memasuki usia 17 tahun sedangkan Xiao li sudah berusia 18 tahun. Usia mereka berbeda sekali.


Saat ini di sebelah rumah Dilraba ada tetangga baru dan keluarga tersebut sedang berkunjung di kediaman Dilmurat.


Kelurga itu bermarga Wang, tidak hanya itu keluarga tersebut juga memiliki anak laki laki yang sangat tampan yang usianya sama dengan Xiao li.


“ Ohh.. apakah ini tetangga baru kita “ ucap Dilmurat kepada keluarga Wang yang tentu saja Dilmurat telah mengenal keluarga Wang karena mereka merupakan teman sekolah nya jaman dulu.


“ Lama tidak bertemu Wang “ sapa Dilmurat ramah.


“ Lama juga tidak bertemu, saat bertemu seperti ini kamu tiba tiba sudah memiliki seorang anak saja “ ejek Wang.


“ Kamu bisa saja aku mendapatkan anak ku ini dengan susah payah Wang. Akan aku ceritakan nanti. Apakah ini anak mu ? tampan sekali dia “ jelas Dilmurat.


“ Dia memang setampan seperti ku Dil “ balas Wang.


“ Ini dia anak ku Dilraba “ ucap Dilmurat memperkenalkan anaknya.


“ Siapa nama mu nak ? “ tanya Dilmurat pada anak tampan itu.


“ Namaku Dylan Wang “ ucap Dylan.


“ Lalu siapa gadis yang satu ini ? “ tanya Wang penasaran.


“ Oh ini Xiao li anak angkatku “ jelas Dilmurat santai.


“ Baiklah nak apakah kalian mau main bersama sama di taman ?“ tawar Dilmurat.

__ADS_1


Ditaman Dylan yang sedang bersama dengan Xiao li itu kemudian pergi meninggalkan Xiao li sendiri untuk mendekati Dilraba yang sedang sendiri bermain.


Dylan menghampiri Dilraba yang sedang sendiri duduk di taman.


“ Kenapa kamu sendiri di sini ? “ tanya Dylan.


“ Karena kakak tidak mau menemaniku “ jawab Dilraba.


“ Kalau begitu biar aku yang menemani mu di sini menggantikan kakamu “ Ajak Dylan.


“ Aku Dylan, nama kamu siapa ? “ Tanya Dylan dan menyalurkan tanganya untuk berkenalan.


“ Aku Dilraba panggil saja aku Dilra “ ucap Dilraba.


“ Eh ada sesuatu di rambut mu, aku akan ambilkan ya ? “ ucap Dylan kemudian dia mengambil sesuatu yang menyentuh rambut Dilra.


Melihat kedekatan itu semua membuat Xiao li tidak senang karena pertama kali melihat Dylan Xiao li sudah menyukainya tentu saja karena ketampanan Dylan. Xiao li memang berjanji untuk melindungi adiknya dan mengalah akan tetapi untuk masalah orang yang di cintainya dia tiak akan mengalah kali ini.


Karena Xiao li berpikir bahwa adiknya sudah mempunyai apa yang tidak bisa dimilikinya karena itu dia tidak akan membiarkan Xiao li merebut Dylan.


Xiao li akan melakukan segala cara untuk menjauhkan Dilraba dengan Dylan.


Semakin hari Dilraba dan Dylan menjadi akrab dan lengket tidak bisa di pisahkan dan itu semua membuat Xiao li jengkel. Hingga Xiao li melakukan sebuah rencana bagus untuk membuat Dylan membenci Dilraba.


Di taman Xiao li mengajak adiknya ke tepi danau buatan milik keluarganya. Di sini Xiao li akan melakukan pertengkaran dengan Dilraba dan dia akan menjatuhkan Dilraba ke danau akan tetapi saat Daylan tiba di sana Xiao lin memegang tangan adiknya dan memutar aksinya bahwa Xiao li di dorong Dilraba karena adiknya marah denganya. Dylan yang baru sampai dan hanya melihat saat Dilraba mendorong kakanya di danau buatan itu kaget melihatnya dan berlari ke arah Diraba kemudian meminta bantuan untuk menyelamatkan Xiao li di sana.


Mendengar suara teriakan itu petugas pun menyelamatkan Xiao li dan Papa Dilmurat menggendong Dilraba.

__ADS_1


“ Kamu tidak apa- apa sayang ? “ tanya Papanya.


“ Aku baik baik saja pa, aku tidak mendorong kaka pa “ jujur Dilraba memberi tahu.


“ Dylan aku benar tidak mendorong kakak ku “ jalas Dilraba.


Tetapi Dylan hanya diam tak memberikan jawaban. Melihat itu hati Dilraba sakit.


Semejak kejadian di danau itu Dylan seperti menjaga jarak kepada Dilraba dan Dylan selalu menemani Xiao li.


Karena tidak ada teman Dilraba memutuskan untuk membaca buku di perpustakaan rumahnya. Saat itu Dilraba sedang kesusahan mengambil bukunya. Kemudian entah dari mana Dylan datang dan mengabilkan buku tersebut.


“ Lain kali kalau butuh sesuatu minta tolong lah kepada penjagamu “ ucap Dylan cuek.


“ Kak Dylan apa kakak marah sama Dilra ? “ tanya Dilra. Dylan tidak menjawab dan kemudian pergi meninggalkanya.


Ternyata saat beberapa hari Dylan menemani Xiao li, Xiao li selalu menceritakan sifat Dilraba yang buruk selalu menindasnya. Padahal itu sebaliknya. dan karena percaya dengan perkataan Xiao li Dylan pun menjauhi Dilraba. Karena Dylan tidak menyukai gadis jahat yang berpura- pura lemah di depanya.


Hallo semuanya jangan lupa tinggalkan jejak kalianya dengan memberikan Like, Komentar, dan Vote untuk tetap selalu mendukur Autor ya ~


Agar autor smeangat dalam membuat jalan ceritanya..


Semoga kalian yang membaca menyukainya..


Dan terima kasih untuk kalian semua yang telah mendukung


Autor dengan MengVote sebanyak banyaknya..

__ADS_1


Xie Xie


__ADS_2