Me, Him And You

Me, Him And You
Bagian 22


__ADS_3

Happy reading !


Saat ini Dilraba dibtemani oleh kedua orang tuanya yang telah pergi dari kediamanya dan akan segera pergi ke tempat baru dimana Dilra akan tinggali saat ini.


Di dalam perjalanan menuju tempat barunya Dilraba hanya terdiam saja dan seperti terpikirkan sesuatu.


" Ada apa Baby ? " tanya Mamanya yang sedang melihat wajah Dilra yang sedih.


" Tidak ma. hanya saja.. apa ada barang Dilra yang tertinggal. setelah Dilra ingat-ingat lagi ternyata tidak ada ma " elak Dilra menutupi.


Dilra benar-benar tidak bisa menyembunyikan keresahnya di balik wajah cantiknya.


Dilraba begitu saja terpikir akan Dylan.


" Setelah semua ini terjadi mengapa aku masih saja memikirkan mu ? akan tetapi ini adalah yang terbaik untuk ku dan untukmu kan. " pikir Dilra dalam-dalam.


" Dilra.. Dilra.. Sayang.. " panggil Papanya.


Dilra terkejut " Eh iya pa ? ada apa pa ? " kata Dilra.


" Kita sudah sampai " ucap Dilmurat.


Ternyata saat Dilra melihat kedepan Mobil Dilra ternyata berhadapan dengan mobil Dylan. melihat itu Dilra jadi terkejut. mengapa mobil Dylan ada di sini.


" Pa bukanya itu mobil milik Dylan ? " tanya Dilra.

__ADS_1


" Iya. Dylan ada di sini " kata Dilmurat singkat.


Wajah Dilra sontak berubah ada rasa senang dan juga sedih bercampur di dalam hatinya. Dilra senang bisa bertemu dengan Dylan lagi tapi kesedihan Dilra juga yang ingin menjauh dari Dylan.


" Aku tidak tau apa yang sedang di pikirkan papa " batin Dilra.


" Ayo kepala sekolah telah menunggu " ucap Dilmurat kemudian membawa Dilra keluar.


Dan ternyata rencana Dilra di pindahkan bukan hanya sendirian saja. ternyata selama Dilmurat dan istrinya pergi ia menitipkan putrinya Dilraba dengan Dylan yang sudah di anggap menantunya oleh Dilmurat.


" Pagi Om dan tante "


" Pagi juga Dilra.." sapa Dylan.


" Ahh.. iya om kebetulan tadi malam Dylan tidur dengan nyaman sekali " kata Dylan.


" Oh kebetulan kamu ternyata menyambut kedatangan kita Brahman. padahal kita akan masuk. " sahut Papanya.


" Jadi Dilra, paman ini namaya Brahman papa akan menitipkan kamu ke teman baik papa ini. jadi kamu harus dengar peraturan paman Brahman ya. dan juga kamu punya Dylan yang nantinya menjaga kamu juga. ya kan Dylan ? " tanya Dilmurat.


Brahman menunjukan wibawanya sebagai kepala sekolah dan teman baik Dilmurat. " Ehmm.. Dilra dan Juga Dylan perkenalkan saya kepala sekolah di sini. senang bertemu dengan kalian berdua. semoga kalian betah di sini " ucap Brahman.


" Bagaimana Dilra. paman Brahman apakah kamu sudah menyukai sifatnya paman Brahman yang lucu ini " Goda Dilmurat kepada putrinya.


" Iya pa. Dilra pasti akan suka di sini " kata Dilra.

__ADS_1


" Oh ya Dylan. Om.. juga titipkan Putri kesayangan om ini kepada kamu Dylan " titah Dilmurat.


" Baik om. Dylan akan selalu menjaga Dilra. " jawab Dylan senang.


" Kalau begitu kalian boleh berkeliling melihat suasana baru ini. papa akan berbicara dulu ke Paman Brahman sebelum pergi. " kata Dilmurat kepada putrinya.


" Baik pa " sahut Dilra.


Dylan begitu tampan dan populer begitu juga Dilraba yang begitu cantik sesungguhnya mereka pasangan yang serasi.


Pagi ini Paman Brahman tentu saja langsung menyuruh mereka berdua masuk di dalam kelas.


" Mari ikut paman. paman akan membawa kalian ke dalam kelas baru kalian berdua yang sama. " ucap Brahman.


" Tunggu Paman. Dilra menyela perkataan paman. Dilra lebih muda dari Dylan mengapa kami berdua sekelas ? " kata Dilra menyangga.


" Baik Dilra akan paman jelaskan. karena kamu anak yang jenius kamu boleh di izinkan lompat ke kelas yang sama dengan Dylan saat ini. dan papamu juga yang menginginkan itu " penjelasan Brahman kepada Dilra.


" Papa.. " ucap Dilra pelan.


" Apa ada hal lain Dilra ? " tanya Brahman.


" Tidak pak. sudah cukup jelas " ucap Dilra.


" Kalau begitu mari ikuti saya. " ajak Brahman.

__ADS_1


__ADS_2