
Happy reading ..
Xiao li yang sedang gelisah mondar mandir di kamarnya dia sedang memikirkan rencana selanjutnya untuk menyingkirkan Dilra.
" Gimana... ini Gimana .. " gerutu Xiao li. sambil dia melirik ke arah barang miliknya yang ada di kamarnya itu.
" Oh ya aku, aku tahu " ucapnya.
(Keesokan harinya)
Dilraba turun dan segera ke ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
" Dilra mau makan apa ? mama ambilin " ucap mamanya.
" Dilra mau ini ma " kata Dilra pada mamanya.
Kemudian tak lama kakanya datang dan ikut bergabung untuk sarapan pagi.
" Xiao li ayo cepat makan, agar tidak terlambat nanti kamu lama sekali turunya ! " kata mamanya.
" Baik ma " jawab Xiao li.
" Dilra gimana nanti kalau kita berangkat bersama ke sekolah " ajak kakanya.
tetapi Dilra diam sejenak dan sesat baru menjawab perkataan kakanya.
" Boleh kak " balasnya.
" Kalau gitu ayo kita pergi, kamu sudah selesai makan kan ? " Tanya kakanya lagi.
" Pa, ma .. Dilra berangkat dulu ya " Pamit Dilra.
" Aku juga pa " kata Xiao li.
" Iya , hati hati jangan lupa jaga selalu adik kamu Xiao li " pesan mamanya.
" Baik ma " balas Xiao li.
__ADS_1
(Di sekolah)
Setelah tiba buru buru Ema menghampiri Dilra sahabatnya yang sedang turun dari mobil.
" Hi.. ayo cepat ikut aku " Ema menarik pergelangan tangan Dilra dan membawanya pergi.
" Ema ada apa kenapa harus buru - buru begini ? " tanya Dilra.
" Kamu harus memberikan aku sebuah penjelasan tentang semalam ! " ucap Ema penasaran.
" Apa yang kamu maksud " ucap Dilra dengan pura - pura tidak mengerti.
" Ehm. tentang semalam kamu yang di antar kak Dylan. kok bisa ? " tanya Ema lagi.
" Oh itu, soal itu sih kak Dylan hanya di suruh papa aku untuk cepat membawa aku untuk segera pulang agar tidak kemalaman " jelas Dilra.
" Hanya itu saja ? " kata Ema yang tidak puas dengan jawaban sahabatnya itu.
" Iya.. emamg harus bagaiman lagi " tanya Dirla polos.
" Seharusnya dengan itu kamu harus mengambil kesempatan juga dong " ucap Ema memberitahu.
" Untuk mendekati kakak kelas yang tampan " ucap Ema gembira.
" Kamu enggak boleh menyia - nyiakan hal seperti itu, kamu harusnya bisa untuk menggoda kakak tampan " ucap Ema.
" Apaan sih kamu ini " ucap Dilra yang heran dengan pemikiran sahabatnya.
" Eh.. bentar bentar .. aku jadi berubah pikiran deh kan kak Dylan untuk aku karena kan aku udah menyerahkan kak Yibo ku sama kamu " ucap Ema yang udah mulai ngawurnya.
" Ya deh terserah kamu aja " balas Dilra kepada sahabatnya itu.
(Saat akan kembali ke rumah mereka)
Xiao li yang telah merencanakan siasat barunya dengan matang.
Mereka berdua yang sedang menunggu sopir datang untuk menjemput. sambil menunggunya di halaman depan, dari jauh Xiao li melihat Dylan yang akan memghampiri mereka.
__ADS_1
Tetapi langkah Dylan pelan karena Dylan merasa mereka sedang melakukan percakapan yang menurutnya penting antara kakak dan adik itu.
" Dilra..." panggil kakanya.
" Iya kak ? " Tanya Dilra.
" Em.. kakak mau minta tolong ke kamu boleh tidak ? " tanya Xiao li.
" Mau minta tolong apa ka ? " Tanya Dilra.
" Kakak hanya minta tolong kamu untuk menyimpan benda milik kakak yang penting ini ke kamu Dilra " ucap kakanya sambil mencari barang yang akan diberikan di dalam tasnya.
" Hah ? kenapa benda kakak yang penting ini harus aku yang menyimpanya ? " ucap Dilra heran.
" Karena kamu adalah adek kakak satu satunya, sepertinya hanya kamu adik kakak yang bisa kakak percaya dapat menjaga benda milik kakak ini " ungkap Xiao li.
" Memangnya itu benda dari siapa Xia.. ? " timbrung Dylan. sebenarnya dia malas bertanya soal itu tapi karena Dylan ingin mencoba dekat lagi dengan Dilra di mau ikut campur dan menayakan soal itu.
" Karena kamu adalah satu satunya yang kakak percaya adik ku. sebenarnya ini adalah gelang satu - satunya kenangan yang di milik kakak saat berada di panti asuhan yang di tinggalkan oleh ibu kakak.
" Sebenarnya kaka sangat berat menyimpananya karena kalau kakak melihat ini kakak akan teringat masa lalu kakak yang membuat menjadi sangat sedih akan mengingat masa lalu , dan kalau ini di buang kakak tidak bisa memaafkan diri kakak sendiri karena telah membuang benda peninggalan dari ibu kakak. " jelas Xiao li.
Dilra hanya diam dan belum mejawab kakanya lagi. begitu juga Dylan sepertinya ini masalah kakak dan adik dia tidak bisa ikut memutuskan di dalamnya.
" Bagaimana dik ? " tanya Xiao li
" Aku sangat menghormati ibu kakak, kalau begitu aku akan menyimpanya dengan baik baik " balas Dilra setuju.
" Ah terima kasih banyak Dilra karena kamu sudah mau menjaganya, kakak jadi sangat senang rasanya beban kakak menjadi berkurang berkat kamu " ucap Xiao li dengan kepura puraanya.
Hallo para pembaca yang sedang rebahan sambil membaca novel ini. 😂
jangan lupa tinggalkan jekak kalian ya..
dengan cara memberikan Like, Comment dan berikan vote untuk author.
karena itu semua bisa membantu author tetap semangat dalam menulis ceritanya.
__ADS_1
Terima kasih ~