Me, Him And You

Me, Him And You
Bagian 11


__ADS_3

Happy reading !


" Yeahhh... lebih baik aku tidur saja sekarang " kata Dilra.


Pagi sekali Dilra bangun untuk jogging pagi karena ini hari libur.


" Yeah.. sangat menyegarkan tidak sia-sia aku bangun se-pagi ini " ucap Dilra menikmati udara pagi yang segar.


" OMG.. " ucap Dilra terkejut melihat Dylan di depan menunggu akan tetapi Dilra tidak menanggapi dan terus berjalan melewati Dylan.


" Dilra .. Dilra.. " panggil Dylan sambil sedikit mengejarnya.


Dilra masih tidak menengok ke arah Dylan.


" Dilra please .. listen to me okey " kata Dylan sedih.


" Apa kakak belum puas ? membohongi aku terus ? " ucap Dilra marah.


" Aku minta maaf. aku melakukan ini semua untuk kamu " ucap Dylan.


" Demi aku ? untuk apa kak ? bukanya kakak benci sama Dilra ? iyakan kak ? " ucap Dilra sedikit menahan emosi.


Tiba-tiba Dylan memeluk Dilra dari belakang dengan erat.


" Maafkan aku Dilra, aku benar - benar minta maaf dengan kejadian kemarin " ucap Dylan.


" Kakak.. " Dilra mencoba untuk melepaskan akan tetapi tidak bisa dan pelukan Dylan semakin erat.


" Kakak ! lepaskan ! " ucap Dilra marah.

__ADS_1


" Aku tidak bisa .. aku tidak bisa kehilangan dirimu Dilra. aku tidak bisa kamu dengan pria lain selain aku" ungkap perasaan Dylan.


" Apa.. apa aku tidak salah dengar " kata Dilra sedikit syok.


" Entah sejak kapan perasaan ini muncul aku tidak tahu. tapi aku serius dengan perkataanku. aku tidak bisa kehilangan kamu karena aku mencintaimu Dilra " kata Dylan sekali lagi.


" Bruuggggghhhttt " tiba-tiba pukulan melayang untuk Dylan.


" damnt it " umpat Dylan.


" Dylan kamu tidak apa-apa " ucap Dilra terkejut dan menolong Dylan.


" Aku tidak apa - apa " balas Dylan.


" Kakak .. " kata Dilra kaget.


" Hey Dylan. kenapa kamu menggangu kekasih orang lain ? apa kamu kekurangan cewek ? " ejek Yibo.


" Sialan kamu " selungut emosi Yibo dan mencoba untuk memukul Dylan lagi.


" Jangan kakak " Dilra mencoba untuk menghentikan mereka berdua.


" Ada apa Dilra ? apa aku salah melindungi kekasihku sendiri " kata Yibo heran.


" Dan dia memelukmu dari belakang sementara sekarang kamu adalah kekasihku. apakah perbuatan ku itu salah ? " ucap Yibo marah.


" Kakak nggak salah. Dilra yang salah karena Dilra tidak mencoba melepaskanya " ucap Dilra kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


" Dilra .. ughhh... uggghhtt" panggil Dylan menyedihkan sambil memegang lukanya.

__ADS_1


Kemudian Dilra yang pergi mencoba kembali lagi dan menolong Dylan yang kesakitan di depan mata Yibo.


" Kakak ini semua salah ku. dan aku punya tanggung jawab untuk menolongnya, jadi aku mohon kakak jangan salah paham lagi " ucap Dilra kepada Yibo.


" Kalau kakak ingin ikut tidak apa-apa " Kata Dikra lagi. tetapi Yibo kemudian pergi meninggalkan mereka.


" Kakak ? Yibo .. " teriak Dilra memanggil.


" Ahh.. Dilra ini sakit sekali " ucap Dylan mencoba menghentikan Dilra yang ingin mengejar Yibo.


" Ayo kita cepat obati kak " kata Dilra.


Lalu Dylan dan Dilra memasuki rumah untuk mengobati luka Dylan itu. Dilra kemudian mengobati luka Dylan.


" Aaahhh.. " teriak Dylan saat obat itu menempel di lukanya.


" Apa ini sakit kak? aku akan pelan-pelan " ucap Dilra kawatir.


" Maafkan kak Yibo ya kak, mungkin dia sedikit salah paham " kata Dilra.


" Dilra apa yang aku katakan semua itu benar, itu tulus " ucap Dylan akn tetapi Dikra hanya terdiam saja.


" Dilra.. aku tau kamu syok dengan kata-kataku. maaf Dilra lebih baik aku pulang dulu saja " kata Dylan.


" Aku pulang dulu " pamit Dylan.


**


Kemudian Dilra kembali ke kamarnya untuk menenangkan diri.

__ADS_1


" Kenapa semuanya menjadi seperti ini " ucap Dilra dalam benaknya.


" Kenapa kamu baru mengatakan semua ini Dylan ? aku harus bagaimana ? " kata Dilra resah. karena sejujurnya Dylan lah orang yang dia suka saat pertama kali mereka bertemu.


__ADS_2