
Happy reading !
( Di mobil Dylan )
" Dilra sangat beruntung sekali ya.. udah dia cantik, baik, kaya dan juga punya kekasih yang tampan dan baik seperti Dilra " puji Xiao li pada adiknya di depan Dylan.
" Heemmm bikin iri aja deh jadinya pengen punya kekasih tampan juga " ucap Xiao li.
" Kenapa kamu jadi iri sama adikmu Dilra " kata Dylan masih cuek menanggapi.
" Buka begitu maksudku Dylan. wanita mana yang nggak iri memiliki kekasih yang tampan dan perhatian seperti Yibo. aku juga ingin punya keksaih yang baik dan akan hanya mencintai aku " ucap penjelasan Xiao li.
" Jadi kamu mau apa merebut Yibo dari Dilra ? " Ucap Dylan.
" Eh.. kok gitu. bukan begitu juga kan, Yibo sudah milik Dilra. ya kan masih banyak pria yang seperti Yibo di luar sana, ya.. contohnya seperti kamu ini Dylan " kata Xiao li jujur malu-malu.
" Oh begitu. sayangnya hati aku hanya untuk satu seseorang saja dan seseorang itu yang pasti bukan kamu " Dylan memperjelas ucapanya.
" Apa ? siapa dia. aku harus menyingkirkan orang itu " kata Xiao li dalam benaknya.
" Apa seseorang tidak bisa mencoba untuk membuatmu jatuh cinta Dylan " tanya Xiao li penasaran.
" Tidak bisa, dia tidak tergantikan " ucap tegas Dylan.
" Benar - benar beruntung gadis yang kamu cintai itu Dylan " puji Xiao li.
" Lalu apakah aku boleh tau siapa gadis itu ? " Xiao li mencoba bertanya.
" Apa aku harus memberitahukan itu kepada mu ? " kata Dylan dengan nada tinggi seperti akan marah.
__ADS_1
" Bukan begitu aku hanya penasaran saja Dylan " kata Xiao li.
" Sudahlah, kelur dari mobil ku ! " ucap Dylan.
Xiao li pun terdiam dan berpikir.
" Apa perlu aku bukakan pintu itu untuk membuatmu keluar dari mobil ku " bentak Dylan karena marah.
" Eh.. kita sudah sampai ternyata. maaf Dylan aku bisa keluar sendiri " ucap Xiao li.
" Kenapa rasanya Dylan berubah ya .. tidak seperti dulu ada apa denganya " batin Xiao li lalu keluar dari mobil.
Saat Xiao li keluar dia tidak sengaja melihat Dilraba yang sedang memegang dan menghirup aroma bungan pemberian Yibo di dalam mobilnya.
" Waahhh.. beruntung sekali kamu adik ku. kamu sudah memiliki segalanya apakah itu semua belum cukup bagimu. aku tidak suka melihatmu bahagia seperti ini. aku akan membuat Yibo benci kepadamu Dilra. luhat saja nanti " ucap Xiao li lalu pergi menuju ruang kelasnya.
Dylan yang baru saja keluar dari mobilnya dan ingin ke kelasnya itu melihat Kemesraan Yibo dan juga Dilraba.
" Apa mereka benar - benar sudah berbaikan " ucap Dylan penuh penasaran.
" Bahkan mereka sudah bergandeng tangan seperti itu. membuatku muak saja " kata Dylan.
Dan akhirnya Dylan berjalan mengikuti Yibo dan Dilra dari belakang, dan Dylan sedang mencari waktu untuk bersama Dilra saat Yibo tidak bersamanya.
Karena sudah sampai ke ruang kelas Yibo dulu maka Dilra akhirnya jalan sendiri sampai ke kelasnya.
" Kakak, sampai nanti " ucap Dilra manis.
" Iya kamu hati-hati sampai kelas ya. apa kakak antar sampai kelas kamu ya ? " tawar Yibo.
__ADS_1
" Nggak usah kak, Dilra bisa sendiri kok. kaka masuk aja dulu " Kata Dilra.
" Iya samapi ketemu nanti " ucap Yibo sambil mengelus kepala kekasihnya dengan lembut.
Lalu sebelum Dilra sampai ke ruang kelasnya Dilra ingin ke toilet terlebih dahulu.
Dan saat ingin memasuki toilet , pergelangan tangan Dilra di pegang oleh seseorang dengan erat.
" Eh sia...? " ucap Dilra yang di tarik masuk ke dalam toilet itu dan mengkuncinya.
" Siapa kamu? " teriak Dilra.
" Jangan berteriak kalau kamu nggak ingin membuat seseorang salah paham. " bisik orang itu di telinga Dilra.
" Ini aku Dylan. sayang .. kalau kamu teriak nanti semua orang jadi salah paham lho.. " ucap Dylan lalu mengelus pipi Dilraba lembut.
" Dylan apa maksud kamu ? " kata Dilra.
" Ya.. nanti semua jadi salah paham. karena tiba-tiba kamu masuk ke toilet pria " Dylan mencoba menjelaskan.
" Apa kamu yang membuatku masuk ke sini. bagaimana bisa aku .. " ucap Dilraba.
" Kaka.. lepasin akuu.." bujuk Dilra kepadanya.
" Okey aku akan lepasin kamu tapi itu pasti ada syaratnya " ucap Dylan.
" Apa ? " sahut Dilraba.
" Nanti malam kita Dinner bagaimana ? " ajakan Dylan.
__ADS_1