
Happy reading !
“ Dilra ? “ panggil Wang Yibo.
Dilra kemudian menoleh ke arah suara itu karena suara itu tidak asing dan selalu terdengar di teringanya.
“ Kakak ? “ ucap Dilra kaku.
Melihat Dylan yang memeluk Dilra dengan erat Yibo lalu melepaskan pelukan itu dari tubuh Dilra dan di tariknya Dilra ke sisi Yibo.
“ Apa yang kamu lakukan kepada kekasih orang ? “ kata Yibo jengkel dengan Dylan.
“ Kami ? “ kata Dylan seperti tidak merasa bersalah.
“ Kami berdua tentu saja sedang menikmati dinner romatis berdua “ kata Dylan dengan ekspresi tenang
.
“ Dinner romantis ? apa kamu sudah tidak punya mata ha ? jelas – jelas Dilra kekasih ku sekarang “ jelas Yibo.
“ Hehehe.. baru kekasih kamu saja sudah begitu bangga “ ucap Dylan meremehkan.
“ Kamu masih belum memiliknya seutuhnya jadi aku berhak merebutnya dari mu kan “ kata Dylan sombong.
“ Sudah “ Dilra berteriak.
“ Aku mau pulang. Sudah cukup semua untuk hari ini “ kata Dilra marah dan pergi meninggalkan mereka berdua.
“ Dilra kamu mau kemana ? “ teriak Yibo memanggil kekasihnya.
__ADS_1
“ Kalian berdua jangan ikuti aku. Aku mau pergi sendiri. “ balas Dilra marah.
“ Kamu benar – benar tidak punya malu sama sekali ya “ ucap Yibo merendahkan Dylan.
“ Aku ? tidak punya malu ? untuk hal apa itu ? “ tanya Dylan dengan tenang.
“ Jelas- jelas dia milik ku masih saja kamu mencoba mengodanya “ ucap Yibo.
“ Apa ada yang salah dnegan itu ? hey bro ! aku masih berhak menggoda gadis siapapun dan gadis manapun termasuk gadismu itu. Toh kalian juga belum terikat juga “ tanggapan Dylan dengan santai dan kemudian memasuki mobilnya untuk meninggalkan Yibo.
“ Sial kau Dylan. Bersaing ya bersaing “ kata Yibo marah-marah dengan tanggapan Dylan.
“ Coba saja kamu menggangu hubungan ku dengan Dilra kamu akan tahu akibatnya sendiri “ kata Yibo.
Dilra yang sudah sampai rumahnya itu kemudian bertemu dengan Xiao li kakaknya.
“ Apa kamu tadi tidak pergi dengan Yibo ? “ kata Xiao li lagi.
“ Kakak besok saja ya. Dilra capek “ kata Dilra tidak memperdulikan pertanyaan kakanya dan pergi ke kamarnya.
“ HHHHHHH...kamu sudah berani tidak menjawab pertnayaanku ini Dilra “ kesal Xiao li pada adiknya.
Di Kamar Dilra.
“ Bagaiman itu bisa terjadi ? “ ucap Dilra sendiri.
“ Mengapa kaka Yibo datang ke sana ? apakah semua itu kebetulan begitu saja ? “ batin Dilra bertanya tanya.
“ Aku memang menyukai Dylan tapi aku sudah terlanjur menjadi kekasih kak Yibo. Dan selama ini yang selalu menghiburku hanya kak Yibo. Aaaaaahhhhhkkkkhhh... aku harus bagaimana ini “ teriak Dilra di kamarnya itu.
__ADS_1
“ Drrrtttt.... drrtttt.. “ pesan dari Yibo.
“ Dilra aku tau kamu pasti akan menjelaskan semua itu. Dan aku akan menunggu mu sampai kamu menjelaskan semua nya pada ku “ isi pesan tersebut.
Akan tetapi Dilra menghiraukan untuk membalas pesan itu.
“ Apa yang harus aku katakan kak ? apa aku harus mengatakan kalau aku di ancam oleh Dylan ? itu sangat tidak mungkin kan untuk aku katakan “ ucap Dilra bingung.
“ Harus bagaimana besok menghadapi kakak ? “ pikir Dilra resah.
Kemudian tidak lama Dylan tiba-tiba datang ke rumah Dilra kembali. dan Xiao li yang menemui Dylan di depan karena Dilra tidak ingin keluar menemui Dylan saat ini.
" Oh .. Dylan kenapa malam - malam kemari ? " Xiao li bertanya dan menghampiri Dylan.
" Dimana Dilra ? " kata Dylan saat tiba langsung menayakan Dilra.
" Kamu mencari adik ? ada apa ? biar nanti aku sampaikan saja " kata Xiao li lembut.
" Sepertinya aku melihat adik kelelahan. entah dia pergi dengan siapa. sampai - sampai Yibo mencarinya. Benar - benar kenapa dia tidak berterus terang kepada Yibo kalau dia pergi dengan pria lain. " kata Xiao li menjelaskan dan seolah- olah membuat sifat Dilra buruk di depan Dylan.
" Tidak jadi. aku pulang saja " ucap Dylan lalu pergi begitu saja dan membuat Xiao li kesal karena di abaikan.
" Sial ! kenapa selalu Dilra, Dilra, Dilra terus " kesal Xiao li.
" Tunggu dulu apa jangan - jangan mereka tadi habis kencan berdua " pikir Xiao li.
" Lalu dia ketahuan dengan Yibo "
" Hahahaha... rasakan itu Dilra. kamu benar-benar pantas mendapatkan itu. apa belum cukup sampai-sampai dua lelaki tampan itu mengejarmu" oceh Xiao li dengan kecemburuan itu.
__ADS_1