
Rumah Lia
08.00 wib
Keesokan harinya rumah Lia sudah kedatangan tamu. Yaitu Sakura. Yang memang sudah berniat untuk datang ke rumahnya Lia untuk belajar membuat makanan rumahan dan kue-kue sederhana yang biasa dibuat Bu Sarah.
Namun sepertinya Sakura tidak mendengar ucapan Lia semalam saat mereka sedang telponan semalam. Buktinya dia datang jam 8 pagi pas tidak telat. Dengan membawa satu kardus berukuran sedang dan juga satu kantong plastik belanjaan yang dia beli di supermarket dan juga beberapa di pasar.
Bu Sarah, Rizal, Lia, dan juga Ana, sampai terbengong-bengong dengan barang bawaan yang dibawa sama Sakura ini. Didalam kardus itu berisikan bahan-bahan dapur yang Sakura beli di pasar katanya. Ada beras yang 5kg, bawang merah dan bawang putih masing-masing 1/2 kg, ada daun bawang seikat yang besar, ada cabai 1/2 kg, ada ikan mas 1kg, dan sisanya jajanan pasar yang Sakura beli karena menurutna itu enak.
Sedangkan di kantong plastik berukuran besar yang bertuliskan salah satu supermarket yang besar di Indonesia itu berisikan tepung terigu yang berukuran satu kilo ada 2 buah, lalu ada meses, ada berbagai mavam jenis pengembang atau lainnya seperti ( sp, baking powder, baking soda, ovalet), lalu ada beberapa macam pewarna makanan, dan juga buah-buahan yang dia beli.
Sakura yang melihat semua orang terpaku pada barang yang dia bawa hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sambil sedikit terkekeh kecil. Lia yang segera sadar dari kejutan yang Sakura buat langsung berdiri disamping Sakura.
"Kura chan. Bukannya semalam aku sudah bilang jangan bawa apa-apa kemari. Bahan-bahan dirumah masih cukup untuk kamu belajar membuat kue dan memasak. Untuk apa beli semua ini." tanya Lia dengan berbisik di kuping Sakura.
Sakura yang mendengar protesan Lia hanya mengabaikannya saja.
"Nak Sakura." panggil Bu Sarah setelah kembali dari keterkejutannya.
"Ya Bu." jawab Sakura dengan semangat 45-nya.
Sebelum melanjutkan kallimatnya Bu Sarah menghela nafas terlebuh dahulu.
"Nak. Kemarin bukannya Lia sudah menyampaikan sesuatu?" tanya Bu Sarah.
Dengan lesu Sakura membalas pertanyaan Bu Sarah. "Iya Bu. Sudah."jawab Sakura.
namun dengan cepat Sakura menjawab lagi."Tapi Bu. Ini bukan salah Sakura. Ini disuruh Okasan. Katanya buat yang lain juga. Kura cuman beli beberapa aja kok. Sisanya Okasan yang beli."jawab Sakuran dengan cepat.
"Yasudah. Nanti sampaikan rasa terima kasih Ibu sama Okasan ya. Ayo langsung aja kita belajar masaknya. Lia, kamu temenin Ana aja dikamar, biar dia tidak terlalu bosan." ucap Bu Sarah sambil mengangkut barang belnjaan Sakura ke dapur yang dibantu sama Rizal.
Sakura yang baru pertama kali melihat Ana, langsung menanyakannya pada Lia.
__ADS_1
"Hust hust Li. Itu siapa?" tanya Sakura pada Lia dengan nada yang berbisik.
"Oh itu. Namanya Kak Ana. Aku ketemu dia waktu pulang kerja 3 hari yang lalu." ucap Lia.
"Terus kok bisa tinggal-" ucapan Sakura terpotong oleh ucapan Bu Sarah.
"Nak Sakura, ayo buruan ke dapur. Kita mulai masaknya sekarang."ucap Bu Sarah dari arah dapur.
Sakura yang mendengar suara Bu Sarah langsung pergi menuju dapur, tak lupa ia memberi kode ke arah Lia 'jangan lupa kasih tau siapa dia nanti malem di chat' kode Sakura pada Lia dengan tangannya. Lia yang melihat kode itu hanya mengangguk kepalanya pelan.
Setelah Sakura tak terlihat lagi olehnya, Lia segera menyusul Ana ke dalam kamar. Saat membuka pintu kamarnya, Lia melihat Ana sedang melipat baju bayi dengan senyum manisnya. 'Padahal baju yang sedang Kak Ana lipat adalah baju bekas dipakai keduan adiknya saat masih bayi, namun kenapa Ana sangat bahagia dengan baju-baju itu?' tanya Lia dalam hati.
Setelah itu Lia menghampiri Ana dan duduk disampingnya Ana.
"Kak, kenapa kakak bahagia melihat baju-baju itu. Padahal itu hanya baju yang dulunya dipakai sama kedua adikku." akhirnya Lia mengeluarkan yang ada dalam hatinya kepada Ana.
"Aku senang melihat baju-baju ini. Kenapa. Karena baju-baju ini pasti memiliki kenangan yang tidak mudah terlupakan sama ibumu. Dan baju-baju ini juga yang menemani adik-adikmu saat kecil, Lia." jawab Ana dengan santainya.
Lia yang mendengar penuturan Ana barusan merasa sangat tersentuh. Akhirnya tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Lia langsung memeluk Ana dengan erat .
"Huh kalo aku jadi bertemu sama suami kakak, akan aku tonjok mukanya sampai babak belur, lalu akan aku minta untuk sujud di kaki Kakak dan minta maaf kepada kak Ana karena sudah menyia-nyiakan wanita secantik, sebaik, dan sesabar Kak Ana." ucap Lia sambil berkacak pinggang, sambil menginjak-injak lantai seolah ada Daniel dibawah kakinya, dan juga menepuk dadanya layaknya pahlawan kesiangan.
Akhirnya Ana yang sudah berusaha menahan tawanya sebisa munhkin. Akhirnya lepas juga tawanya. Bukan tawa cekikikan kecil, melainkan tertawa terbahak-bahak. Dia merasa lucu saja melihat tingkah laku Ana yang seperti itu. Padahal sudah bukan umurnya Lia berkelakuan seperti itu. wkwkwk
New York
Kini di New York sekitar pukul 8 malam. Masih tergolong sore untuk orang yang workaholic. Termasuk Daniel dan Edrick, yang masih bekerja dalam tumpukan-tumpukan kertas yang masih lumayan banyak tersebut.
"Hei Edrick."ucap Daniel dalam ruangan yang diisi oleh dirinya dan adiknya.
"Hmm." Edrick tidak mengalihkan fokusnya pada kertas-kertas, namun masih menyauti panggilan dari kakaknya tersebut.
"Kok kupingku gatal ya." ucap Daniel sambil menggaruk-garuk kupingnya tersebut.
__ADS_1
"Ada yang sedang membicarakanmu kali kak, makanya gatal. Mitos di Indonesia soalnya begitu." ucap Edrick dengan santai.
Daniel tidak membalas ucapan adiknya, namun masih tetap menggaruk-garuk kupingnya tersebut sampai merah. Daniel berjanji dalam hatinya 'hahh padahal mitos dari Indonesia tapi kenapa aku mempercayainya. Kalau memang benar ada yang membicarakan aku. Aku sumpahi dia tersandung saat berjalan' ucap Daniel mantap dalam hatinya.
Yeayyy update lagi
Seperti biasa kalo ada salah-salah soal huruf italicnya. Aku udah berusaha buat ngeditnya supaya miring. Taoi kalo masih ada yg ngga bisa tolong maafkan akuuu.
Btw sekalian mau promosi cerita baru yaaa. Kalian baca sampe abis okeh 👌
Judulnya Mr. Sweet and Mrs. Cool
Episode 1 cerita itu udah aku ketik tinggal nunggu waktu up nya aja sebentar lagi.
Btw kalo cerita ini update seminggu sekali pada setuju ngga?
Aku usahain tiap update 2 chapter.
Oke segitu aja cuap-cuapnya
Ditunggu komenya semuaaaa 😘😘😘😘
__ADS_1