
Happy reading guysss~~~
Rumah Lia
Setelah sesi ngobrol dan bercanda antara Ana dan Lia. Lia memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah dapur untuk membantu sang Ibu dan jiga Sakura yang sedang bereksperimen di dapur. Saat perjalanan menuju dapur, tidak ada angin tidak ada hujan. Tiba-tiba Lia tersandung.
"Aduh.. Siapa sih yang naroh kabel di bawah begini? Bikin orang kesandung aja." gerutu Lia yang rupanya di dengar abangnya Rizal.
"Abang yang naroh situ dek." jawab Rizal cuek.
"Ohh yaudah." setelah menemukan pelaku yang menaroh kabel sembarangan di lantai, akhirnya Lia melanjutkan langkahnya menuju dapur.
Dapur Rumah Lia
Lia melihat semua sajian makanan dan beberapa kue kecil telah siap di meja makan dekat dapur. Dan juga Lia melihat beberapa makanan yang telah masuk dalam kotak bekal yang kedap udara.
'pasti buat Kkura chan bawa pulang.' ucapnya dalam hati.
Setelah dia melihat-lihat sajian yang telah tersedia di meja makan, Lia pun pergi menuju dapur minimalis di rumahnya. Dan benar saja, dia masih melihat ibunya dan temannya itu masih berkutat dengan alat-alat dapur.
Sakura yang mengetahui ada orang yang datang ke dapur langsung melihat siapa yang datang. Sakura yang melihat Lia yang datang pun langsung menarik tangannya menuju kompor tempatnya memasak tersebut.
"Li, cobain deh. Ada yang kurang ngga? Soalnya kata ibu kamu ini kurang asin. Padahal menurut aku ini tuh udah asin loh." kata Sakura dengan semangat.
"Loh emang itu kurang asin nak Sakura. Sambal goreng itu rasanya gurih tapi sedikit asin, tapi juga pedas. Lagian punya kamu tuh udah pas, cuman kurang asin sedikit." ucap Bu Sarah yang menyautinya dari tempat mencuci piring.
"Masa sih Bu. Yaudah deh Li, cobain nih terus tambahin garemnya seberapa. Pake micin ngga?" tanya Sakura.
"Yaudah sini sendoknya Kkura chan." dan akhirnya Lia mencoba sambal goreng ati ampela buatan Ibunya dan juga Sakura.
Setelah mencoba masakan Sakura, Lia menambahkan sedikit garam, lalu setelah dirasa pas. Akhirnya makanan tersebut disajikan dan beberapa disisihkan untuk Sakura bawa pulang kerumahnya.
Lalu makanan yang tersaji tersebut akhirnya menjadi makan siang besar-besaran yang Bu Sarah dan Sakura buat. Seluruh keluarga Lia dan Ana juga merasa puas dengan rasa makanan tersebut.
__ADS_1
16:00 wib
"Semua, Sakura pulang dulu yaaaa. Ibu makasih udah diajarin masak lagi. Jangan kapok ya sama Sakura. " ucap Sakura sambil memasuki barang-barangnya kedalam mobil jemputannya.
"Iya nak." ucap Bu Sarah.
Setelah itu Sakura pergi dari rumahnya Lia. Dan pulang menuju rumahnya untuk acara makan malam keluarganya nanti.
Setelah mobil jemputan Sakura sudah tidak terlihat lagi. Akhirnya semua orang yang berada di luar masuk ke dalam. Sementara Lia dan Ana memutuskan untuk jalan-jalan sore sebentar.
New York
Kantor Daniel
Sore ini Daniel dan Edrick sedang membereskan barang yang mereka pakai selama di kantor Daniel. Saat sedang membereskan barang-barangnya, tiba-tiba sekertaris Daniel masuk ke dalam ruangan.
"Permisi Tuan. Nyonya besar datang, dan sekarang beliau sudah dalam perjalanan ke ruangan Tuan." ucap sekertaris Daniel setelah mendapat informasi dari bagian resepsionis.
Setelah mendapat jawaban dari atasannya, sekertaris Daniel itu segera meninggalkan ruangan Daniel dan kembali ketempatnya semula.
Tak selang lama ruangan Daniel dibuka dengan kerasnya. Daniel dan Edrick terlonjak kaget mendengarnya dan melihat siapa pelaku yang membuka ruangan Daniel dengan kasar tersebut.
"DANIELLLL" teriak orang tersebut yang membuat Daniel dan Edrick langsung berdiri dengan tegak.
"Ya Mah. Kenapa?" tanya Daniel dengan bahasa Indonesia yang fasih, dan jangan lupa mimik muka yang ketakutan.
Ya ternyata yang membuka ruang kerja Daniel dengan keras adalah Mamanya sendiri. Mamah tercintanya.
"KENAPA KENAPA LAGI. INI MANTU KESAYANGAN MAMAH KENAPA BISA KE INDO DANIELLLL. KAMU APAIN ANAAA." ucap Mamah dari kedua lelaki tersebut dengan emosi yang berada di ubun-ubun.
"Ahhh anu mahh... nganuuu..."
"Anu anu apa Niell. Mamah nanya kamu apain Ana. Kok bisa sampe ke Indonesia sendirian loh mantu Mamah." ucap sang Mamah, setelah mencoba mengatur nafas dan menurunkan emosinya sedikit.
Ingat ya semuanya ' S E D I K I T'
Edrick yang telah menyelesaikan beres-beresnya langsung menjawab pertanyaan sang Mamah yang ditujukan untuk sang Kakak tersebut.
"Itu loh mah. Kemaren ada anak koleganya Daniel yang kebetulan suka sama dia waktu ketemu waktu rapat beberapa hari yang lalu. Daniel udah nolak dia waktu itu katanya. Eh dianya nekat. Dateng kesini, pake baju yg pendek sama ketat lagi. Terus duduk dipangkuan Daniel. Danielnya diem aja pas itu cewek duduk dipangkuannya sambil godain dia. Eh tapi pas itu cewek nutupin pandangannya Daniel, Ana ngeliat itu. Makanya dia kabur ke Indonesia. Gitu mah ceritanya." ucap Edrick dengan santai tanpa beban.
__ADS_1
"DANIEL"
"EDRICK"
Teriakan dua orang berbeda jenis kelamin dan usia itu pun terdengar sampai luar ruangan Daniel yang memang tidak terlalu kedap suara.
Sengaja tidak terlalu kedap suara, agar yang di dalam ruangan tidak terlalu macam-macam.
"DANIEL ERICK MAMAH NGGA MAU TAU JEMPUT ANA SEKARANG JUGAAAA. Atau Mamah yang akan jemput Ana sama Papah? Hmmm? Pilih yang mana?" ucap sang Mamah dengan aura yang sangat-sangat mengintimidasi.
"Mamahhhh" protes Edrick yang kesal dipanggil Erick terus-terusan oleh sang Mamah.
Namun dengan cepat Daniel menjawab Mamahnya. "Iya Mah. Ini nanti malam Daniel sama Edrick akan berangkat ke Indonesia. Tugas kita udah selesai semua. Mungkin kalo ada yang kurang aku sama Edrick minta tolong sama Mamah juga Papah atau orang kepercayaan kita Mah." ucap Daniel saat mendengar Edrick protes dengan nama yang disebut oleh Mamahnya.
"Baguslah. Kalau gitu Mamah pulang dulu." ucap sang Mamah. Lalu bangkit dari sofa dan pergi dari ruangan Daniel.
Keutttttt
Hehehe update lagi nihhh. Sesuai janjiiii.
Btw disini ada yang bingung ngga?
Kok Daniel sama Edrick bisa Bahasa Indonesia?
Kok lancar ngomongnya?
Jadi ada yg inget part 5/6 kalo ngga salah.
Kan disitu ditulis kalo Indonesia itu tempat tinggal Mamahnya mereka dari kecil.
Dan juga Mamahnya Daniel sama Edrick selalu membiasakan anaknya untuk berbahasa Indonesia dari kecil. Supaya ngga kagok.
Jadi dehhh mereka fasih Bahasa Indonesia sampe sekarang 😊
Btw sebentar lagi ada yang mau ketemuan nihh yeee
Udah ah segitu aja buat informasinya.
__ADS_1
Sampe ketemu di part berikutnya 👋👋