Me and Mr. Billionaire

Me and Mr. Billionaire
13


__ADS_3

Happy reading semua\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Jangan lupa koreksi typonya ya :)


 


 


Setelah dibilang mesum oleh gadis yang tidak dikenalnya. Akhirnya Edrick memutuskan untuk kembali pulang ke rumah untuk sarapan dan juga mandi untuk mengistirahatkan tubuhnya yang luar biasa capeknya.


 


 


 


 


 


Di rumah


 


 


 


"Edrick pulang..." ucapnya dengan suara yang lesu sambil masuk kedalam rumah.


 


 


Saat mengucapkan itu, seluruh orang yang berada di ruang makan tersebut menoleh. Dan melihat siapa yang datang pagi-pagi ke rumah ini. Dan saat mengangkat kepalanya sang nenek langsung bangkit dari kursinya dan berjalan dengan cepat menuju Edrick.


 


 


"Edrick. Ini beneran Edrick cucunya nenek yang imut, lucu itu? Uuuu kok mukanya jadi layu sama badannya bisa kurus begini sih. Pasti disana kamu jarang makan ya. Ayo sini-sini makan sama nenek." ucap nenek Edrick sambil menarik Edrick menuju meja makan.


 


 


Setelah memastikan Edrick duduk disampingnya, sang nenek langsung mengambilkan nasi ditambah lauk pauk yang tersedia di meja makan tersebut.


 


 


"Nih kamu habisin ya sayang. Kasihan kamu terlalu kurus begini. Engga enak nenek meluknya, keras kayak batu." ucap sang nenek yang mengecilkan suaranya di akhir.


 


 


"Iya nek. Pasti Edrick habisin kok."ucap Edrick sambil menyendokan nasi dan lauknya.


 


 


Setelah Edrick duduk dan memulai makannya, tidak ada satu orangpun yang berbicara di ruang makan tersebut. Karena menurut keluarga dari mamanya makan sambil mengobrol itu dianggap dianggap kurang sopan.


 


 


Setelah 20 menit diam karena menikmati santapan sarapan yang telah tersaji, akhirnya mereka menyelesaikan acara sarapan pagi tersebut. Nenek Edrick yang masih mau kangen-kangenan bersama salah satu cucu tersayangnya itu mengajak Edrick ke arah gazebo yang dekat kolam renang di belakang.


 


 


Saat sampai di gazebo. Edrick langsung saja memposisikan dirinya tiduran di pangkuan sang nenek. Sudah bukan rahasia lagi kalau Edrick itu manjanya bukan main pada sang nenek. Sedangkan sang nenek geleng-geleng kepala melihat perilaku cucunya yang tidak berubah sama sekali terhadapnya.


 


 


"Ngomong-ngomong kamu kesini sama siapa Edrick. Kok kesini ngga kasih tahu nenek sama kakek. Tahu gitu kan tadi dijemput di bandara."itu adalah kalimat yang pertama sang nenek setelah Edrick tiduran di pangkuannya.


 


 


"Hmmm Edrick kesini sama Kak Daniel nek. Tadi pagi juga di jemput sama supir sini kok nek di bandara. Terus Daniel... palingan dia lagi tidur diatas, kecapean kayaknya. Tadi sempet delay dulu soalnya pesawatnya. Jadinya lebih lama deh. Terus juga mau suprise ke nenek sama kakek hehehe." jawab Edrick yang diakhiri dengan kekehannya.


 

__ADS_1


 


"Oalah. Yaudah kalo gitu kamu mandi dulu sana pake air hangat, abis itu baru tidur. Biar badannya lebih plong buat tidur.  Kta ngobrolnya nanti lagi, abis kamu istirahat aja. Nenek mau ngeliat kakak mu dulu" setelah itu Edrick bangun lalu berjalan ke dalam diikuti oleh neneknya dibelakangnya.


 


 


Saat mau menaiki tangga ia melihat pembantu neneknya yang memang sudah bekerja dengan neneknya saat ibunya masih remaja.


 


 


"Pagi Bu Sarah. Apa kabarnya bu?" ucap Edrick sambil menghampiri Bu Sarah yang sedang membersihkan piring-piring yang berada di meja makan.


 


 


"Eh den Edrick. Baik kok den. Den sendiri gimana kabarnya sama den Daniel." ucap Bu Sarah yang melihat Edrick menghampirinya.


"Baik kok Bu. Tapi kayaknya si Daniel tuh yang ngga baik-baik aja." ucap Edrick.


 


"Loh kenapa emangnya sama den Daniel? Ada masalah?" ucap Bu Sarah.


 


"Ya adalah Bu. Tapi nanti aja deh aku ceritanya sama Ibu. Aku mau istirahat dulu. Maklum hampir 24 jam di pesawat." ucap Edrick sambil memegang bagian belakang lehernya yang ternyata lumayan sedikit sakit. Mungkin efek tidurnya yang kurang nyaman.


 


"Oh yaudah den. Mau disiapkan apa nanti?" tanya Bu Sarah saat Edrick mulai menaiki anak tangga yang pertama.


 


"Hmmm air hangat di bathup aja deh bu. Hangat tapi agak panas sedikit." ujar Edrick sambil kembali melihat ke arah Bu Sarah.


 


"Oke den." ucap Bu Sarah. Lalu setelah itu Edrick melanjutkan kembali langkahnya ke arah kamarnya yg berada di lantai 2. Sedangkan Bu Sarah mempercepat kegiatannya membersihkan piring-piring yang berada di meja makan.


 


 


Sementara di kamarnya Edrick mulai memasukkan barang-barangnya yang berada di kopernya ke dalam lemari bajunya. Tak lama kemudian Bu Sarah datang.


 


 


 


 


 


 


 


"Ya masuk."ujar Edrick yang berada di depan lemari pakaian.


 


"Den. Mau disiapin sekarang air panasnya?" ujar Bu Sarah setelah masuk ke dalam kamar Edrick.


 


"Oh boleh deh Bu. "


 


Setelah itu Bu Sarah dengan cepat menyiapkan air panas untuk Edrick mandi. Dan langsung ijin untuk keluar setelah melakukan tugasnya.


 


Sementara Edrick masih termenung di depan kopernya sambil memegang sebuah pigura foto yg berukuran 3R yang di dalamnya ada sebuah foto dirinya saat berumur 16 tahun dan seorang gadis kecil yang masih dia cintai sampai saat ini.


 


"Hahh kamu dimana sekarang? Aku kangen. Pengen ketemu." setelah mengucapkan itu, Edrick langsung memeluk foto tersebut di dadanya dengan erat.


 


Dan tak berselang lama ia langsung menaruhnya kembali di dalam koper bagian dalam. Dan dirinya bergegas masuk ke dalam kamar mandib tak lupa menanggalkan seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya. Setelah itu ia langsung masuk ke dalam bathup yang telah dipersiapkan oleh Bu Sarah tadi beserta dengan sabun cairnya.


 

__ADS_1


\~\~\~\~\~


 


 


Sementara di kamarnya, Daniel hanya tiduran dalam diam menatap langit-langit kamarnya yang bercat putih itu. Dirinya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat untuk menjemput Ana.


 


Dirinya kangen dengan istrinya itu. Dirinya kangen selalu diteriaki saat pagi hari karena susah dibangunkan untuk bekerja, dirinya kangen saat mencium istrinya di dapur saat memasak, kangen rasa masakkan istrinya, kangen saat ia selesai mandi baju dan lainnya telah disiapkan dan manja minta di pakaikan dasinya. Kangen membelai perut istrinya yang berisi calon anak mereka. Kangen saat malam hari nonton berdua di sofa ruang tengah sambil bermanja-manjaan.


 


'Hahhh mengingat itu semua membuat diriku semakin kangen denganmu baby.' ucap Daniel dalam hatinya.


 


Saat sedang melamunkan Ana, Daniel tidak sadar kalau neneknya telah duduk di pinggiran kasurnya sambil memperhatikan satu cucunya ini yang sudah semakin dewasa. Bahkan sudah memiliki istri.


 


"Daniel." suara embut dari neneknya terdengar dan menghentikan lamunan Daniel yang sedang memikirkan istrinya.


 


 


"Iya nek. Nenek kapan masuk kesini?" tanyanya setelah bangkit dari posisi tidurannya menjadi duduk di pinggirann kasur disamping neneknya.


 


 


"Belom lama kok. Kamu ngelamunin apa tadi Niel?" tanya sang nenek.


 


 


"Ahh ngga ngelamunin apa-apa kok nek. Perasaan nenek aja kali. Oh iya udah ketemu sama Edrick tadi nek?" tanya Daniel yang berusaha mengalihkan perhatian sang nenek dari dirinya.


 


 


"Udah. Tadi dia abis olahraga langsung nenek ajak sarapan."ucap sang nenek sambil menggeser dudulnya supaya agak sedikit menjauh dari Daniel.


 


 


"Sini tiduran di paha nenek. Nenek sekalian mau ngomong sama kamu Niel." ucap sang nenek sambil menepuk pahanya.


 


"Nenek tau alesan kamu kesini apa." ucap neneknya setelah Daniel memposisikan dirinya dengan nyaman di pangkuan sang nenek.


 


Baru saja akan protes kalau sang adik yang memberitahukan alasannya ke Indonesia, neneknya keburu membalasnya duluan.


 


"Ehh. Jangan ngebantah dulu. Bukan Edrick yang ngasih tau nenek, tapi Mamah kamu yang nenek paksa untuk ngasih tau. Mamah kamu tuh kalo ngga nenek paksa ngga bakal ngasih tau. Jadi kenapa alasan kamu kesini? Nenek pengen denger dari kamu sendiri Niel. Tenang aja nenek ngga bakal marah kok" ucap sang nenek.


 


"Ya engga gitu nekkk. Daniel kesini mau bener-bener liburan doang bareng Edrick. " ucap Daniel saat masih tidak mau mengaku kalau alasannya ke sini adalah menjemput istrinya.


 


"Yaudah deh kalo kamu sendiri ngga mau ngaku. Padahal nenek kenal jelas siapa yang sama istri kamu itu." ucap sang nenek sesaat setelah menaruh kepala Daniel di kasur dan mulai berjalan keluar kamar Daniel.


 


"Eh nenek tau? Siapa nek orangnya? Nek Nenekkkkk ahhhh sini nenek kasih tau Daniell. Nenekkk." rengeknya dan segera bangkit dari kasurnya. Tapi ia terlambat. Sang nenek telah masuk ke dalam kamarnya bersama sang kakek tersayang.


 


 


 


\~\~\~\~\~


btw aku update 2 chapter langsung loh.......


jangan lupa koreksi typonya ya gais


Buat info updatenya jangan lupa check dan folow ig aku ya @vammyalaina.

__ADS_1


__ADS_2