Me and Mr. Billionaire

Me and Mr. Billionaire
6.


__ADS_3

Bab ini sebenarnya lanjutan dari bab yang kemaren, tapi aku potong. Soalnya kalo dijadiin satu pasti kepanjangan, jadilah dibagi dua kayak begini :)


Jangan lupa koreksi typo sama salah-salah katanya ya. Karena saia hanya manusia biasa gais


.


.


.


Happy reading


 


"Kabar baik dan Kabar buruk? Hmmm I think dari yang baik dulu." ucap Edrick setelah beberapa saat berpikir.


"Kabar baik. Okay. Jadi kita akan ke tempat kakek dan nenek yang di Indone.." belum selesai mengatakan kabar baiknya pun perkataan Daniel langsung dipotong oleh Edrick dengan seenaknya.


"What? Oke wait wait Daniel kakek dan nenek?  Kakek dan nenek dari Mama? Indonesia? Buat apa kita ke Indonesia? Kan kita setiap tahun baru, akan kesana. Walau untuk tahun baru kemarin kita tidak kesana sih. Tapi ngapain kita kesana? Ngga ada gadis seksi juga disana, yang ada hanya para wanita genit yang suka membesarkan bokong dan payudaranya yang lama-kelamaan terlihat seperti balon yang hendak meletus tersebut." Cerocos Edrick tanpa henti dan Daniel memperhatikannya dengan tangan yang saling melipat di depan dada dan salah satu alis yang terangkat.


"Sudah selesai protesnya adikku tercinta? Dengarkan dulu penjelasanku bodoh. Jadi kita akan ke Indonesia untuk menjenguk kakek dan nenek, dan juga pergi berlibur sepuasnya selama masa cuti yang kita ambil nantinya. Memangnya kau tidak kangen sama mereka dan juga apa kamu puas ke Indonesia cuman sekali? Tapi tidak hanya itu saja tujuan kita ke sana. Tapi juga untuk menjemput Ana. Karena menurut informasi orang suruhan ku. Ana kabur ke Jakarta. Walaupun sempat tidak terdeteksi keberadaannya di Jakarta, namun sekarang aku tahu dimana dia. Jadi itu kabar baik yang ingin ku sampaikan."jelas Daniel.


"Lalu kabar buruknya apa?"tanya Edrick

__ADS_1


"Hey Daniel... Jangan bilang..."ucapan Edrick yang  belum selesai terucap langsung dipotong oleh Daniel.


"Kabar buruknya... kita akan lembur untuk beberapa hari kedepan sampai sekertarisku dan sekertarismu untuk mengatur jadwal liburan kita selama di Indonesia." ucap Daniel dengan santai.


"Oh My God Daniel. Are you kidding me? Jadwal untuk besok sampai lusa aku benar-benar padat. Dan juga kenapa mengajakku hanya untuk menjemput Ana? Kan kau sendiri saja bisa melakukannya. Lagian bukannya kau cemburu kalau aku berada di dekat Ana?" Balas Edrick dengan nada sedikit marah. Bagaimana tidak marah? Jadwal dia benar-bebar sibuk. Walaupun ia juga akan mengambil cuti untuk beberapa hari mungkin. Tapi dia tidak mau ikut dengan Daniel untuk menjemput Ana, melainkan ia akan menggunakan kesempatan cutinya itu untuk bercinta dengan wanita yang ia sewa dari club untuk menghangatkan ranjang di apatemennya.


*"Aku tidak mau tahu. Itu urusanmu. Lagian memangnya aku tidak tahu hah kala 4 hari lagi kau libur? Mau apa kamu selama apa lagi kamu selama libur beberapa hari kalau bukan bermain dengan salah satu jalang yang pilih secara random dari club lalu kau akan bercinta dengannya sampai besok dan besoknya seperti itu lagi? Begitu bukan tujuanmu. Memangnya aku tidak tahu?"*balas Daniel.


"sialan tahu saja dia tujuanku memajukan semua jadwal menjadi lebih awal."cerocos Edrick dalam hati.


"Lagian juga Edrick, kakek dan nenek sangat merindukan kita. Mereka tidak bisa bebas kesini karena usia mereka dan juga penyakit mereka. Lagi pula mereka sangat merindukanmu si Pangeran kecil nenek yang suka sekali menjadi peri penolong mendadak saat nenek kelelahan menyiram bunga di halaman atau teman bermain kakek dalam bermain catur. Tidakkah kau merindukan mereka Edrick? " tanya Daniel.


Sebenarnya Daniel dan Edrick adalah cucu kesayangan kakek dan nenek dari kedua orang tuanya. Namun karena orang tua dari pihak ibunya mereka adalah orang asli Indonesia. Jadinya mereka pun jarang bisa mengunjunginya. Sewaktu kecil mereka rajin mengunjungi rumah kakek dan neneknya 2/3 kali setahun. Yaitu saat perayaan ulang tahun mereka,saat mereka liburan musim panas, dan saat libur natal dan tahun baru mereka biasanya mengunjungi Indonesia. Namun setelah mereka dewasa, mereka hanya mengunjungi mereka sekali dalam setahun, yaitu saat perayaan tahun baru saja. Itupun hanya semingu lalu mereka kembali lagi ke negara asal mereka. Itu yang membuat mereka merindukan kedua cucunya tersebut.


 


22:30 wib


Kringggg


Kringggg


Kringggg

__ADS_1


"Ya halo. Ada apa ya Pak nelpon malam-malam?" jawab seorang wanita yang menjawab telpon tersebut.


" Selamat malam bu. Maaf mengganggu waktunya. Ini saya mau ngasih tahu kalau Tuan Muda sama adiknya mau pulang ke Indonesia beberapa hari lagi." ucap seseorang dari sebrang telpon sana.


"Oh iya Pak. Nanti kalau mereka mau terbang ke Indonesia Bapak sampaikan saja ke saya. Biar nanti segera saya siapkan masakan untuk mereka." jawab wanita tersebut.


"Ok Bu. Terimakasih Bu waktunya. Maaf saya ganggu jam dengan keluarganya. Selamat malam Bu."ucap pria di sebrang sana.


"Oh tidak apa-apa kok Pak. Selamat malam."balas wanita tersebut da langsung mematikan sambungan telpon tersebut.


"Siapa bu yang malem-malem nelpon?"tanya sang suami sambil memeluk sang istri.


"Oh ini yah Pak Anwar yang jaga rumah katanya Tuan Muda sama adeknya mau pulang kesini beberapa minggu lagi." ujar sang istri sambil membalas pelukan sang suami.


Sang suami yang mendengarnya hanya bisa tersenyum sendu. Ia merasa jadi beban bagi istri dan anak-anaknya. tapi ia tidak bisa menyerah dengan skait yang di deritanya untuk saat ini. Ia harus berjuang untuk sembuh dan mencari nafkah lagi untuk istri dan anak-anaknya.


"Yaudah bu. Sekarang tidur dulu, baru besok ibu kesana ngomong sama Pak Anwar gimana-gimananya. Yuk tidur bu." ajak sang suami sembari memeluk istrinya lagi.


"Ayok yah kita tidur."


 


Maaf ya baru update hehehe. Soalnga lagi ada beberapa hal yang harus di urus dulu. 

__ADS_1


Sekalian yang mau follow Instagram aku bisa follow @vammyalaina


__ADS_2