Me and Mr. Billionaire

Me and Mr. Billionaire
14


__ADS_3

Happy reading guys\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


 


 


Sementara itu, Ana dan Lia telah sampai di rumah setelah jalan pagi dan Lia yang sempat bertemu orang mesum saat di taman tadi..


 


 


Saat ini Lia dan sekeluarga (minus Bu Sarah) sedang sarapan yang telah dipersiapkan oleh Bu Sarah sebelum berangkat kerja tadi.


 


 


Setelah selesai sarapan Rizal, Liab dan kedua adiknya dengan cepat bersiap-siap. Karena hari ini hari Senin. Rizal, dan Ana akan berangkat bekerja, sedangkan kedua adiknya akan pergi ke sekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.


 


 


Saat ini hanya tersisa Ana dan Lia yang berada di depan rumah. Sedangkan Rizal dan kedua adiknya sudah berangkat terlebih dulu. Dan ayahnya Lia, dia sedang di dalam kamar untuk beristirahat.


 


 


"Kak. Kemarin aku lupa menanyakannya. Tapi hari perkiraan kakak melahirkan itu kapan?" tanya Lia saat sudah selesai memakai sepatunya.


 


"Ehm kalo tidak salah ingat ya sekitar 10 hari lagi Lia. Tapi kata dokter itu bisa maju, dan bisa juga lebih lama dari hari perkiraan."jawab Ana setelah mengingat-ingat kapan hari perkiraan melahirkannya itu.


 


"Oh yasudah deh kak kalau begitu. Lia berangkat dulu ya kak. Ingat kakak jangan capek-capek." ucap Lia sambil berjalan keluar are rumahnya.


 


Perkataan Lia tadi hanya dibalas anggukan oleh Ana. Lalu setelah Lia tak terlihat lagi olehnya, Ana memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dan menonton acara televisi yang berkaitan dengan ibu hamil, walaupun Ana tidak mengerti bahasanya.


 


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


 


 

__ADS_1


Di tempat kerjanya Lia


 


 


15:30


 


 


Sore ini nampaknya banyak sekali pelanggan yang datang untuk sekedar meminum kopi, memakan kue-kue kecil yang dijual di kafe tempat Lia bekerja. Saat ini Lia sedang mendapat giiran bertugas di bagian kasir. Sebentar lagi shift kerja Lia akan segeran berakhir dalam 30 menit lagi.


 


 


Saat ini Lia sedang membereskan kertas pesanan yang menumpuk di meja kasir.


 


 


 


Tringggg


 


 


 


"Selamat Sore." ucap Lia saat mendengar suara lonceng tersebut, namun belum mengalihkan perhatiannya kepada pelanggan yang baru saja masuk dan langsung berdiri di depan meja kasir untuk memesan kopi dan sedikit kue lucu yang berada di etalase tersebut.


 


"Selamat Sore ingin pesan ap--"belum selesai Lia merampungkan ucapannya, ia kaget dengan seseorang yang sedang berdiri di depan meja kasir, namun arah pandangnya ke arah etalase kue-kue tersebut.


 


"Loh kamu cowok mesum yang tadi di taman kan?" ucap Lia setelah menetralisir rasa kagetnya.


 


Cowok yang sedang melihat-lihat kue apa yang ingin dipesannya pun tersentak saat mendengar kata 'cowok mesum' dari seseorang di depannya. Dan benar saja saat laki-laki itu menegok ke arah kasir, ia bertemu pandang dengan gadis yang mengatainya 'mesum' tersebut.


 


Sedangkan Edrick yang dipanggil cowok mesum langsung memelototlan matanya sambil mengkode dengan tangannya di depan bibirnya untuk Lia diam.


 

__ADS_1


"Husttt diam... Amalia. Husttt diam yaa." ucap Edrick dengan suara yang kecil saat pas berada di depan Lia yang hanya dibatasi oleh meja kasir saja.


 


"Enak aja. Udah mesum, seenaknya nyuruh diem lagi. Udah cepet mas-nya mau pesen apa?" ucap Lia dengan ekspresi kesalnya.


 


"Saya pesan Ice Americano dua, macaronnya empat. Itu aja." ucap Edrick setelah menyebutkan pesanannya.


 


"Ok saya ulangi lagi. Ice Americano dua, sama macaronnya empat." ucap Lia yang mengulangi pesanan Edrick. Sedangkan Edrick hanya mengganggukkan kepalanya sambil mengeluarkan credit card, dan kartu nama dari dompetnya.


 


"Totalnya seratus lima puluh ribu mas. Mau bayar pake apa? Tunai apa kartu?" tanya Lia.


 


"Ini." jawab Edrick sambil menyodorkan credit card miliknya.


 


Sementara Lia memproses pembarannya Edrick dengan sabar menunggu struk dan credit cardnya.


 


"Ini mas. Silahkan ditunggu." saat akan membalikkan badannya untuk menyampaikan pesanan Edrick ke bagian pesanan tersebut, Edrick menahan tangan Lia dan menyodorkan kartu namanya.


 


"Ini kartu nama saya. Saya tunggu kamu di halte depan. Ada yang mau saya dan Kakak saya bicarakan sama kamu." ucap Edrick. Lalu setelah itu dia mengambil credit card dan struk pembayarannya dan kembali ke kursi yang sebelumnya telah di tempati oleh Daniel.


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Aku post 2 part buat yang setia nungguin cerita ini.


Sekalian aku mau ngucapin permintaan maaf aku sama rasa terima kasih aku sama kalian.


Aku mau minta maaf kalo jarang updatenya, dan jarang bales komentar kalian. Tapi tiap ada kesempatan aku bacain kok komenan kalian.


Ada yang komen gregetan, kesel, dan lainnya. Jujur kadang ada yang sampe bikin aku ketawa sendiri hehehe.


Dan aku mau ngucapin rasa terima kasih buat semua.


Makasih karena kalian doain aku supaya cepet dapet kerjaan, sehat selalu, dan lainnya.


Makasih juga buat kalian yang selalu nunggu cerita ini update.


 

__ADS_1


 


INTINYA TERIMA KASIH SEMUAAAAA


__ADS_2