Me and Mr. Billionaire

Me and Mr. Billionaire
Lia's House


__ADS_3

 Maaf ya semua, kemarin lupa update karena udah keburu tidur :(


**Maaf yaa **


 


Sehabis itu Lia berjalan keluar dari cafe. Melihat kondisi cuaca yang sedang mendung dan berangin ini pun Lia memutuskan untuk pergi ke minimarket untuk membeli sekaleng susu hangat.


    Ditengah perjalanan menuju ke minimarket, Lia melihat seseorang di celah-celah gang sempit yang berada di antara kedua bangunan besar tersebut. Awalnya Lia hanya melihat dan ingin melanjutkan jalannya kembali, namun ketika ia melanjutkan jalannya kembali, tiba-tiba seseorang berpakaian serba hitam namun rapi tersebut menghampirinya dan bertanya padanya.


    "Permisi nona. Apakah kau melihat seorang wanita hamil mengenakan tribal dress dan berjawah seperti orang asing?" tanya pria tersebut kepada Lia. Lia melihat sekitarnya, dan memang benar sesuai dugaannya, beberapa orang juga ditanyai pertanyaan sepertinya.


    "Sorry Mr. saya tidak melihat ciri-ciri wanita yang anda sebutkan tadi." jawab Lia dengan cepat.


    Dia tau jawabannya itu tidak sesuai fakta yang tadi ia lihat dalam perjalanan. Namun setelah melihat kondisi sekitar dan merasa bahwa mereka bukanlah polisi, melainkan terlihat seperti bodyguard atau pesuruh seseorang pun. Akhirnya Lia memutuskan untuk berbohong demi menolong wanita tersebut. Ditambah pertanyaan orang tadi yang mengatakan wanita tersebut sedang hamil.


    Setelah orang tersebut pergi dari hadapannya, Lia segera berlari menuju minimarket yang tadi ingin dia tuju dan langsung mengambil 2 buah susu kaleng rasa coklat dan original tersebut kedalam mesin penghangat dan segera membayarnya ke kasir.


    Setelah selesai, Lia langsung berjalan menuju arah pulang ke rumahnya yang kebetulan tembusan dari belakang gang kecil yang ia lihat tadi. Lia melihat ke dalam gang tersebut apakah wanita itu masih ada disitu atau tidak.


    Dan keberuntungan sepertinya sedang berpihak kepada Lia.  Ia melihat wanita itu masih disitu, namun dengan keadaan terduduk, sambil sesekali memegangi perutnya yang terlihat membuncit itu dari samping. Melihat keadaan seperti itu, Lia segera lari menemui wanita tersebut. Namun saat sampai di depannya, wanita tersebut malah mundur secara perlahan-lahan.


"Please, jangan paksa aku ikut kalian. Aku tidak mau kembali. Bilang saja pada Daniel brengsek itu untuk menceraikan aku. Aku hanya ingin hidup berdua dengan anak yang aku kandung ini, jangan ambil anakku juga karena hanya tinggal anak ini saja keluargaku satu-satunya." jawab wanita itu sambil menangis. Lia yang mendengarnya pun sedih. Kenapa orang-orang tersebut tega dengan wanita ini. Lihat lah wanita ini sedang hamil besar.


    'Hei kalian semua apakah tidak ada rasa kasihan di diri mereka?'* teriak Lia di dalam hati.


   "No no  Miss saya disini bukan untuk menyeret anda. Saya disini malah ingin meno.." belum selesai ucapan Lia wanita itu sudah memotong ucapan Lia sambil berjalan mundur kembali.


    "No... kau pasti salah satu dari mereka kan?" bantah wanita tersebut dengan cepat.


    "Tidak Miss. Saya ini orang yang tadi tidak sengaja melihat anda dari ujung sebelah sana. Dan memang tadi saya sempat bertemu dengan orang-orang yang menanyakan kalau saya melihat anda atau tidak. Namun jawaban saya tidak melihat anda. Apalagi mendengar kalau yang mereka cari itu anda yang tengah hamil besar seperti ini."* jawab Lia secara rinci tentang apa yang tadi dilihatnya.


    "Benarkah itu? Kumohon jangan kasih tau mereka kalau aku ada disini." ujar wanita itu sambil menautkan kedua tangannya ke tangan Lia sambil terus menerus berujar tolong.


    "Iya Miss, saya tidak akan memberitahukan keberadaan anda. Tapi..." Lia terlihat berpikir sebelum melanjutkan kata-katanya.


    "Tapi kenapa?"* tanya wanita tersebut.


    "Itu Miss sebelumnya saya belum tahu nama anda. Jadi siapa nama anda Miss?"tanya Lia denganmalu-malu sambil menggaruk leher bagian belakangnya yang tidak gatal


    "Ahh...itu ternyata yang ingin kamu tanyakan. Perkenalkan namaku Briana Ardelia Johnson. Kalau kamu sendiri? " ucap wanita yang bernama Ardelia tersebut.


    "Perkenalkan Miss nama saya Amalia Fatika Rahmawati nama panggilan saya Lia, jadi sebenarnya saya ingin membantu anda. Boleh kan Miss?" balas Lia memperkenalkan namanya dan niatnya.


    "Jangan panggil aku Miss, anggap saja aku ini kakakmu. Panggil aku kakak saja. Dan juga sepertinya umur kta tidak terlalu jauh. Kalau dipanggil Miss aku seperti sudah tua saja."* ucap Briana.


    "Ok. Kak Briana atau Ana? wkwkwk"


    "Agak terdengar canggung saat kau menyebutkannya wkwkwk. Tapi panggil saja aku Ana. Kak Ana."


    Akhirnya kecanggungan diantara keduanya pun hilang secara perlahan, digantikan dengan percakapan dan diselingi tawa oleh keduanya.


    "Ahh iya kak hampir aku lupa. Tadi aku sudah mengabari ibuku kalau aku ingin membawamu untuk tinggal sementara dirumahku dan ibuku setuju. Bagaimana kak kamu mau?" *tanya Lia.


Memang sebelumnya saat di minimarket tadi, Lia sempat menelpon ibunya untuk ijin kalau seandainya dia membawa seorang wanita hamil ke rumah boleh atau tidak. Awalnya ibunya kaget dan menanyakan siapa wanita yang Lia maksud, namun setelah perbincangan panjang antara ibu dan anak tersebut, Lia diijinkan membawa wanita yang dimaksud Lia tersebut ke rumah.


    "Benarkah? Apakah keluargamu tidak keberatan?" Tanya Ana memastikan.


    "Benar itu kak. Tidak kok kak, malah ibuku sepertinya antusias dengan kedatangan kakak. Tapi sepertinya kakak harus berganti pakaiannya dulu deh. Soalnya para pengawal suami kakak pasti mengenali kakak dengan pakaian kakak yang seperti ini." jawab Lia sambil melihat seluruh badan Ana dari atas sampai bawah.

__ADS_1


    "Ganti pakaian? Lia, aku saja kabur tidak membawa apapun selain calon bayiku, dan diriku ini."


   "Oh iya. Hampir saja aku lupa." pekik Lia, setelah tahu apa yang dia butuhkan.


    Lalu Lia dengan cepat mencari-cari sesuatu yang ada didalam tasnya. Setelah menemukannya Lia dengan segera memberikannya kepada Ana.


    "Ini kak, aku ada sweater dan topi bekas aku pakai tadi saat bekerja, sementara kakak pakai ini saja dulu untuk kabur. Dan baju kakak tidak apa-apa kan kalau ditinggal disini? Takutnya saja kalau ada alat pelacak di baju kakak" ucap Lia sambil memberikan sweater dan topinya.


Setelah mengganti pakaiannya, Ana dan Lia pun jalan perlahan-lahan keluar dari gamg sempit tersebut. Lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Lia.


30 menit kemudian


    Setelah melalui perjalan yang lumayan jauh. Ana dan Lia telah sampai di depan rumah Lia.


    "Lia pulang...." ucap Lia memasuki rumahnya bersama Ana.


    "Kamu udah pulang nak? Mana wanita yang kamu tolong tadi Li?" ucap ibu Lia


    "Ini bu. Namanya Kak Briana Ardelia Johnson bu. Tapi dia ngga bisa bahasa Indonesia bu." jelas Lia kepada ibunya.


    Sedangkan Ana sendiri yang hanya menjadi pendengar setia percakapan ibu dan anak inipun hanya bisa diam dan was-was sambil memperhatikannya saja. Namun saat namanya disebut, Ana mendongakkan kepalanya menatap kepada Lia dan ibunya tersebut.


    "Ehm.. Kak Ana perkenalan ini ibuku ibu Sarah. Dan kakak disini sekarang aman. Jangan takut ada yang mengejar kakak. Karena disini ada ayahku, ibuku, kakakku, dan kedua adikku yang akan melindungi kakak disini. Dan maaf kalo rumah Lia tidak besar seperti rumah kakak."


    'Sepertinya dia anak yang baik. Keluarganya pun juga terlihat seperti orang yang baik-baik.' batin Ardelia.


    "Ayo kak aku antar kakak ke kamarku."


    "Ah? Oh iya"


    Lalu mereka berdua berjalan berdampingan menuju ke kamar Lia.


    Sesampainya di kamar Lia dan Ana pun duduk di pinggiran kasur yang ada di kamar Lia. Dua-duanya sama-sama terdiam. Ana yang tak tahan dalam keadaan sama-sama diam inipun akhirnya berbicara.


    "Ehm jadi Lia?" ucap Ana setelah beberapa saat terdiam.


    Lia yang merasa namanya di panggil pun menegok ke sumber suara yang ternyata suaranya Ana.


    "Ya. Ada apa kak? Apa kakak perlu sesuatu?"


    "Tidak tidak.  Aku hanya ingin ngomong kalau aku merasa nama panggilan kita itu sama. Sama-sama Lia. Makanya sewaktu ibumu mengobrol dengamu dan menyebut nama Lia.  Awalnya aku ketakutan, mungkinkah ibumu tahu aku sedang dicari-cari oleh body guard suami ku. Namun setelah kalian selesai mengobrol aku tahu bahwa yang dimaksud ibumu adalah kau." ucap Ana.


    "Loh kata kakak tadi nama panggilan kakak Briana kan? Eh tapi iya sih nama kakak ada Lia nya juga."


    Setelah itu keduanya kembali terdiam.  Namun tidak lama terdengar kekehan kecil dari Lia.  Ana mengernyitkan dahinya merasa tak mengerti apa yang Lia tertawakan. Namun tak lama kemudian akhirnya tawa Ana pun juga keluar. Keduanya tertawa bersama seakan tak merasa khawatir lagi dengan orang yang mengerjar Ardelia tersebut.


Sementara itu di bagian dunia yang lain


    Terlihat seorang pria sedang memandangi jalanan kota dibawahnya dari kaca yang membatasi di ruang kerjanya.. Sekilas pria itu nampak biasa saja, namun siapa tahu dia sedang menyimpan amarah yang sangat besar bukan ?


Tok


Tok


Tok


    Pria yang sedang memandangi jalanan itu pun terpaksa mengalihkan perhatiannya ke arah pintu ruangannya,  karena ada yang mengetuk pintu ruangannya.


     "Permisi Tuan" ucap salah satu karyawannya.

__ADS_1


    "Ya, masuklah."*setelah mendengar perintah dari boss nya itu, lalu masuklah seorang pria yang berpakaian rapi. Lebih mirip seperti bodyguard sih sepertinya. Lalu pria itu kembali mengalihkan pandangannya ke arah kaca transparan itu lagi.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


    "Tuan. Kami telah menemukan dimana lokasi Nyonya Miller berada tuan." ucap  bodyguardnya.


Btw ada yang penasaran ngga? Kapan kira-kira si Ana cepet ketemu ngga ya sama si Daniel?


Trus juga kapan ya si Lia ketemu sama si Edrick.


Terus mau basa-basi sedikit boleh?


Jadi kemaren tuh udah ngetik sampe part 5. Nah part 4 ceritanya pengen langsung di kirim.


Eh malah ketiduran, jadinya baru sempet sekarang deh updatenya. Btw kallo ada yang liat cerita ini di wattpad nama authornya Vammy Alaina juga itu akun aku hehehe.


Karena baru sempet update hari ini aku banyakkin nih. Ditunggu yah buat next partnya :)

__ADS_1


__ADS_2