
Jangan lupa koreksi kalo ada typo ya gais
Happy Reading\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Buat info update dan para pemain ceritanya jangan lupa check ig aku @Vammyalaina
9 bulan kemudian
__ADS_1
Jakarta, 29 Maret 2018
Terlihat sekumpulan siswa/siswi yang terlihat dari gerbang sekolah dengan berbagai macam ekspresi. Ada yang senang, lega, sedih, capek, dan biasa-biasa saja pun ada. Begitu juga dengan ekspresi dan cara berjalan siswi perempuan yang satu ini. Dia terlihat menunjukkan raut wajah lesu dan juga berjalan dengan kaki yang diseret-seret.
"Dorr... Heh Lia diem-diem aja. Kenapa sih lo?" tanya salah satu siswi yang merupakan teman dari orang yang bernama Lia tersebut.
"Eh kamu Kura. Gapapa kok cuman masih agak kepikiran sama ulangan yang tadi habis dikerjain." jawab Lia dengan raut muka yang menunjukkan perasaannya yaitu sedih.
"Ya ampun Lia gua kira apaan. Lagian nih ya gausah dipikirin banget. Udah selesai ini kan ujiannya? Lagian ya Li, hasil UNBK ini tuh ngga ngaruh banyak. Palingan cuman buat lampiran buat lu ngelamar kerja doang kan? Kecuali lu masuk sekolah kedinasan. Lagian lu juga kayaknya fix diterima di UI sih. Diliat dari raport semester kemaren lu udah bagus banget." ujar Sakura
"Bener juga sih, tapi...." belum selesai apa yang ingin diucapkan. Lia ditarik paksa oleh Sakura.
"Udah yuk ahh Li. Kita jalan-jalan aja ngelepasin rasa capek setelah berperang dengan kertas sama layar komputer juga. Baru nanti kita mikirin langkah selanjutnya. Kerja atau kuliah itu sama aja, kecuali sih kalo elo pengen milih option yang lain Li yaitu Nikah. Hahahaha" jawab Sakura sambil tertawa melihat ekspresi sahabatnya yang melototkan mata kearahnya, setelah mendengar apa yang barusan dia ucapkan.
Mendengar penjelasan sahabatnya pun membuat Sakura memberhentikan mobil cantiknya ke pinggir. Sebenarnya ia merasa sedih dengan keadaan keluarga Lia. Memang keluarganya sederhana, namun tidak ada yang kekurangan kasih sayang dan kehangatan yang ada di keluarga tersebut.
"Oh ya Sakura, aku turun di halte depan aja deh. Trus juga maaf ngga bisa nemenin kamu jalan-jalan hari ini."ucap Lia dengan raut wajah bersalahnya.
"Loh, emangnya kamu mau kemana Li?" tanya Sakura heran. Karena tidak biasanya sahabatnya ini menolak untuk menemaninya hanya sekedar duduk-duduk di kafe atau restoran.
"Hmm...sebenernya aku belom lama ini kerja part time di cafe deket-deket sini. Soalnya lumayan buat nambah-nambah uang buat ngisi waktu luang setiap pulang sekolah."
"Hah yang bener Li? Yaampun. Jadi selama beberapa minggu ini lu balik sekolah langsung pergi buru-buru tu karena ini? Kenapa lo ngga bilang sama gue? Kan bisa gue bantuin cari-cari part time yang bagus tempatnya." tanya Sakura.
Yang ditanya pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Sebenarnya Lia merasa kurang enak selama berteman sama Sakura. Karena kalau dia diminta Sakura menceritakan tentang keluarganya, pasti Sakura akan langsung pergi ke rumahnya dengan barang-barang yang menurutnya pasti sangat berguna disini. Memang sih beberapa barang yang Sakura beli pasti digunakan di rumahnya.
__ADS_1
Namun Lia merasa tidak enak saja, karena kesannya Lia itu hanya bisa memanfaatkan kekayaannya Sakura saja. Padahal Sakura bisa mendapatkan teman yang lebih banyak, teman-teman yang terkenal, dll. Bayangkan saja. Sakura itu cantik, keturunan Jepang, dia populer dikalangan teman-temannya.
Namun kenapa dia malah memilih berteman dengannya? Dan jawaban Sakura sungguh membuat Lia terharu waktu Lia bertanya kenapa memilih berteman dengannya yang jelas-jelas bukan orang yang mampu. Dan jawabannya Sakura itu " Karena kamu baik Lia, bahkan di hari pertama aku pindah ke sekolah kamu langsung ngajak kenalan dan menawariku sandwich yang kamu bawa. Padahal yang lain pasti langsung tanya wahh lo pindahan dari Jepang ya? Cowoknya pasti ganteng-ganteng disana. Sangat jauh beda sama apa yang lo lakuin ke gue Li".
"Iya Kura chan. Maaf ya sebelumnya kalo aku ngga bilang sama kamu. Sebenarnya aku mau bilang sama kamu, cuman ngga enak aja sama kamu. Kesannya kayak aku tu apa-apa selalu ngebebanin kamu."
"Yaelah Li, masih mikir gitu sampe sekarang? Berapa lama sih kita berdua temenan?" tanya Sakura dengan sedikit kesal karena apa yang dia lakukan untuk Lia memang ikhlas dari hatinya tanpa ada unsur ingin pamer.
"....." Lia hanya diam saja saat ditanya begitu oleh Sakura.
"Yaudah Li. Udah sampe depan cafe tempat lu kerja. Semangat ya semoga betah kerja disitu." mendengar kalimat yang barusan Sakura ucapkan pun akhirnya Lia mendongak. Melihat sekitarnya. Dan ternyata benar, dia sudah sampai di trotoar depan cafe tempat dia bekerja.
"Makasih banyak loh Kura chan. Dan maaf ya sekali lagi. Hmm... gini deh sebagai ucapan permintaan maaf, gimana kalo hari minggu ini kamu kursus buat kue lagi dirumah sama ibuku?"
Mendapatkan tawaran yang sudah lama ia impikan pun Sakura langsung menjawab.
"Bener ya. Aku bakalan dateng dari pagi loh buat kursus hari minggu nanti. Dan jangan lupa kamu harus jadi testernya waktu kuenya udah jadi titik." jawaban semangat Sakura itupun langsung membuat Lia tertawa.
"Iya-iya. Lagian ibu juga udah lama pengen kamu dateng cuman ngga bisa terus ibunya."
"Ok deh..... bye bye Lia ku sayang. Sampai ketemu hari minggu." jawab Sakura. Dan tak lama kemudian pun Lia berjalan masuk ke dalam cafe tempatnya bekerja tersebut.
__ADS_1