Me and Mr. Billionaire

Me and Mr. Billionaire
7


__ADS_3

Jangan lupa koreksi typonya ya gaiss


Happy reading


________________________________________________________


Indonesia


19:30 wib


Keluarga Lia sedang makan malam. Mereka makan bersama-sama di ruang keluarga. mereka (Ayah dan ibunya Lia, Kakak laki-laki, adik kembar Lia, dan Lia) sedang menyantap makan malam yang telah dibuat oleh Ibunya Lia dan dibantu juga oleh Lia. Sedangkan Ana yang masih merasa asing dengan masakkan Indonesia pun bingung dengan makanan yang ada di depannya. Ada sop ayam, perkedel, tempe orek, telur dadar, dan sambal saat ia tanya apa saja nama makanan tersebut sama Lia.


Lia yang melihat Ana belum mengambil nasi dan lauk yang ada di depannya pun langsung heran, dan akhirnya ia menanyakannya.


"Kak. Kenapa cuman mengambil nasinya saja tidak mengambil sayur dan lauknya? Apakah masakkan ibu kurang cocok sama selera kakak? Apa kakak ingin yang lain? Bilang saja kak, tidak apa-apa kok."ucap Lia dengan nada suaranya yang lumayan khawatir, karena Aa kan sedang hamil besar.


Tak lama setelah mendengar ucapan putrinya itu. Ibunya Lia pun menanyakan hal yang sama pada Ana. "Benarkah itu nak? Apa masakkan ini tidak cocok dengan selera mu? Apa kamu mau makan yang lain?" Sebenarnya ibunya Lia mengerti ketika orang berbicara dengan bahasa asing. Karena dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Namun ia hanya bisa berbicara sedikit untuk bahasa Inggris.

__ADS_1


"Ahh. Bukan begitu maksud ku. Maaf kalo ini kalian tidak nyaman. Soalnya aku bingung untuk memakan yang mana dulu. Semuanya terlihat enak untuk dimakan. Maaf kalau aku membuat kalian semua merasa terganggu." ucap Ana sambil melambaikan tangannya kekanan kekiri tanda dia tidak apa-apa.


"Tidak usah merasa tidak enak nak. Ambil saja yang ingin kau makan. Mungkin makanan yang biasa kami makan sehari-hari berbeda dengan makanan dirumah mu, tapi jangan sungkan. Makanlah untuk mengisi perutmu yang lapar, kasihan anak yang lagi kamu kandung pasti kelaparan. Lalu segeralah istirahat, jangan terlalu capek karena kamu masih hamil." nasihat ibunya Lia. Keluarganya pun sedikit kaget, karena sudah lama sejak terakhir kali mereka mendengar sang ibu berbicara bahasa Inggris.


Lalu setelah kecanggungan yang telah terjadi. Akhirnya semua orang yang berada di meja makan tersebut makan dengan tentram dan hikmat.


Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga. Mereka membahas tentang kejadian bagaimana Ana bisa ke Indonesia dan juga bagaimana dia bertemu dengan Lia. Semua diceritakan tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Termasuk bagian Ardelia dan Lia berselisih paham tadi sore.


"Jadi ini kali pertama nak Ana ke Indonesia?" tanya ibunya Lia setelah mendengar cerita dari Ana dan Lia.


"Tapi kak, saat tadi aku ingin menolongmu, kakak bilang jangan paksa kakak untuk ikut dengan mereka. Maksudnya orang-orang yang mencari kakak tadi orang suruhan suami kakak begitu?" tanya Lia.


"Ya begitulah. Entah dari mana dia tau kalau aku kabur kesini. Tapi biarlah, dia hanya peduli sama anaknya bukan aku. Itulah mengapa sewaktu kamu menghampiri aku, aku bilang jangan ambil anakku. Karena tinggal anakku saja yang aku punya." terdengar nada sedih di suara Ana saat menceritakannya.


"Memangnya keluargamu kemana nak?" tanya ibu Lia.


"Ahh keluargaku. Mereka sudah meninggal setelah acara pernikahan ku selesai." ucap Ana dengan nada sedih dan juga sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ah maaf kan ibu nak. Ibu tidak tahu kalau keluargamu sudah meninggal." jawab ibunya Lia.


Setelah saling bercerita satu sama lain, tak terasa sudah jam 10:30 malam. Akhirnya masing-masing orang yang berkumpul disitu kembali ke kamarnya masing-masing dan tertidur untuk kembali menjalani kegiatan yang akan dilakukan di esok hari.


 


 


Hehehe abis ini ada lanjutannya lagi kok


Jadi aku update 2 kali.


Maaf ya crazy updatenya belom bisa belom bisa banyak.


 


Sekian

__ADS_1


__ADS_2