
Setelah beberapa saat Rayno dan Sagara sampai dimansion keluarga Mahavir.
Rayno dan Sagara memasuki mansion banyak orang yang sudah berkumpul menunggu kedatangan mereka.
Pada saat Sagara menemukan Rayno dia langsung mengirimi ayahnya pesan bahwa dia sudah bertemu Rayno.
Jadi saat keluarga Mahavir tau Rayno sudah bersama Sagara segera mereka bergegas pulang.
Dan akhirnya orang yang sudah mereka tunggu telah datang, keluarga Mahavir langsung berdiri mendekati Rayno.
"Ray, darimana saja kamu? Kamu tau betapa cemas nya aku saat kamu menghilang tiba tiba, apa kamu terluka? Atau ada yang sakit? Cepat periksa dia Liam!"
Ucap seorang wanita cantik yang terlihat panik, matanya telihat sangat tulus saat melihat anak tirinya yang sudah sangat ia sayangi dan cintai.
Wanita itu adalah ibu tiri Rayno, ayah Rayno menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki anak.
Wanita itu adalah Naira Shanika Varischa biasa dipanggil Naira. Dia adalah sosok ibu yang sangat lemah lembut pada keluarga nya. Tapi akan sangat kejam saat keluarga nya tersakiti.
"Tenanglah sayang, kalo kamu langsung menanyakan banyak hal begitu Ray akan pusing" Pria itu segera menarik pelan istrinya agar memberi ruang pada anaknya.
Jace Achiles Mahavir dia adalah ayah Rayno biasa dipanggil Jace. Paras lelaki itu sangat tampan meski umur nya yang sudah menginjak umur 46 tahun.
Jace akan sangat dingin dan bengis jika dengan orang lain, tetapi hanya akan lembut dengan keluarga nya.
Jace begitu khawatir saat mendengar bahwa Ray menghilang. Dia langsung memukuli para bawahan nya yang tidak becus menjaga anaknya.
Jika saja sesuatu hal terjadi pada anaknya, Jace akan pastikan mereka menderita karena sudah lalai.
"Ray apa ada yang terluka? Biar ku periksa ya. Tunggu sebentar aku mengambil alat medisku dulu di kamar"
Seorang laki laki langsung berlari keatas menuju ke kamar nya mengambil alat alat kedokteran nya.
Laki laki tersebut adalah kakak ketiga Rayno. William Athara Mahavir biasa dipanggil William atau Liam.
Usianya sekarang 23 tahun, diumur nya itu William berprofesi sebagai dokter. Kepribadian nya ramah dan usil, William paling suka menjahili kedua adik kembar nya.
"Cepat ambilkan minuman yang menghangatkan untuk adik ku. Udara malam tidak bagus untuk Ray, dia pasti akan masuk angin nanti"
__ADS_1
Ucap seorang perempuan, segera memerintahkan para pelayan.
Ileana Alesya Mahavir kakak kedua Rayno biasa dipanggil Ileana atau lea. Dia adalah satu satunya anak perempuan dari keluarga Mahavir.
Lea adalah wanita yang sangat mandiri dan cerdas, umurnya 24 tahun. Lea berprofesi menjadi CEO Entertainment, Lea bisa menghasilkan banyak artis dan aktor yang berbakat di perusahaan nya.
Disebelah Lea ada si kembar keluarga Mahavir, Evander Altezza Mahavir dan Eros Arkana Mahavir mereka biasa dipanggil Evan dan Eros. Umur mereka 15 tahun, kelas 3 SMP.
Meski mereka tidak menyuarakan kekhawatiraan seperti yang lain, tapi tatapan mata mereka sangat cemas. Mereka takut Rayno terluka atau melakukan hal yang tak berguna lagi.
Evan dan Eros selalu tau kakak mereka selalu ingin menyakiti dirinya sendiri. mereka berdua selalu berusaha untuk dekat dengan Rayno tetapi selalu gagal.
Itu karena Rayno yang selalu mengabaikan mereka. Evan dan Eros hanya berharap jika suatu hari nanti Rayno bisa bergantung pada mereka.
"Gara setelah ini jelaskan apa yang telah terjadi" Ucap Jace berbisik pada Sagara yang hanya meanggukan kepalanya.
Sagara Athaya Mahavir biasa dipanggil Sagara atau Gara anak Pertama sekaligus anak tertua.
Berumur 26 tahun berprofesi sebagai CEO, dia mewarisi salah satu bisnis dikeluarga Mahavir.
Terakhir ada Rayno Abizar Mahavir. Masih berumur 18 tahun, biasa dipanggil Ray atau Rayno.
Saat William kembali dengan peralatan medisnya dia dengan cepat memeriksa Rayno, memeriksa tanda-tanda kerusakan fisik Rayno jika ada terluka atau lecet.
Saat William melakukan pemeriksaan menyeluruh, anggota keluarga lainnya berkumpul memberikan kata-kata penyemangat dan penghiburan.
Mereka berbagi cerita untuk memenangkan nya dan mengingatkan Rayno tentang kegembiraan yang masih ada dalam hidup.
Setelah beberapa saat William sudah selesai memeriksa keadaan Rayno. Bisa diliat sekarang raut wajah keluarga Mahavir yang khawatir takut Rayno terluka atau sakit.
Sedangkan Rayno dia hanya diam saja sendari tadi, entahlah dia tidak tau jika banyak yang akan khawatir dengan dirinya seperti ini.
Karena dari dulu dia sudah menutup hatinya pada orang lain meskipun itu adalah keluarga nya maupun teman temannya.
Saat Rayno melihat kekhawatiran keluarganya, rasanya dihati nya ada sesuatu yang hangat.
Rayno tidak tau apa itu. Karena sudah lama dia tak merasakannya, jadi dia lupa perasaan apa itu.
__ADS_1
Sehingga tanpa disadari Rayno, sedikit demi sedikit dirinya tampak membuka hatinya kembali kepada orang lain.
Saat Rayno sedang melamun, tubuhnya langsung tersentak saat merasakan sebuah pelukan.
Rayno menatap ibu tirinya yang sedang memeluk erat dirinya. Betapa hangat nya pelukan ini dia berpikir.
"Syukurlah Ray tidak terluka tapi mungkin saja besok kamu akan demam. Karena terlalu lama terkena angin malam bisa jadi kamu akan masuk angin dan berakhir demam."
"Aku akan mencarikan obat nya dulu jadi setelah ini langsung ke kamar saja Ray dan beristirahatlah dulu, kakak akan nanti mendatangimu di kamar"
William segera pergi untuk mencari obat untuk Rayno.
"Kamu juga belum makan dari tadi jadi biar Bunda siapkan makanan untukmu dulu ya"
Naira segera ingin pergi tapi langsung ditahan oleh anak perempuan nya.
"Jangan Bun, Biar aku yang mengurus Ray. Bunda istirahat aja ya"
Ucap Lea dia segera memegang tangan Rayno dan berpamitan pergi ke yang lain dan naik ke atas.
Naira ingin memprotes tetapi suaminya langsung menariknya mendekat.
"Baiklah, Evan Eros kembalilah kekamar kalian juga. Kalian harus sekolah besok jadi jangan bergadang dan segera tidur"
Jace segera memerintahkan anak kembar nya dan menepuk kepala kedua nya. Yang dibalas anggukan kepala oleh keduanya dan mereka langsung beranjak pergi ke kamar.
"Sayang kamu juga tidurlah duluan, aku tau kamu daritadi tidak ada istirahat. Aku akan menyusul setelah selesai membahas sesuatu dengan Gara"
Ucap Jace dengan lembut lalu mencium kening istrinya.
"Baiklah jangan sampai larut malam, kalian juga butuh istirahat"
Segera Naira mencium pipi suaminya dan mengelus rambut Sagara lalu Naira beranjak pergi ke kamar.
Jace yang dicium dipipi langsung tersenyum senang, Jace berpikir istrinya sungguh sangat manis.
"Ayah, berhentilah tersenyum seperti itu. Kamu terlihat jelek" Ucap Sagara mengejek.
__ADS_1
Jace hanya mendengus kesal pada anak sulung nya.
"Kita akan membahasnya dikantor Ayah" Jace segera berjalan kekantor nya dan diikuti oleh Sagara yang berjalan di samping Jace.