
Kita boleh saja percaya pada orang lain tapi juga harus rasional dalam menempatkan kepercayaan itu sendiri jangan sampai kepercayaan yang kita berikan malah disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Karena kepercayaan kita yang berlebihan membuat kita buta akan masukan dari orang orang di sekelilingnya yang berusaha menyadarkan kita.
Seperti itu juga yang tengah di rasakan Kiki saat iya begitu percaya pada Wika hingga iya sempat bersitegang dengan Tante nya tapi orang yang dia percayai malah mencoreng arak ke mukanya.
Emosi Kiki tak tertahan di saat iya mati Matian menjaga wanitanya tanpa ingin menyentuhnya sebelum waktunya tapi apa yang iya lihat Kiki sampai malu melihatnya.
Tapi iya hanya melihat akan seperti apa akhir Wika dengan lelaki itu agar iya bisa mengambil keputusan dengan benar dan meyakinkan hatinya walau dengan melihat semua nya juga menambah luka yang di torehkan semakin dalam.
Ya Kiki melihat bagaiman Wika menikmati cumbu an di tengkuknya apa lagi ini di tempat umum dan waktu yang hampir menunjukan pukul sebelas malam dan taman yang mulai sepi oleh pengunjung.
Bahkan Kiki melihat tangan Wika yang memeluk leher lelaki itu sepertinya dua duanya memang terbiasa melakukanya. Tak lama keduanya berjalan beriringan dengan tangan sang lelaki yang memeluk pinggang Wika menuju mobil yang terparkir tak di tempat yang sangat remang.
__ADS_1
Wika dan lelaki itu pun memasuki mobil tapi bukan menuju pintu depan kemudi namun menuju pintu penumpang tak lama setelah mereka masuk mobil tersebut berguncang seperti ada gempa yang terjadi di dalam sana.
Kiki miris melihat itu semua kenapa iya begitu bodoh mencintai wanita yang tak lebih dari seorang ******. Iya berjalan Menuju mobil yang masih bergoyang tak kalah hebat dari sebelumnya.tangan Kiki terulur mengetuk pintu mobil bagian penumpang.
Dimana dua manusia yang dengan menengguk madu neraka pun terperanjat terlebih Wika saat iya melihat dari dalam mobil siapa yang mengetuk kaca mobilnya terlebih posisi tubuhnya yang masih menyatu dengan posisi duduk saling berhadapan dan pakaian yang telah terlepas dari keduanya.
Kiki menggedor pintu mobil dengan satu tangan yang berusaha membuka pintu mobil dan beruntung pintu itu bahkan tidak terkunci.
Sorot mata Kiki yang tak pernah Wika lihat membuat nyalinya menciut, tapi apa yang di lakukan laki-laki itu dia terus mengguncang tubuh Wika tanpa mempedulikan Kiki yang berdiri di depan pintu memainkan pepaya muda milik Wika yang menggantung bebas
Seolah menunjukan bahwa Wika miliknya hingga Wika mendapat pelepasan nikmat dari lelaki yang masih di bawahnya, dan itu semua Kiki melihatnya.
" kamu sudah lihat kan sekarang tutup pintunya karena dia milikku sambil menarik handle pintu yang masih di pegang Kiki.
__ADS_1
Kiki berjalan di ikuti oleh Cakra yang hanya berdiri di belakang Kiki dan iya juga melihat apa yang pasangan itu lakukan. Kiki yang hendak menyalakan motor nya pun di tarik Cakra dan dia merebut kunci yang masih di pegang Kiki..
" gue yang bawa, lu mau kemana..???" Cakra tau temannya membutuhkan waktu untuk menerima semuanya.
" rumah Tante Yuni..." ya Kiki tidak mau ibunya melihat keadaanya yang sedang tidak baik.
" ok gue anterin Lo kesana Lo tenangkan diri Lo .."
Cakra melajukan motor Kiki menuju rumah Tante Yuni tak lama mereka telah sampai di depan rumah Tante Yuni.
" makasih bro, Lo balik aja bawa motor gue ati ati ya " setelah nya Kiki berjalan gontai tanpa menengok ke arah Cakra. Kiki mengetik pintu rumah Tante Yuni berharap masih ada yang terjaga dan mendengar ketukannya.
" ka.."
__ADS_1