Memendam Rasa ( Andai Aku Bisa Memiliki Mu )

Memendam Rasa ( Andai Aku Bisa Memiliki Mu )
Tuduhan Yang Tidak Mendasar...


__ADS_3

Setelah menyelesaikan kesalahpahaman yang di ciptakan Wika pada Ruby, Kiki langsung menelpon orangtuanya untuk bisa langsung menikahi Ruby jangan sampai menunggu lebih lama lagi.


Kiki langsung kembali ke kantor karena jam makan siang yang sudah hampir habis.


" by.. siap kan kalo Kaka ajak nikah langsung.. Kaka ngga bisa nunggu lebih lama lagi..." Kiki menatap Ruby berharap Ruby tidak keberatan dengan keputusan nya ini.


" iya ka .. insya Allah Ruby siap ... Ruby juga ngga mau kehilangan Kaka.." Ruby kembali memeluk Kiki seolah ada sesuatu yang akan terjadi tapi entah apa Ruby pun tidak mengerti.


" hei sayang.. percaya sama Kaka semuanya pasti baik baik saja" kiki membalas pelukan Ruby memberikan ketenangan pada calon istrinya


" ya sudah Kaka berangkat ok.." tapi setelah mengucapkan hal itu Kiki kembali menautkan bi bir mereka berdua bahkan kini Ruby membalas apa yang Kiki lakukan.setelah puas Kiki melepaskan tautannya dan menghapus Saliva yang membekas di bi bir Naya.


" Kaka berangkat.." Kiki pun meninggalkan Ruby untuk menuju kantor nya, namun di tengah jalan Kiki mendapat telepon dari ayahnya wika yang menyuruhnya untuk berkunjung ke rumah setelah pulang kerja dan memberitahu bahwa ada hal penting yang ingin di sampaikan.


Sampai di kantor Kiki sudah di tunggu pak Candra selingkuhan wika yang menyuruhnya menuju ke ruangan atasan nya di sini di ikuti pak Candra.


" siang pak... apa benar bapak memanggil saya.." tanya Kiki saat sudah sampai di ruangan atasan nya dimana di sana juga ada pak Candra.


" Wika hamil.." bukan atasan Kiki yang menjawab pertanyaan Kiki tapi pak Candra yang menjawab, Kiki yang mendengar itu hanya memicingkan matanya menatap dua orang atasannya secara bergantian.


" lalu hubungannya apa dengan saya ??" ucap Kiki bertanya balik.


" dia pasti hamil anak kamu ?" Kiki melebarkan matanya mendengar tuduhan tidak mendasar yang di berikan pak Candra padanya.


" atas dasar apa bapak menuduh saya yang menghamili Wika ?" Kiki semakin bingung dengan tuduhan atasannya.


" bukannya bapak yang menikmati tubuhnya jadi kenapa saya yang harus menikahinya.." ucap Kiki menahan emosi


" bahkan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri apa yang bapak lakukan pada wika saat di taman kota malam itu." pak Candra menggebrak meja yang ada di hadapannya.


" tapi saat saya melakukan itu dengan Wika saya memakai pengaman jadi mana mungkin dia bisa hamil !!" Kiki hanya tersenyum mendengar apa yang di sampaikan pak Candra.


" bapak pernah dengar tidak jika pengaman itu bisa saja bocor atau bahkan sengaja di lubangi agar bisa terjadi pembuahan..??" pak Candra hanya diam karena apa yang di ucapkan Kiki ada benarnya.


" asal bapak tau saat saya pacaran dengan Wika, saya menjaga Wika dengan baik " Kiki mencoba menenangkan hatinya yang kembali sakit.

__ADS_1


" bahkan apa yang saya lakukan pada Wika hanya sebatas pegangan tangan dan cium kening, jadi apa itu bisa membuat Wika hamil ?? tidak bukan ??" dua atasan di depannya hanya diam mendengarkan.


" jadi saya tegaskan sekali lagi jika bukan saya yang menghamili Wika.. saya permisi "


namun sebelum melangkah Kiki kembali mengucapkan sesuatu yang membuat pak Candra sadar akan sesuatu.


" apa bapak tau berapa usia kehamilan Wika ?? dan kapan pertama dan terakhir bapak melakukan hubungan terlarang itu bersama Wika ?" Kiki dengan langkah pasti meninggalkan ruangan atasannya.


Kiki begitu marah pada wika, bukankah Wika sendiri yang mengkhianati nya tapi kenapa sekarang dirinya yang terkena getah dari orang lain.


Kiki berusaha profesional dalam bekerja meski pemikiran kini tertuju pada tujuan ayah Wika yang menyuruhnya datang ke rumah Wika malam ini.


Tak terasa waktu begitu cepat, setelah pulang bekerja Kiki langsung menuju rumah Wika dimana ayah Wika sudah menunggu nya.


tok tok tok..


Kiki mengetuk pintu rumah Wika yang terasa gelap tapi Kiki tidak menaruh curiga sedikitpun. tak lama pintu rumah Wika pun terbuka dan Kiki langsung di tarik seseorang agar masuk ke dalam.


Kiki yang melihat siapa yang menarik nya ke dalam rumah Wika hanya diam, tapi di luar dugaan Wika memeluknya erat di tambah Wika yang hanya memakai dres diatas lutut dengan tali spaghetti sebagai penyangga dresnya.


Kiki yang tersadar posisi dirinya yang bisa membuat orang salah paham langsung bangun dan menjauh dari Wika.


" Ki apa yang kamu lakukan pada Wika..? " ayah Wika pura pura marah dengan yang terjadi padahal ini semua adalah rencana Wika.


flashback on


" pak.. saya hamil " Wika mencoba memberi tahu pak Candra selingkuhan nya selama ini


tapi PK Candra hanya tersenyum mengejek.


" kamu pikir saya bodoh, setiap saya melakukan ini dengan kamu saya selalu memakai pengaman, lagi pula saya sangat mencintai istri saya dan saya menganggap kamu hanya partner saya dalam mencari kepuasan " Wika pun sebenarnya hanya menganggap pak Candra sebagai partner kepuasannya saja yang tidak iya dapat dari Kiki.


" mungkin ini anak pacar kamu sendiri !"


Setelah pak Candra menolak kehamilannya, Wika memberitahu ayah nya bahwa dirinya hamil dengan selingkuhannya selama ini dan Wika pun menceritakan obrolan nya dengan pak Candra tadi.

__ADS_1


Ayah Wika yang tidak ingin anaknya hamil tanpa suami pun memikirkan apa yang harus mereka lakukan, sampai sebuah ide untuk menjebak Kiki pun terlontar dari mulut wika


flashback off


" hei... kalo mau berbuat zinah jangan di tempat ini.. " ucap para warga yang ikut hadir di sana.


" saya tidak melakukan apapun, saya hanya di jebak "


Para warga tidak mempercayai apa yang Kiki sampai kan dan terus mendesak Kiki agar langsung menikahi Wika saat itu juga.


" pak... sebaiknya panggil ustadz, kita nikahkan saja mereka " ucap ayah Wika yang langsung diamini oleh para warga. salah satu warga pergi meninggalkan rumah Wika untuk memanggil ustad yang bisa menikahkan Wika dengan Kiki.


Tak menunggu lama ustadz yang di maksud pun telah datang bersama warga yang lain


" ada apa ini sebenarnya.." ucap pak ustadz setelah mengucapkan salam.


" dia berperilaku tidak baik pada Wika pak ustadz " ucap ayahnya Wika, sedangkan Kiki hanya diam seperti mengamati arah permainan keluarga Wika.


" benar itu nak..?" ucap pak ustadz bertanya pada kiki.


" demi Allah pak ustadz, bahkan selama


saya pacaran saya tidak pernah menyentuh nya kecuali mencium kening Wika apa lagi sampai melakukan hal terlarang.


" terus tadi kamu mau apa pada anak saya. " ayah Wika masih berusaha memprovokasi warga, tapi Kiki berusaha lebih tenang lagi


" maaf pak ustadz saya tidak mungkin menikahi wanita yang sedang hamil yang bahkan bukan anak saya.


" apa.. Wika hamil.."


✍️✍️✍️ hadehhhh bapak sama anak sama aja 😡😡😡


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya


jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2