
Terkadang memendam perasaan jauh lebih sakit karen hanya kita sendiri yang merasakan karena orang yang ingin kan tidak mengetahui dan mengerti akan perasaan kita padanya.
Ruby memilih meninggalkan dia orang pria yang sedari tadi membuat nya pusing. setelah Ruby pergi Arkan lebih memilih berpamitan pada ayah bunda Ruby
" om... tante kalo begitu saya pamit mungkin ruby lebih senang di rumah daripada jalan dengan saya ... maaf sudah mengganggu pagi nya..." Arkan langsung mencium tangan kedua orang tua Ruby lalu melangkah pergi dan hanya tinggal hakiki yang ada di sana.
" om Tante.. kalau boleh saya tau... memang Ruby mau di jodohkan dengan siapa..???"
" jujur saya masih bingung dengan perasaan saya sendiri terhadap Ruby tapi saya juga tidak akan rela Ruby menjadi milik orang lain... kemarin saat saya meminta ijin pada Tante mau membawa Ruby pergi, saya dan Ruby membuat kesepakatan bahwa kami akan memantapkan hati kami selama seminggu ini.." Kiki menjeda ucapannya untuk melihat reaksi ayah bunda Ruby.
" Tapi melihat tadi bagaimana Arkan juga menyukai Ruby saya rasa tidak perlu menunggu satu Minggu saya Kiki anak dari bapak Amir dan Bu Cantika.. ingin meminta izin pada om dan Tante untuk menjadikan Ruby pacar saya om...???
" pacar...??? kamu yakin di usia kamu saat ini kamu masih nyari pacar...??? "Kiki sadar usianya dan Ruby sangat jauh hampir sepuluh tahun tapi iya yakin Ruby tidak keberatan dengan perbedaan usianya.
" saya yakin om... tapi kalau om ingin langsung saya menikahi Ruby juga tidak masalah ... masalahnya apa Ruby mau menikah di usianya yang masih sangat muda bahkan dia belum pernah merasakan kebebasannya " Ruby yang sebenarnya dari tadi di ruang makan bisa mendengar semua yang Kiki bicarakan pada orang tuanya itu..
__ADS_1
' andai Kaka bertanya langsung padaku pasti aku akan menjawab iya tanpa banyak berpikir...' Ruby bergumam
" benarkah..." Ruby langsung mengangkat wajahnya yang dari tadi di telungkup kan di atas meja...
" kakak..." wajah Ruby memerah menahan malu berharap Kiki tidak pernah mendengarkan gumaman nya.
" apa sayang... kamu pikir Kaka ngga denger bahwa kamu mau kalo Kaka ajak nikah... yakin...??? ngga bakal nyesel...??? karena sekali kamu berkata iya maka Kaka tidak akan melepaskan mu..."
Ruby hanya mengangguk tak ingin membuang kesempatan yang di berikan takdir padanya. Kiki hanya merentangkan tangannya dan Ruby yang melihat itu semua beranjak dari duduknya dan membalas pelukan Kiki.
" I love you moreeeee my little girl friend.."
" cieeee yang pelukan... udah.. udah... belum halal .. sabar ya .." Ruby langsung mendorong Kiki agar melepaskan pelukannya. sedang Kiki hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal...
" katanya mau ke kamar kecil... eh malah pelukan di sini.." ucap ayah Ruby menggoda Kiki.
__ADS_1
" maaf om tapi tadi waktu Kiki mau ke kamar kecil Kiki ngga sengaja denger orang yang ngomong kalo misalnya Kiki ngomong langsung padanya maka dia langsung menyetujui ajakan Kiki untuk menikahi nya.."
plakkk
" auhh.. ih kan bener tadi kamu yang bilang kalo kamu ngga akan nolak aku kan... sabar ya nanti aku ajak ayah ibu Tante dan om untuk datang kesini buat meminang kamu ok.."
" boleh kan om..??" ayah Ruby hanya mengangguk menyetujui...
" ya sudah om Tante Kiki pulang dulu .. mau membicarakan ini semua SMA ayah ibu... by kamu doain kakak ya semoga segala urusan kita di permudah ok..." Kiki berjalan melangkah menuju pintu luar di ikuti Ruby di belakangnya.
" kak kita beneran mau nikah..!!
✍️✍️✍️✍️asik... ada yang di ajakin Nikah...
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi
love you moreeeee 😍😍🌹