
Cinta itu bukan hanya dari mata turun ke hati tapi juga bisa karena rasa nyaman yang kita rasa dan perhatian yang dia berikan. arkan yang akan mulai mengejar cinta Ruby dengan berusaha ada selalu untuk Ruby.
Setidaknya dengan kehadirannya yang memberikan rasa nyaman untuk Ruby bisa membuat hati Ruby menerima kehadirannya juga. tapi itu tidaklah mudah karena kini dihadapannya berdiri laki laki yang Kiran panggil kakak yang juga mungkin menyukai Ruby.
" kenalin Arkan calon pacarnya Ruby..." Ruby yang berada di dekat Arkan langsung mencubit perut Arkan tapi bukannya sakit Arkan malah menahan tangan Ruby yang mencubit perutnya. dan semua itu tidak luput dari pandangan Kiki.
" by kamu sama siapa " Kiki yang tidak menanggapi ucapan Arkan langsung bertanya pada Ruby tanpa membalas jabatan tangan arkan.
" ini Arkan ka teman sekolah Ruby katanya sih ingin ikut ngelamar kerja di sin, ini ka lamarannya " setelah menjawab pertanyaan kiki Ruby menyerahkan lamaran pekerjaan yang sudah iya siapkan berikut lamaran ana dan Arkan.
" loh Arkan, kamu ngapain di sini ? " Kiki yang hapal pada pemilik suara langsung membalikan badan menghadap orang itu yang tak lain pak Candra selingkuhan Wika.
Pak Candra yang melihat Kiki sedang bersama anaknya mulai tidak tenang jangan sampai Kiki membocorkan kelakuan pad putranya.
Arkan yang melihat Ayahnya langsung berjalan menghampiri tak lupa mencium tangan pak Candra di ikuti Ruby dan ana.
" arkan lagi ngelamar kerja yah, sekalian biar bisa Deket sama calon pacar yah .." pak Candra langsung melirik dua wanita yang ada di dekat anaknya dan Arkan yang tau kebingungan ayahnya pun langsung menunjuk Ruby sedang pa Candra yang telah melihat Arkan langsung paham.
" cantik, siapa namamu nak..? Ruby yang tak ingin berlaku kurang sopan pun mengulurkan tangannya lagi mengenal diri...
" saya Ruby om, jangan dengerin Arkan om kami hanya berteman " Ruby langsung meluruskan agar tidak ada kesalahpahaman yang berlanjut nanti.
" beneran juga ngga papa ya kan Arkan.." Arkan yang seolah mendapat dukungan dari ayahnya pun langsung mengangguk mengiyakan.
" ya sudah om tinggal mau ada urusan di kantor ini dulu, sambil berlalu namun saat hendak melewati Kiki pak Candra berhenti dan melirik Kiki sambil berucap
" saya tunggu di ruang atasan mu " Kiki yang mendengar perintah tidak berniat menjawab dia hanya diam.
Ruby yang melihat itu bingung karena biasanya Kiki adalah pribadi yang hangat tapi saat berhadapan dengan pak Candra seolah ada sorot mata marah disana.
__ADS_1
Setelah pak Candra menjauh Kiki baru mulai kembali pada wajah ramahnya dan Ruby melihat perubahan itu.
" ka kami pulang dulu ya, mau nganter ana nyari sesuatu di mall depan " Kiki hanya menganggukkan wajahnya karena iya pun harus kembali bekerja.
Ruby seperti sebelumnya naik motor sport Arkan dan ana yang membawa motornya namun Arkan yang memang berniat membuat hati lawannya panas dengan sengaja menarik tangan Ruby yang Ruby letakan di atas pahanya sendiri agar memeluknya.
Ruby pun reflek memukul pundak Arkan dan menarik tangan nya sambil melirik pada Kiki dimana wajah Kiki malah berubah marah dan meninggal semua.
Arkan melajukan motornya membelah jalanan menuju mall dan kesempatan ini tak mungkin di sia siakan Arkan. Tak terasa motor mereka telah sampai di parkiran sebuah mall besar, mereka mulai berjalan menyusuri toko toko yang menjual berbagai macam kebutuhan dan setelah berkeliling mencari apa yang di butuhkan ana Arkan pun mengajak Ruby dan ana menonton dulu.
" by ana kita nonton dulu ya ada film baru yang baru saja liris aku traktir ok.." Ruby melirik ana berharap ana menolak nya tapi ana malah sebaliknya dia sangat antusias saat di ajak nonton terlebih gratisan.
" yu ngga papa by sekali kali mumpung di traktir..." ucapan ana seolah angin segar untuk Arkan karena iya tau Ruby susah diajak seperti ini.
Akhirnya mereka menuju lantai tiga dimana letak bioskop itu berada. Arkan langsung memesan tiket dan membelikan pop corn dan minuman dingin untuk menemani mereka saat nonton nanti karena pintu teater yang sudah terbuka.
Mereka sangat menikmati film yang di pilih Arkan sampai tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat. kini mereka baru saj keluar dari ruang bioskop tapi suara perut Arkan membuat mereka menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Arkan.
" makan dulu yu, kayaknya makan di ayam riuk enak.." akhirnya mereka menuju resto ayam kriuk karena perut mereka yang juga minta di isi.
Setelah sampai seperti sebelumnya Arkan yang memesan dan membawakan makanan dan minuman untuk mereka, mereka pun makan dengan di selingi canda ana dan Arkan sedangkan Ruby hanya menyimak sambil menikmati makanannya.
puk.. pundak Ruby pun ada yang menepuk
" by kamu disini " Ruby yang hapal dengan pemilik suara langsung berbalik dilihat ka Kiki sedang bersama temannya ka Cakra Mungkin juga sedang makan juga.
" iya ka " jawab Ruby singkat dan melanjutkan makannya.
" by nanti kamu pulang bareng kakak ya ada yang mau kakak bicarakan... "
__ADS_1
" tapi ka " Ruby yang tak enak pada Arkan dan ana karena mereka berangkat bersama masa pulang Ruby memisahkan diri.
" ana ngga papa kan Ruby pulang bareng saya..." ucap Kiki tanpa berniat menyapa Arkan.
Ana yang bingung harus menjawab apa karena dia tau Arkan sedang berjuang mendekati Ruby akhirnya mengizinkan Ruby pulang bersama Kiki.
" Tapi motor Ruby nya gimana ka ?" motor Ruby biar Cakra yang bawa biar sekalian Cakra nganterin kamu " Arkan yang seolah tidak di anggap langsung menyela.
" ngga Ruby pulang bareng gue Lo kan kesini sama temen Lo ya Lo balik juga sama temen Lo ngapain ngajak ngajak cewe gue.." Arkan yang dari tadi menahan diri akhirnya emosi juga.
" ngga Ruby tetep bareng gue karena gue udah bilang sama nyokap nya mau bawa Ruby ke suatu tempat " ucap Kiki tak mu kalah dan tak menunggu lama Kiki menggenggam tangan Ruby yang bingung dengan dua lelaki yang sedang berseteru.
Ruby melangkah kakinya karena genggaman tangan Kiki yang begitu erat.. setelah dirasa sudah jauh Kiki baru melepaskan genggaman nya sambil meniup niup telapak tangan Ruby yang memerah.
" maaf kakak narik tangan kamu kekencangan.." sontak saja sikap manis Kiki membuat hati Ruby berbunga bunga Jangan lupakan detak jantung Ruby yang mulai maraton mendapat perlakuan semanis ini.
" iya ka ngga papa, oh iya kak emang bener Kaka udah izin sama bunda ?"
Kiki menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menggeleng kan kepalanya dan Ruby yang baru saja di bohongi Kiki pun mengerucutkan bibirnya. Kiki langsung menggenggam tangan Ruby seolah meyakinkan bahwa iya pasti meminta ijin bunda nya Ruby tapi mungkin dengan bantuan Tante Yuni.
Kiki dan Ruby yang sudah di parkiran dimana Kiki menyimpan motor nya dan Kiki memasangkan helm di kepala Ruby dan juga untuk dirinya sendiri.
" ka sebenarnya kita mau kemana ? tanya Ruby penasaran.
" kejutan " tanpa sadar tangan Kiki mencubit hidung Ruby.
✍️✍️✍️waduh udah ada yang berani nyubit hidung nih gemes ya Ki, awal Lo gemes nya harus di tahan nanti yang ada dari hidung ke bibir lagi.
hai hai hai maaf bru up lagi pantengin terus ya ceritanya Ruby Kiki sama Arkan ya soal Wika kita simpen dulu.
__ADS_1
jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘😘 lebih semangat lagi UP nya
love you moreeeee 😍 😍🌹