
''Jangan lupa dimakan ya nak'' ucap mama ana lembut sambil mengusap bahu Rega
''pasti mah,,mama juga makan yang banyak biar sehat'' ucap Rega tak lupa dia mengecup pipi mamanya tersayang.
''Do'akan aku ya mah'' ucap Rega sambil tersenyum namun dalam hatinya sangat ingin menjerit dengan keadaan pagi ini.
''pasti sayang mama pasti do'ain kamu,semua yang terbaik buat hidup kamu'' ucap mamanya sambil berkaca kaca menahan tangisnya.
''Jangan nangis ya,,mama aku hebat kan? ucap Rega
''Udah mah aku jalan dulu ya Abang udah nungguin'' pamit Rega tak lupa memeluk mama nya terlebih dulu sebelum meninggalkan rumah itu.
Bagi sebagian orang tinggal dengan orangtua pasti sangat bahagia penuh dengan kehangatan,tapi tidak dengan Rega dia merasakan sebaliknya bila sedang berada dirumah mewah papanya.
''Pah tak bisakah papa berlaku sedikit manis terhadap rega? tanya mama ana kepada suaminya yang masih menikmati sarapan paginya.
''Kamu juga tau aku tak bisa berpura pura manis dengan seseorang yang tak aku suka'' jawab Rivandi ringan
''Pah Rega anakmu,mohon terima dia dengan baik,apa salah Rega pah? tangis ana pecah juga
''kamu tau dia sudah bikin kita malu dengan mencuri uang disekolah waktu SMP, kamu juga tau gara gara dia aku kehilangan mamaku'' teriak Rivandi
''mama meninggal karna kecelakaan pah,dan Rega tak pernah mencuri uang siapin dia hanya dijebak pah! Tak kalah sengit ana berteriak dihadapan suaminya.
''sudah berani kamu sekarang? ucap Rivandi dengan tatapan yang sangat menusuk
''Aku hanya seorang ibu yang prihatin dengan hidup anaknya,aku hanya seorang ibu yang ingin anaknya dihargai itusaja pah'' lirih ana.
''Buat aku bangga dengan pencapaiannya
''siapkan keperluan aku untuk ke Jepang selama seminggu mau ikut silahkan,gak ikut juga terserah aku pergi dengan doni'' ucap Rivandi sebelum meninggalkan ruang makan
Ana masih terisak pilu dari dulu dia selalu diam tak ada keberanian untuk membela Rega,tapi tidak dengan hari ini dia berani mengungkapkan perasaannya.
Ana bangkit dari tempat duduknya menuju kamar guna menyiapkan keperluan sang suami.
Rega telah sampai dikantor papanya dan dia menuju ruangan rianda,dia membawa tas berisi berkas dan kotak bekal dari mamanya.
Rega terus berjalan tak banyak yang mengenal dia sebagai anak pemilik perusahaan hanya petinggi petinggi perusahaan yang tau denga Rega.
Rega datang hanya sesekali untuk bantuin rianda,memang dari semenjak SMA dia sudah mulai belajar bisnis dengan arahan sang kakak.
Dan tahun ini Rega sering datang kekantor karna banyak tugas yang dia terima,dia tidak menolak Karena ingin bertambah ilmu tentang perbisnisan meskipun nantinya tidak menjalankan perusahaan papanya,paling tidak dia sudah punya bekal pengalaman dalam berbisnis.
Tok,,tok,,tok Rega mengetuk pintu ruangan rianda
''Masuk terdengar suara dari dalam'' rega'pun membuka pintu
''Abang nih tambah giat aja rupanya'' ucap Rega sambil menghampiri kakaknya yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
''Mbakmu lagi sensi banget pagi pagi Abang udah disuruh jalan,katanya Abang bau'' ucap Rian dengan senyuman
''Kok gitu? tanya Rega
''Kata orang bawaan bayi mungkin'' jawab Rian sambil membuka kotak bekal milik Rega
''oohh Abang mau jadi ayah? tanya Rega dengan senyum bahagia
''Dan kamu akan jadi om! ucap Rian dengan senyum bangganya.
''Tapi jangan bilang mama papa dulu,nanti aja kalo udah lewat dari empat bulan'' pinta Rian
''oke bang''
Mereka sarapan dengan sandwich dari mama ana,setelah sarapan mereka mulai membahas tender yang akan mereka ikutin.
Rega memberikan pendapatnya tentang penurunan harga dan Rian memberikan pertanyaan seputar kendala yang mungkin akan terjadi,dengan cepat Rega memberikan solusi yang ditanyakan oleh rian.
''Abang percaya kamu bisa,tender ini dari awal sampe akhir kamu yang bertanggung jawab tim kerja nanti Abang pilihkan orang orang yang cukup kompeten'' ucap Rian
''Dan kalo gagal papa pasti akan langsung membuang aku bang'' ucap Rega
''Buktikan kalo kamu memang layak untuk dipertahankan,Abang yakin kamu bisa'' ucap Rian terus menyemangati adik satu satunya
''Ko Abang yakin banget aku bisa''
''Karna Abang yakin dengan kemampuan kamu,Abang yakin kamu sudah mempelajari apa yang sudah Abang ajarkan'' ucap Rian tegas.
''Hari ini papa akan ke jepang dengan Doni,kamu bisa fokus mengerjakan tender tanpa harus mendengar ocehan papa'' terang Rian
''Iya bang,, mudah mudahan aku bisa bang'' ucap Rega
''kali ini Abang gak akan temani kamu,yang akan temani kamu pak Rudi Abang yakin kamu bisa ga''
Tok,,Tok,,tok
''Masuk'' jawab Rian
Muncul sosok pak Rudi yang tadi disebut oleh rian
''Mari pak kita jangan sampe telat'' ajak pak Rudi
''Hari ini Rega yang gantiin saya pak'' ucap Rian
''Maaf pak,apa pak Rivan sudah tau sebelumya? tanya Rudi
''Belum,,dan gak perlu tau yang akan kita laporkan hasilnya saja' jawab rian
''Baik pak,,mari pak rega'' ajak pak Rudi
''Bang aku jalan dulu ya'' pamit Rega
''Sukses buat kamu ga'' ucap Rian
Rega berjalan dengan hati yang cukup dag dig dug,,tidak dipungkiri dia cukup gugup biasa dia ada dibelakang abangnya,namun kali ini dia harus bertarung sendirian.
Jalan cukup ramai dan mobil berjalan dengan cukup lambat.
Rega mencoba menghubungi Ara untuk menghilangkan rasa gugupnya.
__ADS_1
''assalamualaikum'' terdengar suara disebrang sana.
''waalaikumsalam'' jawab rega
''Ay,,kakak ada kerjaan do'ain semuanya lancar ya'' ucap Rega tanpa basa basi
''Iya kak,,semoga semua berjalan lancar dan sukses buat kakak'' Ara memberikan do'anya.
''Tapi kalau semua lancar Ara dapet hadiah ga? tanya Ara
''Apapun buat kamu ay'' jawab Rega tegas
''Assiiikk,,makasi sebelumnya'' celoteh Ara
''Jangan kangen ya selama seminggu kakak gak bisa temuin kamu'' jelas Rega
''Percaya diri sekali Abang ini'' ucap Ara sambil cekikikan
''Jaga jarak ya dari cowok apalagi daniel'' pinta Rega
''Mon maaf nih,mau tanya situ sapa dah berani larang larang'' tanya Ara
''Aku imammu di masa depan'' ucap Rega tegas
''PD kakak cukup tinggi juga rupanya'' goda Ara
''Aku gak akan berhenti untuk perjuangin cintaku ay'' suara Rega terdengar tegas dan penuh keyakinan
Mendengar ucapan Rega,tubuh Ara merinding seketika.
''Tunggu kakak pulang ya,jangan bandel dan belajar yang bener'' pinta Rega
''siap laksanakan'' jawab Ara ala ala tentara
''Ya udah kakak tutup ya,, assalamualaikum''
''Iya kak hati hati ya waalaikumsalam'' jawab Ara dan sambungan pun terputus
''Apa bener aku sama kak'rega sama sama jatuh cinta? gumam Ara
''kalo memang iya kita sama sama jatuh cinta gimana dengan kak Daniel ya,aku takut mereka jadi retak hubungannya,tapi jujur dengan kak'rega ada rasa yang berbeda''
Ara jadi kepikiran dengan hubungan Rega dan Daniel jangan sampe gara gara dia persahabatan mereka jadi rusak.
''Woyy,,bengong aja'' tiba tiba Rena membuyarkan lamunan Ara
''kamu ini kebiasaan banget suka ngagetin kalo aku copot jantung gimana? ucap Ara pura pura marah
''Gampang tinggal sambungin'' celetuk Rena cekikikan
''kiki mana ya,ko lama? Rena bertanya
''Paling juga lagi sama Aldo'' jawab Ara
Taklama objek yang dibicarakan muncul juga
''lama banget ki?
''gw tadi nganterin Aldo dulu ambil motor dibengkel rega'' jawab Kiki santai
''kenapa lagi tuh motor'' Rena bertanya
''Tau diapain lagi,gak ada habisnya apa apa motor apa apa motor kayanya ke motor sama ke gw lebih sayang ke motor nya kali'' Kiki jeles
''Udah masuk dulu yuk'' ajak Ara
''yuukk,,bawa bekal ga ra'' tanya Kiki sambil jalan
''Hari ini enggak kesiangan aku,malem begadang sama oppa'' jelas Ara
''whatt,,oppa! Kiki dan Rena seperti kaget mendengar kata opa
''oppa yang mana Ra,,ganteng ga? tanya Rena
''Ya ganteng lah'' jawab Ara cuek
''Sejak kapan loe punya oppa araa? tanya Kiki
''Pantes sama Daniel gak mau udah ada oppa rupanya'' Rena menimpali
Ara tertawa dalam hati, pikiran sahabatnya pasti oppa adalah pacar ara,namun Ara tak akan memberitahu sekarang nanti aja,lama lama juga mereka pasti tau.
Waktu terus berlalu Rega sudah bisa bernafas lega karna berhasil mempresentasikan dengan baik tanpa hambatan.
Sebenarnya tadi agak takut bila bertemu dengan keluarga ara,takutnya Tante maira datang sebagai perwakilan dari perusahaan adikarya,namun diapun mempercayakan ke bawahannya juga.
Ternyata perusahan ini meminta bukan CEO yang datang melainkan perwakilan dari perusahaan entah kenapa tapi itulah permintaan dari perusahaan asing yang tengah naik daun di Indonesi.
Hari ini terlewati tantangan pertama tinggal tunggu hasilnya nanti pihak perusahaan akan ditelpon kalo memang mereka tertarik melakukan kerjasama.
Rega sudah kembali kekantor papanya,dan dia hendak menemui kakak nya.
Dreet,,Dreeet, dreeettt
Rega merogoh saku jasnya mengambil dan menerima panggilan
''Ga,,mama mau kejepang temani papa kamu baik baik disini ya buktikan kamu bisa okee'' terdengar suara mama tercintanya.
''Iya mah,do'akan aku bisa dan mamah juga hati hati ya, assalamualaikum'' Rega menutup telponnya.
Tok,,tok,,tok,,
''Masuk'' terdengar suara dari dalam
''Sekarang aku tau kenapa abang ngutus aku,memang peraturannya begitu ya?
''iya dan kamu yang lebih cocok untuk kesana,Abang udah periksa pak Arief dan Abang gak yakin itu tembus makanya Abang pilih kamu''
''Dan kalo hasilnya mengecewakan gimana? Rega masih ragu dengan kemampuannya.
__ADS_1
''Dan kalo kamu berhasil kamu akan duduk diruangan sebelah Abang'' jawab Rian tegas
''au ah ngomong sama Abang,manisnya Mulu yang omongin'' jawab Rega sambil merebahkan tubuhnya disofa diruangan Rian.
''Ga,,Abang mo pulang kamu mau disini apa mau ikut kerumah abang? tanya Rian
''Males ah,nanti aku ngeliatin pasangan yang lagi bucin aku mau pulang aja'' ucap Rega sambil bangkit dari tidurnya.
''Gak nyangka Abang bisa luluh juga sama mbak tania'' celoteh Rega sambil berjalan
''Tania baik dan dia sabar banget dalam menghadapi Abang di awal awal pernikahan,semua terasa indah bila kita sama sama bisa Nerima kekurangan dan kelebihan pasangan kita'' jawab Rian
''Tapi aku tetep gak mau ada perjodohan'' ucap Rega tegas
''Emang kamu udah ada calonnya?
''Adalah,anaknya lucu,imut,baik,pokonya aku suka dia'' jawab Rega sambil senyum senyum
''Dianya suka gak sama kamu? tanya Rian sambil senyum juga
'' Sepertinya suka bang,do'ain ya biar diterima''
sontak Rian tertawa terbahak bahak mendengar ucapan rega.
''baru cinta sendiri rupanya'' Rian terus menggoda Rega
''nanti kita double date ya'' goda Rian
''siapa takut,tapi jangan dadakan dia takut lagi sibuk'' jawab Rega
''Dia kerja?
''enggak dia kuliah,masih semester 2 pulang kuliah dia bantu bantu ayahnya di kafe'' Rega menjelaskan.
''Kalopun kalian jadi pacaran tantangan besar bakal menghadang ga,papa kita tau sendiri kaya gimana'' Rian tampak sedikit ragu
''Gapapa aku laki laki gak perlu wali nikah dengan dan tanpa restu papa aku tetap akan nikahi dia bang'' ucap Rega tegas.
Tak terasa mereka mereka sudah sampe diparkiran
''Abang balik dulu ya''
''iya aku juga pulang bang,mumpung gak ada singa malam ini aku dirumah dulu'' ucap Rega
''Besok ke kantor lagi mereka pasti nelpon kita besok'' ucap Rian
''moga aja bang'' ucap Rega sambil melambaikan tangannya dan memasuki mobilnya.
Sementara Rivandi sudah mendapat kabar jika yang mewakili perusahaannya adalah Rega.
Dia hanya tersenyum kecut antara percaya dan tidak dengan keputusan Rian,mempercayakan Rega sebagai perwakilan.
Rega didalam mobil teringat Ara,terpikir akan menghubungi Ara.
Tak lama dia menyambungkan ke no Ara.
''assalamualaikum,,iya kak ada apa??
''waalaikumsalam,,kamu lagi dimana ay?
''baru keluar bis nonton sama Reki'' jawab Ara
Deg jantung Rega lumayan kaget,Reki siapa Reki?? perasaan gak ada nama Reki disekeliling Ara.
''Reki siapa ay? Rega penasaran
''siapa lagi Rena sama kiki'' ucap Ara cekikikan.
''Kamu ini bikin kakak kaget aja'' Rega kesel
''sharelock dong kakak kesitu ya'' pinta Rega
''iya kebetulan kita mau makan dulu'' jawab Ara
''oke tunggu ya'' dengan hati berbunga bunga Rega melajukan mobilnya dengan sedikit kencang.
''Ay,,pesenin kakak sekalian ya''
Rega mengirim pesan ke Ara
''mau dipesenin apa kak?
''Samain aja sama kamu''
''Okeee''
''Lama banget di toilet nya'' Rena sedikit sewot
''mules beb,udah pesen belum? tanya Ara
''Belum lah kan nungguin kamu yang mau traktir'' Rena ngomong sambil senyum-senyum
Arapun memanggil pelayan,mereka memilih makanan.
''Aku mau lobster,,kalian mau apa'' tanya Ara
''ya udah samain aja'' ucap Kiki
''mbak pesan ini 4 porsi ya'' ucap Ara
''kok empat ra? tanya Rena
''Satu orang lagi masih dijalan'' jawab Ara santai
''Minumnya yang bersoda,air mineral jangan lupa'' ucap Ara sambil menunjuk minuman dibuku menu.
Rega masuk ke dalam mall dia mencari tempat Ara makan,dan tentunya setelah mengganti pakaian dulu,dilepas jasnya dan menggunakan pakaian casual seperti biasa.
''Ra siapa yang satu orang itu?? tanya Rena kepo
__ADS_1
''Kak Rega mungkin bentar lagi datang'' ucap Ara santai.