
Malam semakin larut,Namun Rega belum tidur mereka sepakat Rega terjaga Jodi dan Aldo tidur,Rega takut bila nanti demam Ara tak kunjung reda.
Awalnya Jodi dan Aldo menolak untuk tidur namun rega memaksa dan dia bilang salah satu dari mereka besok harus jadi supir dia dan ara.
Setelah Ara minum obat pereda demam Ara tidur,Kiki mengabari Rega jika Ara bisa tidur dan demamnya sudah reda. Regapun tenang akhirnya dia beranjak dari sofa menuju tempat tidurnya.
keesokan harinya Rega terlambat bangun Jodi dan Aldo sama sekali tak membangunkan Rega,Jodi dan Aldo langsung mencari kabar Ara lewat Bebeb masing masing.
Dan Alhamdulillah semua baik baik aja,Ara terbangun pagi dengan wajah yang sudah terlihat seperti biasa tidak pucat lagi.
Pagi ini para gadis sarapan dikamar,karena tanpa pesan ada seseorang yang mengantarkan sarapan untuk mereka bertiga,siapa lagi jika bukan Rega,dari semalam dia sudah pesan sarapan untuk kekasih dan sahabatnya.
''Raa,,kata Aldo Rega masih tidur bangunin jangan? tanya Kiki ''jangan biarin aja dia bangun sendiri kasian takut bisa tidur udah pagi'' jawab Ara sambil makan sarapan paginya.
''Kayanya dia bisa tidur setelah aku kabarin kamu demamnya udah reda,jam tiga pagi aku kabarin rega'' Kiki kembali memberitahu.
''jadi gak enak sama semua acara liburan kita jadi kaya gini gara gara aku sakit'' ucap Ara penuh penyesalan.
''Biasa aja dong raa,siapa yang mau sakit coba di dunia ini gak ada orang yang mau sakit termasuk kamu'' ucap Rena
''Justru nanti kita perhatikan,sikap Rega berubah gak ke kamu setelah dia tau kamu gampang sakit'' kembali Rena bersuara.
''Mudah mudahan sih enggak,cuma kita perhatikan aja kedepannya dia gimana kaya gimana ke kamu masih perhatian apa enggak'' Kiki ikutan setuju dengan ucapan rena.
''iya kita liat aja'' jawab Ara sambil tersenyum
Setelah sarapan ketiganya beberes barang mereka takut ada yang tertinggal,begitu juga dengan Jodi dan Aldo mereka beresin semua walaupun gak sebanyak para gadis bawaannya.
Disaat Aldo dan Jodi beberes Rega terbangun. ''Jam berapa sekarang?? tanya Rega tanpa beranjak dari tempat tidur.
''hampir jam sebelas mas broo'' jawab Jodi
''kenapa gak di bangunin? ucap Rega langsung duduk dari tidurnya.
''Ara ngelarang kita buat bangunin lo,dia tau Lo tidur udah pagi karena terjaga nungguin dia, meskipun beda kamar'' Jodi kembali menjelaskan.
''Dia baik baik aja bro,udah sehat jangan cemas mendingan sekarang Lo mandi abis itu temuin dia'' Aldo memberikan solusi
''okee gue mandi dulu,,kalian udah sarapan?
tanya Rega. ''kita sama para gadis udah sarapan tinggal Lo aja yang belum sarapan'' Jodi menunjuk bekas sarapan mereka yang belum dibersihkan.
Rega hanya melihat sisa sarapan kedua sahabatnya,tanpa berkata apa apa dia kemudian masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi dan ganti pakaian Rega menelpon seseorang minta dikirim sarapan.
Selesai menelpon Rega mengajak Jodi dan Aldo menemui para gadisnya.
Jodi langsung menelepon bebeb Rena supaya dibukain pintu,dan tanpa berlama lama mereka sudah berada didalam kamar para gadis.
Rega langsung menghampiri ara yang lagi beresin oleh oleh buat keluarganya.
''Ayy,,gimana udah enakan badannya'' tanya Rega sambil duduk disamping ara.
''alhamdulillah udah enak banget,baru bangun ya? ucap Ara sambil tersenyum menatap wajah rega.
''iya kasiangan bangunnya'' jawab Rega tak lupa membalas senyuman ara
''Mau dibikinin sarapan? tanya Ara
''Emang ada apa disini''
''Ada minuman sereal sama roti doang tapi'' jawab Ara sambil menghentikan aktivitasnya.
''Boleh kalo gak keberatan'' ucap rega. ''Ya enggak lah,,kalo keberatan gak bakalan aku tawarin'' Ara berkata sambil beranjak bangun.
''ada yang mau minuman sereal gak? tawar ara pada semua yang ada disitu.
''Ada kopi gak? Jodi balik nanya
''kalo mau kopi minta sama Rena'' malah Rega yang jawab
''Bikinin tuh bebeb kalian'' ucap Ara sambil tersenyum,dia melangkah menuju mini bar yang ada dikamar itu.
Disusul Kiki dan Rena yang akan membuatkan kopi untuk Aldo dan Jodi.
fasilitas dikamar itu sangat komplit tanpa harus keluar tanpa harus memesan hanya sekedar untuk bikin minuman hangat sangatlah mudah.
__ADS_1
Ara datang menghampiri Rega dengan membawa minuman sereal dan roti yang sudah diolesi selai coklat.
''Sarapannya yang ada aja dulu,nanti kita keluar atau order kalo masih laper'' ucap Ara sambil duduk di sofa.
''Kok cuma kopi aja gak dibikinin roti sekalian'' ucap Ara saat melihat cuma kopi yang ada dimeja depan Jodi dan aldo.
''Kita udah sarapan raa,,cuma pengen kopi tapi kalo ada cemilan yang lain pasti dimakan juga sih'' ucap Jodi dengan wajah modusnya.
''iihhh punya bebeb perutnya karet banget sih'' ucap Rena sambil berdiri hendak mengambil cemilan yang ada.
''Gapapa beb daripada gak mau makan nanti kamu bingung,,mending aku banyak makan biar sehat bener gak?? tanya Jodi pada semua.
''iya kan lagi masa pertumbuhan'' jawab Rega sambil makan roti buatan Ara.
''kamu tadi sarapan apa ay? tanya Rega
''Ada yang ngantarin bubur tadi,kamu yang pesen ya? tanya Ara sambil menata kembali bawaannya yang tadi sempat tertunda.
''Malem aku pesan takut mereka lupa, sekarang udah laper lagi gak? tanya Rega
''belum sih kenapa emang? Ara balik nanya.
Belum sempat Rega menjawab,ada yang mengetuk pintu kamar dan Rega langsung berdiri membukakan pintu.
Datang tiga orang membawa makanan yang cukup banyak,mereka menatanya diatas mini bar setelah selesai mereka pamit undur diri.
''Gila banyak banget ini'' Aldo kaget dengan sajian yang ada.
''Siapa yang udah laper lagi ayo makan'' ucap Rega sambil menarik salah satu piring berisi nasi dan mangkuk berisi soto bening.
Selesai dengan pilihannya Rega duduk disamping ara,dia langsung menyuapi Ara dengan nasi soto.
''Tadi makan bubur pasti sekarang udah lapar lagi,ayo makan'' ucap Rega dan tanpa menunggu lama Ara langsung membuka mulutnya. Mereka makan bersama Jodi dan aldopun ikutan makan,begitu juga Rena dan Kiki ikutan makan lagi karna makan bubur membuat mereka kembali lapar.
Selesai dengan makan mereka istirahat sebentar karna setelah Zuhur mereka akan kembali pulang.
''Gimana ga,,Lo mau bareng gue apa aldo? tanya Jodi sambil maen game.
''Gapapa gue sama Ara aja,gak bakalan ngantuk gue tidurnya cukup kok'' jawab Rega sambil maen game juga.
Tanpa terasa waktunya pulang sudah tiba, seperti waktu berangkat Jodi Aldo berserta bebeb akan satu mobil,Ara dan Rega.
Sebelum pulang mereka sempatkan sholat Dzuhur dulu.
Setelah semua selesai dan barang sudah di mobil semua,tibalah saatnya mereka berpisah untuk sementara.
''Kita hati hati ya dijalan,,kalo udah sampe rumah saling kasih kabar'' ucap Ara sebelum membuka pintu mobil.
''iyaa sampe ketemu besok ya di kampus'' ucap Kiki tak lupa Rena juga melambaikan tangannya kepada ara.
Dua mobil berlalu meninggalkan resort,mereka pulang dengan hati gembira liburan singkat itu cukup membuat fresh setelah beberapa waktu sibuk dengan rutinitas kampus mereka.
''Ay,,besok aku mulai kerja maaf ya dalam waktu dekat ini kita gak bisa sering ketemu'' ucap rega. ''Gapapa kalo sibuk sama kerjaan,tapi kalo sibuk dengan yang lain awas aja yaa'' Ara mulai mengancam.
''Kerja sayang bukan sibuk dengan yang gak penting'' ucap Rega sambil menatap ara.
''Iya yang semangat kerjanya,,jangan males malesan biar cepet kelar kerjaannya'' ceritanya Ara memberi semangat.
''kalo udah beres kerjaan kita liburan lagi ya'' ajak rega. ''mau banget liburan,,kesini lagi? tanya Ara penuh semangat.
''Ya enggak dong kita cari yang lain'' jawab Rega.
''Bareng mereka lagi ya''
''Maunya aku berdua aja sekalian honeymoon'' ucap Rega sambil tersenyum.
''iihh ngaco,masa udah honeymoon aja'' ucap Ara sambil menepuk bahu Rega.
''Kok ngaco,,Nikah muda bareng aku mau gak? tanya rega.
''kamu kesambet apa salah makan sih, omongannya jadi kaya gini?? ucap Ara sambil melihat ke arah rega yang fokus nyetir.
''Serius aku tuh pengen nikahin kamu ay'' ucap Rega sambil menatap wajah rega.
''kita masih kuliah,,masa depan kita masih panjang'' Ara memberikan jawaban.
''Sekarang kita jalanin aja dulu ya ayy,,tapi jujur niat aku tuh ingin kamu jadi istri aku ay,,kamu mau gak? tanya Rega dan pertanyaan itu cukup membuat Ara takut salah jawab.
__ADS_1
''Jujur aku baru pertama kali pacaran,tapi dari awal udah ada keinginan di dalam hati mudah mudahan ini yang pertama dan terakhir, tapi bukan untuk dalam waktu dekat ini kita nikah aku pengen beresin kuliah dulu,kerja dulu'' jawab Ara yang sedikit takut membuat Rega Tersinggung.
''Sekarang kita fokus kuliah sama kerja,masalah bisa nikah muda apa enggaknya tergantung sama Allah aja'' jawab Rega dan membuat hati Ara tenang.
''iya gitu yang penting kita serius dengan hubungan ini'' Ara menambahkan.
''iya sayang'' ucap Rega sambil mengusap ujung kepala ara.
Sementara di mobil Aldo cs sibuk dengan aroma khas buang gas alias kentut. Jodi entah kenapa perutnya gak bisa dibawa kompromi.
''Perasaan makanan yang di makan Lo sama gue sama,kenapa jadi kaya gitu perut Lo,,anjirr bau banget'' ucap Aldo sambil membuka kaca mobil.
Rena sama Kiki sampai hampir muntah karna menghirup aroma yang Jodi keluarkan.
''kita mampir beli obat dulu'' ucap Rena
''masuk angin kali beb'' kembali Rena bersuara.
''Gak tau,,gak enak banget nih perut'' keluh Jodi. ''Do di depan kalo ada mini market berhenti dulu'' pinta rena.
''Nih olesin minyak kayu putih perutnya'' Rena memberikan minyak kayu putih ke jodi yang duduk di depan disamping Aldo.
''Masuk angin kayanya'' ucap Jodi sambil menerima kayu putih dari rena.
Tak lama Aldo menghentikan mobilnya di depan salah satu mini market semua turun.
Rena langsung memburu stand obat obatan Kiki ke cemilan dan Aldo minuman,semua bergerak Jodi juga sibuk mencari toilet.
Setelah beres semua termasuk Jodi di toilet mereka kembali masuk ke mobil namun kali ini Jodi duduk di belakang disamping rena.
''beb mau gak kerokin punggung aku masuk angin kayanya'' pinta Jodi
''orang pinter minum tolak angin sayang'' ucap Rena sambil tersenyum.
''Aku kelewatan pintar nya jadi harus dikerokin baru enakan'' jawab Jodi.
''Ada gak koinnya? Rena tak memiliki koin.
''Nih ada'' Kiki memberikan koin uang lima ratus rupiah yang bergerigi.
''Gila jangan itu,bisa luka nanti ada yang koin seribu gak? ucap Rega.
''sorry,,salah ambil gue ada nih yang seribu'' ucap Kiki sambil diiringi tawa.
''kalo sakit jangan marah ya,soalnya aku jarang kerok mengerok'' ucap Rena sambil mengoleskan kayu putih di punggung jodi.
Baru beberapa kerokan nampak merah merah di punggung jodi. ''iyaa bener masuk angin kali beb merah merah ini'' ucap Rena tambah semangat lagi melukis di punggung jodi.
''Sebenernya mitos bukan sih kalo dikerokin merah merah itu masuk angin? tanya Kiki
''gak tau sih,tapi gue suka enakan kalo sudah di kerok kadang gak perlu minum obat langsung enak gitu'' ucap Jodi memberi tahu pengalamannya.
Sementara itu bunda Malinda dan ayah ara sedang berada di cafe,mereka ada janji makan siang di cafe bareng keluarga.
''Yah,,nanti Ara pulangnya kerumah papa dulu katanya soalnya dia berangkatnya dari sana jadi pulang juga mau kesana,tapi dia minta kita disana biar pulang bareng katanya'' ucap bunda Malinda sambil menata meja untuk makan siang mereka.
''kirain ayah dia udah gak inget sama kita sekarang ada papa,mama,sama kak'maira yang selalu ngasih apa yang dia mau'' jawab papa
''Ya enggaklah yah,,Ara bukan tipe seperti itu justru bunda senang Ara bisa dekat dengan mereka,biarkan mereka menikmati kebersamaan yang selama ini terlewatkan'' omongan bunda membuat ayah Malvin haru,dia gak sangka Malinda dan Ara bisa menerima dengan baik keluarganya, awalnya dia takut jika kedua wanita yang dia kasihi terutama malinda menolak kehadiran keluarga yang pernah menentang kehadirannya.
''Terima kasih banyak untuk semuanya'' ucap Malvin sambil memeluk Malinda dari belakang,entah sadar atau tidak kelakuan Malvin cukup membuat baper karyawan serta pengunjung cafe.
''iya sama sama,,lepasin pelukannya enggak malu dilihatin sama karyawan'' bisik malinda.
''Enggak,,biar mereka tahu kalau aku cinta kamu'' ucap Malvin lalu mencium ujung kepala Malinda baru dia melepaskan pelukannya.
Benar saja yang melihat kelakuan Malvin hanya bisa tersenyum mungkin diantara mereka ada yang berkhayal andai aku punya pasangan seperti pria itu hehehe'' autor juga mau.
Ara dan Rega lagi terjebak macet,namun tapi tak membuat mereka kesal dengan kemacetan itu justru mereka senang berarti masih ada waktu buat sama sama.
''Pokoknya nanti kalo kita jarang ketemu jangan punya pikiran apa apa ya,serius mungkin dalam waktu dekat aku akan sering keluar kota'' ucap Rega sambil meraih lalu menggenggam tangan ara.
''Iyaa,,yang penting komunikasi jalan terus ya'' Ara kembali mengingatkan.
''iya sayang,,kamu juga jangan nakal di kampus ya'' Pinta Rega
''siap laksanakan'' dengan tegas Ara berucap.
__ADS_1