
Setelah ngobrol Mira meminta bertemu dengan Ara,dan mereka sepakat untuk menemui Ara di cafe.
Sementara itu Ara ke cafe diantar Rena,Kiki nanti nyusul katanya.
''ren,gimana Jodi ada perkembangan gak?
''lumayan ada pergerakan Ra,habis acara kumpul disini waktu itu tiap hari dia chat walaupun ga sering tapi tiap hari ada aja chat dari dia''
Mendengar penuturan Rena Ara merasa senangnya setidaknya ada sedikit perubahan dari jodi.
Kedatangan Ara ke cafe disambut baik oleh pekerja disana,mereka juga bertanya apa yang terjadi sampai tangan Ara diperban.
Para pekerja juga bertanya tentang pak bos mereka yang kembali tak terlihat mengunjungi cafe.
Dengan senang hati Ara memberitahukan perihal yang dialaminya tadi pagi,hingga kesehatan sang ayah yang sedikit bermasalah.
Kali ini Ara tak terjun melayani pengunjung,karna takut mereka risih dengan kondisi tangan ara.
Dreett..dreeett..drreeettt
Kak Rega memanggil tertera dilayar hp.
''assalamualaikum,,ada apa kak?
''waalaikumsalam,,kamu gapapa ay?
Terdengar nada khawatir dari suara Rega
''gapapa kak,emang aku kenapa?
Ara bertanya balik.
''Aku dengar dari Kiki kamu abis kecelakaan bener kamu gapap?
''bener aku gapapa,kakak ketemu Kiki dimana?
''Tadi ketemu dibengkel,tapi sekarang kakak mau ada perlu dulu maaf belum bisa nemuin kamu''
''Gapapa kak,aku baik baik aja''
''ya udah nanti kalau urusan kakak beres kakak kerumah kamu ya''
''iy kak,ya udah Ara tutup dulu ya lagi dicafe nih''
''ya udah kakak juga jalan dulu ya assalamualaikum''
''waalaikumsalam''
''Siapa ra? kepo Rena
''kak rega'' jawab Ara santai
''Whatt,,seorang Rega nanyain kabar lo? Rena tak percaya
''emang ada yang aneh gitu? tanya Ara
''Aneh lah,,asal kamu tau ya ra,kata Aldo cs Rega tuh belum pernah deket sama cewek dia tuh cuek banget bahkan terkadang sangat dingin.
''Kan aneh tiba tiba dia nanyain kabar sama lo,apa kalian udah jadian?
selidik Rena
''Jadian dari mana,orang kita baru kenal masa udah jadian aja'' terang Ara
''Kalau jodoh tuh ketemu satu kali juga udah pasti nyantol raa'' goda Rena
''Udah ah jangan bahas itu,mau makan apa?
''gratis ya,,
''iy tenang aja..
''berhubung gratis apa aja lah dikasih nya sama tuan rumah hehehehe
ucap Rena sambil tertawa
Tak berapa lama ayah bunda Tante maira dan mama Mira sampai dicafe.
''Mah inilah cafe kecil milik kami''
ucap Alvin sambil mengajak mama melihat lihat interior cafe tersebut.
''bun,ajak mama sama kak Mai keruangan kita aja ayah mau lihat kebelakang dulu'' titah Malvin pada Malinda
''yuk mah,kak kita kedalam biar enak ketemu Ara nya'' bunda melangkah menuju ruanga pribadinya diikuti mama Mira dan maira.
Ayah berjalan hendak menemui chef dibelakang,namun bertemu dengan Rena saat Rena hendak ke toilet.
''Om,bukan nya lagi sakit kok kesini''
ucap Rena sambil mencium tangan tangan ayah ara.
''Alhamdulillah om sudah sehat ren,Ara mana?
''Ara lagi kebelakang om
''oohhh,,om tinggal dulu ya'' pamit ayah
Rena pun sesuai tujuan nya kembali melangkah menuju toilet.
Ayah mencari Ara dibelakangnya dan benar terlihat Ara sedang menyiapkan menu makan siang.
''seneng nya yang lagi mau makan'' suara ayah cukup mengagetkan Ara
''kok ayah disini,bukannya ayah dirumah? Ara protes
''loh tangan kamu kenapa?
''kamu kenapa gak ngabarin ayah kalau kamu terluka.
''Cuma luka kecil yah,Ara gapapa''
ucap Ara
''Lain kali kalau ada apa apa kabarin ayah jangan seperti ini'' pesan ayah
''Ya udah Ara minta maaf,sekarang Ara mau makan dulu bareng rena''
saat Ara hendak membawa makanannya ayah memegang bahu ara.
''bisa kita bicara sebentar?
''ada apa yah?
''Jika Oma dan opa kamu datang menemui kita,apa Ara bisa terima dengan baik?
Tanya Ayah sambil menatap sendu wajah ara.
''kenapa Ara harus gak terima,bukannya itu yang kita inginkan selama ini?
''Ara benar benar bisa menerima mereka? Ayah kembali bertanya
''Tentu saja,mungkin selama ini mereka juga mencari kita,cuma kita aja yang tak tahu perjuangan mereka untuk menemukan kita.
''Sekarang ada Oma ingin bertemu ara,dia ada di ruangan kita'' ucap ayah sambil menatap wajah Ara dan mata Ara terlihat berkaca kaca.
__ADS_1
''iy nanti Ara temuin oma,sekarang Ara antarin makan Rena dulu yaa''
Ayah menganggukan kepalanya tanda setuju.
Ara membawa makan siang menuju meja Rena,sedikit kaget ternyata Rena sedang ngobrol asik dengan Jodi sang pujaan hati..
''Duuuhh mesranya pasangan baru kita ini'' goda Ara sambil menata makanan dimeja..
''hehehee,,bisa aja Lo ra'' Rena tersenyum malu
''ya udah deh,kalian makan dulu aku ada perlu sebentar sama ayah''
''Makasi banyak ya raa'' Rena kembali bersuara
''Bae bener sih calon bini nya daniel'' goda Jodi
''bukan daniel,kayanya Rega deh'' ucap Rena
''yang bener?? wah ada persaingan nih'' Jodi terus menggoda Ara
''Apaan sih,dua duanya belum ada yang pasti kak jod,udah ah sok lanjut makan''
Ara meninggalkan meja Rena menuju ruangan ayahnya.
Perlahan Rena membuka pintu.
''sayang kamu gapapa? tanya bunda sambil menghampiri Ara yang masih berdiri disambil memegang gagang pintu.
''gapapa bun,Ara baik baik aja'' ucap Ara
Miranti yang tadinya duduk di sofa berdiri ingin menghampiri ara,namun langkahnya terhenti seperti takut mendapat penolakan dari ara.
''sayang ini oma'' Miranti berdiri mematung
Ara melangkah mendekati Miranti dan mirantipun langsung memeluk ara..
''Cucu oma,maafkan Oma sayang Oma baru bisa menemui kamu sekarang''
''Oma sudah lama menginginkan berkumpul dengan kalian''
Miranti memeluk erat ara,kemudian menciumi tiap inci wajah ara.
Ara menangis haru bisa bertemu dengan neneknya.
''Jangan diam saja sayang panggil oma,yaa oomaa'' Miranti seperti mengajari anak kecil
Arapun menganggukan kepalanya sambil menagis
''oommaa'' ucap Ara terbata diantara tangisnya.
''Sekarang keluarga kita sudah berkumpul kembali,jangan sampai terpisahkan lagi.
''kita buang rasa benci, rasa tidak suka,apalagi dendam dihari kita
sekarang yang ada hanya rasa bahagia..
Ucap Malvin sambil memeluk Ara dan mamanya.
''sekarang Ara punya tante,punya Oma juga'' ucap Ara sambil mengusap air matanya.
''Dan Ara juga masih punya opa,tapi sayang opa Ara tak bisa ikut tadi pagi harus berangkat ke Kalimantan,tapi lusa juga pulang.
Oma Mira memberitahu bahwa opanya sedang bekerja.
''Apa nanti opa bisa menerima kehadiran kita oma? tanya Ara sambil melirik ayah bundanya.
''Tentu saja opanya Ara juga sangat ingin berkumpul dengan kalian,lusa kita kasih kejutan kalau opa pulang.
drreeett,,drreett,,
''maaf sebentar aku angkat telpon dulu'' ucap maira sambil melangkah keluar ruangan.
Tak lama maira kembali
''mam,,maaf banget aku ada janji sama clien mama nanti aku jemput lagi aja ya'' maira memberi tahu
''Gak usah nanti mama minta dijemput pak Amir saja'' jawab mama Mira
''Pak Amir lagi dibengkel tadi ngabarin aku,mobil papa tadi sedikit ada kendala tertabrak dari belakang katanya'' maira memberi tahu
Mendengar ucapan maira,Ara mengingat kejadian tadi pagi yang menimpanya.
''Apa yang tadi Ara tabrak itu opanya ara? Lirih Ara Namun cukup jelas terdengar oleh Oma Mira
''Apa sayang kamu kecelakaan sama opa?
''Tak tau oma,tadi Ara gak sengaja nabrak bodi belakang mobil mewah yang sopirnya bernama pak amir''
Ara terdiam sejenak
''Lalu kakek itu membawa Ara ke rumahsakit Miranti hospital,kakek adi namanya bos pak Amir itu.
Ara nampak bingung.
''kakek itu baik banget,Ara diakui cucunya sama dokter yang periksa ara'' Ara berkata dengan sedikit bingung
''Apa kakek tadi itu sebenarnya opa? Ara bertanya dengan wajah ragu
Maira membuka hpnya dan dia memperlihatkan foto Adiyaksa
''Apa wajahnya kakek baik itu mirip sama ini? tanya maira
Ara menggelengkan kepalanya
''Bukan mirip lagi memang ini orangnya..
Jawab Ara dengan wajah berbinar bahagian
Kemudian dia mencari tasnya,dia mencari bingkisan yang dikasih kakek baik tadi.
''Cari apa sayang? tanya bunda
''Tadi Ara dikasih sesuatu sama kakek Bun..
Dan Ara menemukan apa yang dicarinya.
''Nah ini,,yang dikasih kakek tadi dia bilang bukanya kalau pulang dari kampus aja''
Ucap Ara sambil membuka bingkisan kecilnya
''Inikan bingkisan yang sudah lama,papa selalu memandang bingkisan itu sudah bosan dia simpan lagi''
''katanya suatu hari nanti harus sampai kepada pemiliknya.
''papa selalu menyimpannya,malah kadang dibawa kemanapun papa pergi.
Ara kaget melihat isi bingkisan itu
Satu buah black card dan satu lembar surat.
Salam dari opa
''Opa sudah lama menyiapkan ini untuk kamu Mutiara ayu pranata cucu pertama opa..
Opa minta maaf atas semua kesalahan opa dimasa lalu,opa ingin
__ADS_1
menebus semua kesalahan opa.
Izinkan opa untuk berkumpul dengan kalian,opa berharap kita bisa berkumpul dalam satu keluarga yang bahagia.
Simpan dan gunakan card ini dengan baik. pin nya tanggal lahir kamu sayang.
sekali lagi maafkan opa..
Ara melipat surat itu,ada rasa haru dihatinya.
Ternyata opanya sudah tahu dari dulu dengan kehadiran dirinya.
''Pantas tadi Opa berkata seperti itu'' gumamnya.
''Alhamdulillah,, ternyata ini hari benar benar hari yang baik buat keluarga kita'' ucap maira
''Aku pamit dulu ya,mama gak usah pulang kita nginep aja dirumah Malvin ya,nanti aku balik lagi kerumah Malvin gimana? tanya maira
''Setujuuuuu'' Ara setengah berteriak dia bahagia sekali bisa kumpul bersama keluarganya..
Malvin dan Malinda berpelukan
''Perjuangan kita tak sia sia sayang '' ucap Malvin sambil memeluk malinda
''Aku jalan dulu ya,sory pertemuannya gabisa di cancel'' ucap maira sambil mencium mama Mira Ara Malvin dan malinda.
''Oma kita makan yuu,,Ara laper mah'' pinta Ara manja
''Ayo sama Oma juga udah laper''
''kita makan disini apa diluar?
tanya Ara
''Dimana aja boleh'' jawab Oma singkat.
''kita diluar aja ya Oma,gabung dengan yang lain'' ajak Ara sambil menggandeng Oma nya.
Dari kejauhan Ara melihat Rena dan Jodi masih setia duduk di kursinya.
''oma Ara temuin temen dulu ya,tadi Ara kesini diantar dia'' tunjuk Ara ke arah rena.
''iya gapapa sayang,Oma ketoilet dulu ya''
Ara menganggukan kepalanya..
''Oma lurus belok kiri ya''
''oke sayang makasi''
Ara menghampiri meja Rena
''sory lama ren,tadi ada Tante sama Oma
''gapapa kita lagi nunggu Kiki Aldo sama daniel''
''ya udah aku temenin Oma makan dulu yaa'' pamit Ara
''Tapi tar Lo gabung lagi sama kita yaa biar seruu'' pinta Rena
''siip lah'' Ara berkata sambil mengacungkan ibu jarinya.
Ara menunggu Omanya keluar dari toilet sambil menyiapkan makan siang bareng bunda
''yuk mah kita makan dulu'' ajak Malinda
''mudah mudahan mama suka masakan disini mah'' ucap Malvin sambil tersenyum
''Pasti enak nih,terlihat menggoda lidah banget'' Oma berkata sambil memasukan makanan pilihannya ke piring.
''gimana Oma,enak ga? tanya Ara
''Enak sayang,sup nya sesuai selera mama
''sup ayam jamur kesukaan Ara sam ayah oma'' Ara memberitahu
''Ara juga nanti Oma masakin,Ara mau apa aja Oma bikinin''
Mama miranti terlihat lahap memakan makanannya.
''Mama beneran ya nginep dirumah kita'' Malinda takut mertuanya gak mau nginep dirumah sederhananya.
''Iy mama masih kangen dengan kalian,tapi lusa kalian yang datang kerumah kita kasih papa kejutan okee? mama Mira bersemangat sakali.
Makan siang yang paling berkesan dan tak akan terlupakan dihati mereka.
''Oma Ara mau gabung sama teman Ara dulu ya,Oma ditemenin ayah sama bunda dulu yaa''
''Tapi makanan kamu habisin dulu sayang'' titah Oma
''pasti Oma,sayang kalau gak dihabisin'' jawab Ara
Tak lama terlihat kedatangan Kiki Aldo dan Daniel,Arapun pamit untuk gabung dengan temannya.
''Hampir lumutan gw tunggui Lo pada'' sewot Rena
''ngomong Lo,yang ada juga Lo happy banget bisa berduaan sama bebeb jodi'' Kiki menoyor kepala Rena
Sementara Rena dan Jodi tertawa cekikikan.
''Mau pada makan sekarang ga? tanya Ara
''udah kamu duduk aja Ra,lagi sakit juga bukannya istirahat'' kata Daniel sambil menarik kursi supaya Ara bisa duduk.
''Aku gapapa kak,cuma luka kecil kok
Ara memperlihatkan perban ditangannya.
Daniel memanggil salah satu pelayan
''gaes gimana kalau kita pesan yang ini saja'' tanya Kiki sambil menunjuk menu paket keluarga
''Boleh juga'' ucap Daniel dan Aldo pun setuju
''lo berdua udah abis berapa porsi? tanya Kiki
''lo pikir kita apaan,sampe harus makan terus? Rena keki mendengar pertanyaan Kiki
Sedang asik menggoda Rena dan Jodi tiba tiba Rega muncul diantara mereka.
''sory telat,baru beres nih macet lagi'' Rega berkata sambil berdiri disamping Ara
''Ay kamu beneran gapapa? tanya Rega sambil mengangkat tangan Ara melihat perban yang nemplok dilengan Ara.
''Beneran gapapa kak'' jawab Ara
Semua memperhatikan interaksi antara Rega dan ara.
Terlihat wajah tak suka dari raut wajah Daniel,,
Yang lainpun sama merasa ada yang tidak beres dengan Daniel.
''Ehhmmm,, Jodi berdehem agar Ara dan Rega sadar bahwa mereka jadi perhatian Daniel dan Kiki juga Aldo.
Ara dan Rega akhirnya sadar dengan tatapan Daniel.
__ADS_1