Menanti Restu

Menanti Restu
Gak pedas gak enak


__ADS_3

Selesai melihat lokasi buat nanti malam Ara berkeliling mencoba jajanan yang ada disana.


''Yank pengen bakso aja boleh? seperti anak kecil yang minta jajan kepada ibunya.


''boleh tapi jangan pedes pedes ya''


''okeee dehh'' jawab Ara dan merekapun menuju kedai bakso yang cukup banyak pengunjungnya.


Tanpa mereka sadari Kiki Rena ada disitu juga. Saat hendak masuk hp Ara berdering dan terlihat Kiki meminta video call.


''Raa kita lagi makan bakso sini nyusul''


''aku juga di kedai bakso tapi baru mau masuk'' jawab Ara


''Serius? udah cepetan masuk aku tungguinya'' ucap Kiki tak lama mematikan sambungan telponnya


''raaa disini '' Rena melambaikan tangannya.


''Dasarya memang soulmate pasti satu hati gabisa jauh jauh pisah bentar ngumpul lagi'' ucap Jodi sambil menarik kursi buat Rega dan Ara gabung dengan mereka.


''enak baksonya? tanya Ara


''banget raa,,cobain deh mantul dah'' Kiki menyodorkan mangkuk baksonya.


''Pedes banget itu'' ucap Rega melihat mangkuk bakso kiki.


''Enggak biasa aja ini mah,'' jawab Ara sambil menyendok bakso kecil Kiki.


Rega yang melihat Ara memakan bakso milik Kiki terlihat ngeri dengan sambal yang begitu merah.


Tapi Ara yang memakan baksonya malah terlihat sangat menikmatinya.


''Punyamu nanti jangan pedes gitu ya'' pinta Rega


''iya enggak'' jawab Ara sambil mendudukan dirinya disamping rega


''good girl'' ucap Rega


''enggak janji'' Ara berkata sambil tersenyum nakal.


Rega hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ara,tak lama pesanan baksopun datang dengan sigap Rega menyambar mangkuk sambal yang sudah di icer ara.


''boleh tapi dikit gak boleh kaya Kido'' ucap Rega. ''Gak enak kalo sambelnya dikit yang'' keluh ara sambil memasang wajah melas.


''Tapi kata bunda jangan makan pedas nanti lambung kamu bermasalah ay'' Rega mencoba mengingatkan ara.


''Kalo banyak sama sering baru suka terasa tapi kalo sekali mah gapapa'' Keukeh Ara.


''Ya udah deh terserah,tapi janji ya jangan makan pedes lagi abis ini'' pinta rega


''Siip,,janji'' ucap ara,dan Rega dengan berat hati memberikan mangkuk sambelnya.


''Udah ay,,udah dua sendok penuh itu''


''iya ini juga udah'' ucap Ara sambil mengaduk mangkuk baksonya.


Dua pasangan yang jadi penonton hanya saling pandang dan geleng geleng kepala perkara sambel doang sangat alot dan akhirnya di menangkan oleh ara.


''Maaf ganggu bentar ya pak Rega,kenapa ya nama saya jadi di ganti Kido kalo bisa tolong penjelasannya'' ucap Kiki dengan nada bicara yang formal.


''Ya kan kikinya aldo salah gitu?'' jawab Rega santai sambil makan mie ayamnya.


''yaa enggak sih'' jawab Kiki dengan nada rendah yang lain hanya tersenyum melihat ekspresi Kiki


''Berarti Rena jadi Redi dong'' ucap Ara


''Dan kamu jadi Arga dong'' Rena gak mau kalah. ''enggaknlah itukan nama cowok'' protes ara. ''curang ya gak ada protes udah arga'' Kiki ikut menguatkan rena.


''iya deh iya, perkara nama doang udah kaya anak paud aja'' Ara berkata diiringi tawa.


Rega melihat Ara sangat menikmati baksonya biarpun terlihat pedas,tak lupa mengambilkan tisu saat wajah Ara terlihat sedikit berkeringat.


''enak?? tanya Rega


''banget''


''udah lama kita gak makan pedas kaya gini ya'' Rena bersuara saat sudah menghabiskan satu mangkuk bakso.


''moga aja gak ada yang sakit perut abis ini'' Aldo bersuara sambil melap kening Kiki yang berkeringat juga.


''Makasi bebs,, aamiin semua sehat ya'' ucap Kiki pada Aldo


Beres makan baksonya semua kembali ke resort.


''Jam 7 nanti kita keluar harus udah siap ya semuanya'' ucap Rega saat hendak membuka pintu kamarnya.


''Tanggung isya dulu gimana? tawar Ara


''oke abis sholat isya kita keluar,,jangan lupa pake jaket takut cuaca dingin banget'' kembali Rega mengingatkan.

__ADS_1


''iya siip dah,,bapak yang satu ini super duper perhatian sama kita,,eeeh salah sama AYang'' bukannya Ara yang jawab malah Rena.


Rega dan Ara hanya tersenyum mendengar ucapan rena. ''masuk dulu ya'' Ara pamitan pada Rega sambil menarik tangan rena.


Semua masuk kamar masing masing,Rega langsung siap ke kamar mandi guna melaksanakan sholat magrib,disusul Aldo dan jodi.


Begitu juga dengan Ara langsung berwudhu hendak sholat magrib juga,Rena dan Kiki nyusul selanjutnya.


Ara merasakan sesuatu yang kurang enak di perutnya. ''Kii kok perutku sedikit gak enak ya'' keluh ara sambil membuka mukenanya.


''Apa raa,,gak enak perut? ada obat gak?


''gak bawa lupa''


''Sakitnya gimana? mau haid apa lambung? Rena khawatir soalnya Ara suka merasakan sakit diperut bila hendak datang bulan,dan Ara juga punya riwayat lambung yang kebetulan udah lama gak pernah kambuh.


''Sepertinya ini lambung ren,,''


''waduh,,jangan sakit ya raa''


''yeeeyy emang Ara juga pengen sakit apa? ucap Kiki sambil menepuk pipi Rena.


''udah kita sholat dulu abis itu kita cari obat buat ara'' ucap Kiki sambil memakai mukenanya.


Kiki dan rena melaksanakan sholat,Ara makin merasakan sakit dan tepalak tangan Ara mulai berkeringat dingin.


''ki,,ren,,kita ke klinik aja yaa'' pinta Ara dengan wajah yang mulai memucat menahan rasa sakit.


''Iya,,iya,,kita ke klinik aja'' ucap Kiki sambil membuka mukenanya,dan Rena malah berlari keluar entah kemana.


Tak lama Rena datang lagi dengan ke tiga cowok dari kamar sebelah.


''Aayy'' suara lembut Rega menyapa Ara,Rega duduk disamping ara lalu mengusap ujung kepala Ara.


''Yuuk kita ke klinik'' ucap Rega sambil membopong tubuh Ara,dan Ara pasrah saja dengan yang Rega lakukan,dia melingkarkan tangannya ke leher rega.


Ara menyesali perbuatannya tadi sore tak menuruti kata Rega,jika dia tidak makan pedas mungkin semua akan baik baik saja tidak direpotkan dengan acara sakit perut.


Buliran aitmata ara membasahi dada rega,dan rega sadar dengan hal itu. Rega membawa Ara kedalam mobilnya mereka duduk di jok belakang sementara Jodi duduk di depan dan rena.


Kiki dan Aldo di mobil yang satu lagi.


''Maaf ya udah bikin kalian repot'' sesal ara


''gapapa gak ada yang merasa di repotkan raa'' jawab Rena sambil melihat ke belakang dimana Ara dan Rega duduk.


Sementara Ara makin menyembunyikan wajahnya ke dada rega. Dan tangan kanan Rega terus mendekap tubuh Ara tangan yang kiri tak henti mengusap punggung Ara.


''Maaf,,'' Ara ucap kepada rega.


''maaf?? untuk apa? tanya Rega sambil menatap wajah Ara yang juga sedang menatapnya.


''Udah gak nurut,jadi repot semuanya,gagal deh acaranya gara gara aku sakit'' jawab Ara dengan penuh rasa bersalah.


''Kata siapa gagal enggak,nanti pulang dari klinik acara di lanjut tenang aja'' hibur Rega dengan tangan terus mengusap punggung ara.


Tanpa terasa mobilpun sampai di klinik. Rega kembali membopong ara,walau Ara sempat menolak karna merasa kuat untuk berjalan sendiri.


Jodi dan Rena turun duluan guna melihat kondisi klinik, kebetulan klinik sepi jadi Ara langsung ditangani.


''Mual muntah gak? tanya dokter


''Alhamdulillah enggak dok,yang sakit perut sama dada dok,,


''Iya memang asam lambung bisa menyebabkan sakit pada dada,mual muntah,mulut terasa pahit dan kadang susah menelan makanan,jangan makan coklat,pedas,asam,yang berminyak,jangan makan atau ngemil dua jam sebelum tidur'' ucap dokter.


''iya dok,,saya gak perlu disuntik ondansetron ya? tanya Ara karna biasa dia suka mendapat suntikan itu. ''Untuk sekarang enggak perlu,kalo di sertai mual muntah iya disuntik ondansetron'' jawab dokter.


''Jaga pola makan ya,,biar cepet sembuh. ini juga mas nya di ingetin istrinya biar sehat terus'' dokter itu menyangka mereka suami istri.


''Iya dok pasti'' jawab Rega dengan senyuman bahagia. ''Baru dikira suami istri aja udah seneng banget apalagi kalo jadi suami istri beneran'' gumam Rega dalam hati dan tidak menyangkal bila mereka belum suami istri.


Sementara Ara mengaminkan dalam hati semoga mereka bisa menjadi suami istri suatu hari nanti.


''Gimana boleh pulang gak? tanya Kiki begitu Rega dan Ara keluar dari ruang pemeriksaan.


''alhamdulillah boleh pulang,,ada yang bawain sendal aku gak? Ara menjawab sekaligus bertanya.


''lupa gak dibawain,tapi dimobil ada sendal aku bentar aku ambilin'' ucap Kiki tak lama kikipun berlalu hendak mengambilkan sendal untuk ara.


''Duduk dulu disini aku ambil obat'' Rega meninggalkan Ara bersama Rena,Jodi menemani Rega ngambil obat.


''jujur sama gue,Lo kesel gak? tanya Jodi sambil berjalan. ''kesel?? sama siapa? Rega bingung dengan pertanyaan Jodi.


''Ya sama ayang lo?


''Enggaklah yang ada gue takut''


''Serius gue nanya''

__ADS_1


''ya serius gue jawab enggak,,gue takut dia kenapa kenapa pertama gue bawa dia keluar trus kalo dia ada masalah gue gak enak sama keluarganya. Dah gitu loe gak tahu seberapa besar rasa yang gue miliki untuk dia'' jawab Rega dengan raut wajah dan tatapan penuh cinta untuk ara.


''Ternyata seorang Rega bisa juga merasakan bucin juga'' ucap Jodi sambil di barengi dengan tawa.


Sementara Ara berbaring dikursi tunggu dengan kepala berbantal paha rena.


''Seneng banget Lo gak sampe dirawat raa''


''iya Alhamdulillah,,mudah mudahan gak lama langsung enak perutnya''


''Besok pulang udah harus sehat ya'' tiba tiba Kiki ada disamping mereka.


''gila kaget gue udah kaya jelangkung aja neng'' ucap Rena sambil ngelus dada


''mana Aldo ki? tanya Ara


''Ada tuh'' jawab Kiki sambil nunjuk ke arah Aldo yang sedang bersama Rega dan jodi.


''Aldo sama Jodi marah ya sama aku? tanya Ara sama Rena dan kiki.


''kata siapa? Rena balik nanya


''cuek banget gak nanyain keadaan aku'' ucap Ara.


''Mereka nanyanya ke kita sama rega,mereka gak mau langsung nanya ke kamu gak enak kamu lagi sakit masa diajak ngobrol'' jawab Kiki.


''Bilangin ya sorry sama bebeb kalian,gara gara aku jadi repot'' kembali Ara merasa bersalah.


''Udah ah minta maaf mulu,dibilang gapapa juga'' ucap Kiki sambil memeluk Ara yang sudah duduk disamping rena.


''mana sendalnya ki''


''eehh iya ini'' Kiki menggeser sendal buat Ara yang dari tadi sudah tergeletak disamping kaki ara.


''Makasi banget yaa,,kalian memang is the best deh pokoknya '' ucap Ara lalu memeluk Kiki dan rena bergantian.


Tak lama tiga pria itu datang menghampiri ketiga wanita cantik itu.


''Kalian langsung ke lokasi aja,aku nanti nyusul udah ada reaksi obat yang di minum ara'' ucap rega.


''Beneran gapapa raa? tanya Jodi


''iya gapapa,udah minum obat reaksinya bagus nanti kita nyusul kesana'' jawab Ara pasti


''ya udah,,yuk jalan'' ajak rega. Dan semua beranjak dari klinik itu Ara berjalan sambil memeluk lengan Rega dan ke dua sahabatnya berjalan sambung menggenggam tangan bebebnya masing masing.


Kejadian ini langsung dilaporkan kepada opa Adiyaksa oleh bodyguard dan opa langsung melakukan video call dengan ara.


''assalamualaikum,,opa gantengnya araa''


''waalaikumsalam,,cantik kamu dimana? opa pura pura gak tahu


''Ara habis dari klinik tadi perut Ara sakit opa''


''Sakit perut kenapa?


''Ara tadi sore makan bakso kepedesan opa,,tapi sekarang udah berobat ini mau pulang lagi ke resort'' ucap Ara sambil memperlihatkan bangunan klinik tempat dia berobat.


''Ya sudah kalo ada apa apa kabarin opa,,diminum obatnya besok pulang harus udah sehat''


''iya opa,,Ara tutup dulu ya salam buat Oma cantik assalamualaikum ''


'' waalaikumsalam ''


Sambungan video call pun terputus. Rega membukakan pintu mobil dan tangannya melindungi kepala Ara takut kepentok atap mobil. Setelah Ara duduk dengan nyaman Rega menutup pintu mobil,dan berjalan menuju pintu kemudi.


''Nih minum dulu obatnya'' sambil menyodorkan air minum kemasan dan obat yang sudah terbuka dari bungkusnya.


''Makasi ya'' ucap Ara sambil meraih botol dan obat. ''Iya sama sama'' jawab Rega sambil menatap lembut wajah ara.


''Kita ke resort ya,kalo belum enakan gak usah maksain gabung sama anak anak ya, kesehatan lebih penting'' ucap rega.


''Biasa kalo udah minum obat tiduran bentar nanti juga berangsur membaik, justru gak enak kalo kita berduaan yang ketiga katanya setan'' ucap Ara sambil tersenyum.


''Iya juga sih,ya udah kita kesana juga tapi ambil jaket dulu biar gak kedinginan'' Rega berkata sambil mengemudikan mobil.


Sampai di resort hanya Rega yang keluar untuk mengambil jaket Ara, sementara Ara nunggu di mobil.


Kedatangan Ara dan Rega membuat kaget Reki dan bebeb kaget. ''Gak jadi istirahat di kamar? tanya Kiki setibanya Ara dihadapan mereka.


''Disini aja gabung sama kalian,kalo berduaan takut yang ketiga ada setan'' jawab Ara polos


''ya udah ay duduk aku coba pijat neiguan,sini tangan kamu'' ucap Rega sambil meraih dan mulai memijat pergelangan tangan ara.


''Emang kamu ngerti pijat yang? tanya Ara karna dia gak tahu kalo Rega bisa pijat.


''Sedikit,,kita coba aja yaa'' jawab Rega sambil tersenyum. ''gila loe ayang dibikin kelinci percobaan'' Rena memberikan komentar.


''Rega ngerti bebs dia pernah pijat aku waktu gak enak badan,dan hasilnya Alhamdulillah pada sakit badan hehehee'' ucap Jodi

__ADS_1


''tapi serius enak pijatan rega,coba nanti kamu rasain aja raa''


__ADS_2