
Setelah mendengar ucapan rianda,Rivaldi papa Rega terus mengingat anak sulungnya dan rega,ucapan rianda benar adanya tak seharusnya dia bersikap seperti itu terhadap rega,namun terhadap Ravindra dia belum bisa memaafkan.
''kenapa Ravindra bodoh sekali membuang seseorang yang penuh kejayaan demi perempuan yang sederhana seperti itu'' gumamnya dalam hati.
''Pah jangan duduk disini mending papa kedalam bentar lagi gelap pah'' ucap Rega yang melihat papanya duduk sendirian di teras rumah,dan suara Rega kembali menyadarkan lamunan papanya.
''iya iya papa masuk'' ucap orangtua itu dengan terbata lalu berdiri. ''kamu dari mana saja jam segini baru pulang'' ditanya seperti itu Rega agak kaget karena papanya tak pernah perduli seperti itu.
''Habis ketemu teman pah,,sambil cari suasana baru setelah beberapa hari kerja'' jawab Rega sambil berjalan di belakang papanya.
''Udah makan kamu? kembali papa bertanya
''tadi siang udah makan dirumah teman,papa udah makan? kali ini Rega yang bertanya.
''Nanti malam kita makan diluar bisa? tanya papa sambil menghentikan langkah kakinya dan berbalik kebelakang menatap wajah rega.
''Bisa pah,,apa dengan rekan kerja?
''Enggak cuma kita berdua aja,tapi pake baju yang rapi ya takutnya nanti bertemu klien kita'' pesan papa.
''iya pah,,kalo gitu Rega bersih bersih dulu pah'' ucap Rega penuh semangat.
''iya,,dandan yang ganteng ya'' ucapan papanya penuh dengan perhatian dengan nada bicara yang tak pernah Rega dengar sebelumnya.
''iya pah pasti'' jawab Rega dengan senyuman termanisnya. ''apakah ini awal dari kebahagiaan ku'' gumam Rega dalam hati.
Setelah sedikit terdiam Rega kembali tersadar dan kembali melangkah menuju kamarnya. Selesai mandi dan ganti baju Rega berniat mencari papanya.
''Pahh,,papa'' panggil Rega di depan pintu kamar orangtuanya.
''masuk pintunya gak dikunci'' terdengar suara mama dari dalam kamar. Rega perlahan membuka pintu kamar ''mah,,papa mana? tanya Rega terhadap mamanya yang lagi siapkan baju untuk suaminya yaitu papanya rega.
''belum keluar dari kamar mandi,,mau kemana udah rapi gitu? tanya mama saat melihat penampilan Rega yang sangat tampan,dan tidak seperti biasanya yang dipake Rega branded semua.
''Papa gak bilang gitu sama mama? tanya Rega. ''Enggak cuma minta disiapin baju mau keluar makan malam katanya'' jawab mama sambil terus memilih beberapa kemeja.
''Aku sama papa mau makan diluar tadi papa ngajakin aku mah'' ucap Rega penuh dengan rona bahagia. Mendengar ucapan Rega mama kaget dia tidak menyangka suaminya mau keluar berdua dengan Rega.
''ohh yaa,,'' hanya itu yang terdengar oleh Rega Mungkin mama terlalu bahagia hingga tak mampu berkata kata.
''Udah siap kamu ga? suara papanya membuyarkan lamunan mama rega. ''Udah pah tinggal ngambil jas aja dikamar'' ucap Rega. ''Gapapa gitu aja gak usah pake jas,mah baju papa mana?
''Ini gimana,cocok warnanya sama yang Rega pake'' ucap mama sambil memberikan satu kemeja dengan warna yang hampir sama seperti Rega.
''iya gapapa'' Jawab papanya sambil meraih baju itu. ''Rega tunggu dibawah ya pah'' Rega berkata sambil membalikan badannya berlalu dari kamar orangtuanya,kamar yang sudah bertahun tahun tak pernah Rega sambangi.
''Kalian mau pergi berdua? tanya mama sambil ikut merapikan baju suaminya.
''Iya aku mengajak dia makan di luar,kalo mau gabung ganti bajumu'' titah papa.
Dengan senyum sumringah mama langsung bersiap,dia sudah lama menantikan saat seperti ini. ''Tunggu ya pah,gak lama ko'' pinta mama Rega sambil meraih baju dalam lemari sudah pasti dengan warna yang serasi dengan suami dan anaknya.
Rega menunggu dengan sabar sambil chatting dengan ayang tentunya. ''Tunggu sebentar mama belum beres'' ucap papanya sambil duduk di samping rega.
''Iya pah,gak masalah'' ucap Rega sambil memasukan hp kedalam tas tangan kecil miliknya.
Tak berapa lama mama turun dengan dandanan yang simpel namun terlihat sangat elegan walau sudah tak muda lagi namun kecantikannya tak memudar.
''Ayo,,mama udah siap'' ajak mama saat berada diantara dua lelaki kesayangannya.
''Mama cantik banget'' puji Rega dengan setulus hatinya.
''Kemarin mama gak cantik ya? tanya mama
''Cantik tapi malam ini terlihat beda'' ucap suaminya yang dengan tatapan penuh cinta.
Mama terharu sekali dengan tatapan dan ucapan itu,sudah sangat lama rumah tangga mereka tak lagi harmonis tapi malam ini suaminya terasa berbeda sekali.
''Semoga suamiku kembali seperti semula penuh dengan cinta kasih'' Do'a mama Rega dalam hati. '' Ya sudah kita jalan'' ajak Rega
__ADS_1
''Pake mobil papa aja ga,nih kuncinya'' papa berkata sambil memberikan kunci mobil.
Dengan rasa bahagia Rega meraih kunci itu Terakhir kali Rega satu mobil dengan papanya waktu SMP Rega sendiri hampir lupa.
Rega dan papanya duduk berdampingan di depan,mama dibelakang seorang diri.
''kita kemana pah? tanya Rega saat sudah duduk di dalam mobil.
''Kita ke Restoran dekat kantor aja gimana? tanya papanya. ''Gimana mah setuju gak? Rega bertanya dengan mamanya. ''Dimana aja oke asal bareng kalian'' jawab mama.
Rega perlahan mengemudikan mobil milik papanya,dalam perjalanan mereka sibuk dengan pikirannya masing masing dan Rega fokus kejalan raya.
Sesampainya di restoran mereka memilih private room.
''Kalian mau makan apa? tanya mama saat pelayan membawa menu makanan.
''Mama pasti tahu kesukaan kita'' ucap Rega menyerahkan pilihan makan malamnya kepada mama.
Selesai memilih menu dan pelayan berlalu,tinggallah mereka bertiga.
''Ga,,proyek bisa di bilang udah beres apa kamu mau rutin lagi ke kampus? tanya papa
''Pengennya seperti itu,tapi kalo ada kerjaan lagi gapapa masih bisa di handle tugas kampus'' jawab Rega.
''Kalo memang masih aman di kampus,kamu pelajari lagi apa yang belum kamu kuasai di kantor, belajar sama abangmu'' ucap Rivaldi dengan wajah dan nada bicara yang enak dilihat enak di dengar.
''Papa tahu kamu bisa tapi apa salahnya jika terus mencari ilmu,biar bertambah pengetahuan dan nambah pengalaman'' lanjut papanya berbicara.
''iya pah,,Rega mengerti'' jawab Rega tegas tak dapat di pungkiri bahagianya hati Rega saat ini dia bisa ngobrol panjang lebar tanpa ada tatapan sinis atau ucapan yang menyakitkan.
''Semoga ini awal dari rasa sayangnya papa untukku'' Rega berbicara dalam hati untuk dirinya sendiri.
Tak lama pelayan datang membawa pesanan ''Sekarang kita makan dulu,ngobrolnya nanti disambung lagi'' ucap mama sambil Menatap suami dan anaknya bergantian.
Tanpa menunggu lama merekapun makan bersama tanpa ada yang bersuara,semua makan dengan tenang.
Rega paling duluan beres makannya.
Mama dan papanya hanya menganggukkan kepalanya,kemudian Rega berlalu menuju toilet.
Di depan toilet tanpa sengaja Rega bertemu dengan Opa Adiyaksa.
''Opa,,ada disini juga? tanya Rega sedikit kaget. ''iya opa lagi ada janji sama klien'' jawab opa yang sedikit kaget juga bisa bertemu dengan Rega di sini. ''kamu juga ada janji? gantian opa yang bertanya.
''Diajak makan sama atasan opa'' jawab Rega terbata dia bingung karna kalo sekarang bilang dia bersama orangtuanya Rega belum siap,dia akan jujur dengan keluarga Ara nanti bila semuanya telah membaik hubungan dirinya dengan papanya.
''Opa masih lama disini? tanya Rega
''Opa dari tadi disini sekarang mau pulang'' jawab opa padahal dia belum apa apa sengaja dia ingin Rega tenang karna terlihat Rega sedikit gugup,dan Adiyaksa ingin tahu sebenarnya Rega dengan siapa disini.
''Opa pulang dulu ya'' sambil menepuk bahu Rega opa berkata. ''Iya opa hati hati'' ucap Rega dan dia menuju kamar toilet setelah opa berlalu dari hadapannya.
Adiyaksa menelpon seseorang begitu dia berada di dalam room tak lama seseorang datang dengan membawa sesuatu.
Opa terlihat begitu puas seseorang memperlihatkan video cctv kedatangan Rega dengan orang tuanya,ternyata selama ini benar dugaannya jika Rega anak dari pemilik Sadewa group,orang suruhannya merasa ragu jika Rega anak dari Rivaldi Sadewa.
''Benar dugaanku selama ini Rega memang anak dari sadewa,aku makin bangga dengan kamu anak muda itu punya orangtua kaya-raya tapi kamu mampu menyembunyikan identitasmu'' gumam Adiyaksa.
''Kabari aku setelah mereka keluar'' ucap opa tak lama pria itupun berlalu dari room opa,berganti yang datang rekan kerja opa.
Dan opa langsung menyapa rekan kerjanya dengan ramah dan hangat,tanpa menunggu lama mereka berbincang tentang perusahaan yang akan bekerjasama.
Sementara Rega yang sudah kembali dari toilet,melihat mama dan papanya sedang tertawa bersama entah apa yang mereka tertawakan Rega tak tahu,namun melihat itu hati Rega sangat bahagia sekali.
''Ga besok ke kantor bareng papa aja,tapi sedikit lebih pagi ya'' ucap papa
''iya pah,,mama bangunin Rega aja nanti takut kesiangan'' jawab Rega
''Sebentar lagi acara ulang tahun perusahaan,besok siang kita rapat sama abangmu di kantor'' papa memberitahu Rega.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya papa membawa Rega dalam urusan perusahaan, sebelumnya tidak pernah membawa Rega dalam acara sebesar itu.
''Iya pah,,Abang udah tahu besok papa mau ajak rapat ulang tahun perusahaan? tanya rega.
''Belum nanti sambil makan siang kita obrolin kalo sudah bicara dengan abangmu baru kita cari orang yang bisa dipercaya untuk mengurus semuanya'' jawab papanya.
''iya pah'' jawab Rega
''Papa mau tanya sesuatu tapi kamu jawab dengan jujur'' kali ini rona wajahnya sedikit berubah serius.
''Tanya saja nanti Rega jawab''
''Apakabarnya abangmu Ravindra? pertanyaan yang membuat Rega kaget.
''Sudah lama Abang tak menghubungi aku pah'' jawab rega.
''kapan terakhir kamu ada komunikasi?
''ada sekitar satu tahun yang lalu,Abang suka hubungin aku tapi bila aku yang hubungi Abang selalu gak bisa'' Rega memberitahu
Sementara mama hanya menjadi pendengar dengan wajah yang berubah jadi sendu.
''Berada dimana dia? kali ini mama yang bertanya. ''Yang aku tahu Abang tinggal di Sydney Australia dia sudah mempunyai dua anak yang besar laki laki yang kecil perempuan''
Ekspresi papanya datar dan hanya diam mendengar perkataan rega,beda dengan mamanya yang terlihat sangat terharu mendengar dia sudah mempunyai cucu.
''Seandainya mereka ada disini mama ingin sekali memeluk cucu mama'' ucap mama pelan namun masih dapat terdengar jelas.
''Sayangnya Abang tidak memberitahu persisnya dimana dia tinggal'' jawab Rega
''Apa dia hidup dengan layak disana? kembali mama bertanya.
''Lebih dari kata layak mah,Abang mengurus perusahaan mertuanya dia menikah dengan anak tunggal dari pemilik perusahaan properti disana'' Rega menjelaskan dan cukup membuat shock papanya.
''Jadi abangmu ganti perempuan lagi? tanyanya kepada rega. ''Tidak pah,masih kak Riana dia memang menyembunyikan identitasnya dan saat tinggal disini kak Riana sedang disembunyikan oleh keluarganya karna disana sedang ada sedikit masalah dalam keluarga dan perusahaan jadi mereka takut kak Riana yang jadi sasaran'' Rega kembali bercerita
''Abang disana sudah sukses dan Abang pernah bilang suatu hari nanti akan pulang ke sini bersama keluarganya'' Perkataan rega kali ini cukup membuat mamanya berbinar bahagia.
''Semoga dalam waktu dekat dia pulang mama rindu sekali'' kembali mama berbicara sambil menyeka airmatanya.
''Darimana kamu tahu mertua abangmu punya perusahaan? sepertinya tuan Sadewa ragu dengan ucapan rega.
''Abang sendiri yang bilang,awalnya Abang juga gak percaya tapi memang nyata kak Riana anak dari pemilik perusahaan properti kalo gak salah nama perusahaannya,Crown Group di Sydney Australia''
Mendengar ucapan Rega papanya cukup shock karna tak menyangka jika anaknya tak salah pilih malah dia yang telah bersalah.
''Jika abangmu kembali menghubungimu katakan papa memintanya pulang'' ucap papa dengan nada yang sedikit lemah.
''Coba cari tahu lewat orang kepercayaan papa,mungkin bisa dilacak gak perlu nunggu mereka datang kita aja yang mendatangi mereka pah,mama kangen sekali'' mama berkata dengan derai airmata yang tak bisa di bendung lagi.
''mama yang sabar nanti kita cari solusinya sama sama, jangan sampai kita salah langkah kita gak tau mereka mengharapkan kita datang atau tidak jangan sampai kita datang tapi mereka malah menolak kedatangan kita mah'' ucap rega sambil menggenggam jari jari tangan mamanya.
''Mama sudah rindu sekali berkumpul dengan semua anak menantu dan cucu mama'' keluh mama sambil mengusap airmatanya.
Terbesit rasa bersalah di hati papa Rega dia telah menjauhkan istrinya dengan anak mereka.
''Sudah jangan menangis disini nanti dikira kita ada apa apa'' ucap papa Rega sambil mengusap punggung istrinya.
''iya mau gak enak kalo ada orang yang lihat kita'' Rega setuju dengan ucapan papanya.
''Secepatnya aku akan cari dimana keberadaan Ravindra'' ucap papa sambil terus mengusap punggung mama.
Melihat adegan itu kembali hati Rega dihinggapi rasa bahagia karna papanya sudah bisa bersikap lembut dan perhatian seperti dulu,Rega terus berharap semoga papanya tak berubah dingin lagi terhadap mamanya dan dirinya serta mau mencari keberadaan anak sulungnya Ravindra.
Setelah mama tenang mereka memutuskan untuk pulang,kali ini papa berjalan sambil menggenggam tangan istrinya.
''Ga papa duduk dibelakang sama mamamu boleh'' tanya papa rega. ''ya gapapa emang kenapa kalo papa duduk di belakang'' jawab Rega santai.
''Nanti kamu dikira supir kami'' ucap papa
__ADS_1
''Gak Masalah biarin orang mau berpikiran apa aja terserah mereka, yang penting aku bahagia'' jawab Rega tegas.