
Ara barusaja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah,dia hendak mengeringkan rambutnya dengan hair dryer dia mendengar panggilan di handphone miliknya.
''siapa ya pagi pagi dah nelpon? gumamnya tanpa memperdulikan hp nya
Sementara hp masih terus bersuara entah untuk yang keberapa kalinya.
Ara terus mempersiapkan diri dan merapikan tas yang hendak dibawanya ke kampus.
Tak lama terdengar suara bunda dibalik pintu.
''raa,,bunda masuk ya''
''iya bun,,masuk aja'' jawab Ara
''Kirain belum siap,,nih ada telpon buat ara'' ucap bunda sambil memberikan hp miliknya,lalu meninggalkan kamar ara
''iyaaa halo'' Ara membuka percakapan tanpa melihat siapa yang menelpon
''pagi sayaaanggg,,kesiangan yaa? ucap Rega dengan nada genit
''kak'ega,,kok nelpon ara ke hp nya bunda? tanya Ara dengan panggilan barunya buat Rega
''abis nelpon kamu gak diangkat angkat ya udah kak'ega nelpon nya ke bunda aja'' jawab Rega santai
''Ada apa kak? tanya Ara
''kak'ega cuma tanya Ay kamu kesiangan yaa? kembali Rega berucap genit
''sotooyyy,,Ara udah siap ini udah mau jalan'' jawab Ara
''Yaahh berarti cuma kak'ega dong yang gabisa tidur mikirin kamu ay'' ucap Rega dengan nada sedih
''udah ah,,pagi pagi ngebahas kaya gini Ara mau sarapan dulu,mau ngampus,kakak juga sarapan dulu biar sehat,semangat buat magang nya biar gak ngecawain atasan okee'' ucap Ara penuh semangat
''Siap komandan laksanakan,,hati hati ya ay kalo sempat nanti kak'ega jemput assalamualaikum cinta'' ucap Rega
''waalikumsalam'' jawab Ara dan sambungan pun terputus.
Tak dapat dipungkiri hati Ara dan Rega sedang berbunga bunga,keduanya baru merasakan rasa yang sama.
Ara kedapur mencari bunda untuk memberikan hp milik bunda nya,,
''bun,,nih hp nya makasi yaa'' ucap Ara sambil mencium bundanya yang lagi masukin bekal buat ara'' kedalam box makanan
''Iyaa,,sama sama kalian lagi berantem? tanya bunda sambil menatap Ara curiga
''enggak,,cuma tadi Ara lagi ngeringin rambut males tunda tunda ya udah gak Ara angkat aja'' jawab Ara cengengesan
''ya udah,,ini buat makan siangnya,dan ini buat sarapannya'' bunda menyodorkan bekal dan piring berisikan roti bakar keju.
Arapun menarik kursi buat dia duduk
''Ayah mana bun? Ayah tadi pagian dikit udah jalan kerumah opa,Tante maira tadi nelpon minta ayah kesana''
Ara manggut manggut mendengar ucapan bundanya.
''bunda hari ini mau kemana? tanya Ara
''bunda mau ke kafe'' jawab bunda sambil mengunyah sarapan pagi nya.
Beres sarapan arapun bersiap menuju kampus dengan motor matic kesayangannya.
Seperti biasanya Ara selalu datang lebih awal daripada Kiki dan rena
Tak berapa lama muncul juga Kiki dan reni dengan wajah ceria seperti biasanya.
''langsung masuk yuu'' ajak Kiki penuh semangat
''tumben banget semangat 45 biasa juga ogah ogahah'' celetuk Ara
''iyaaa,,tumben sarapan apa?? tanya rena
''Udah gak sabar pengen nunggu pajak jadian'' jawab Kiki ngasal
''jadian??
''emang siapa yang jadian? tanya Rena kebingungan
''Ada deh,,tenang aja pokoknya nanti siang bakalan ada yang ngajak kita makan sambil Nongki dikafe'' ucap Kiki sambil menarik turunkan alisnya.
''Apaan sih Kii,,siapa yang jadian'' jawab Ara gugup
''Gak usah gugup gitu keleesss,,pokonya gak mau tau nanti keluar kampus kita tunggu pajak jadiannya'' jawab Kiki keukeuh
''Alaaahhh bilang aja loe mau makan gratis,pake ada acara pajak jadian segala'' Rena berkata sambil memukul Kiki dengan buku yang dia genggam.
'heheee'' kikipun tertawa
Ara sudah cukup kaget bila Kiki sudah tau dia dan Rega jadian,ternyata Kiki belum mengetahuinya,itu cuma kebetulan namun cukup membuat jantung Ara kewalahan.
Ara belum siap bila sahabatnya mengetahui hubungan baru dia dan rega.
Sementara itu Rega dan rianda sedang berdiskusi dengan serius tentang tender yang hasilnya akan mereka ketahui sebentar lagi.
''Hari ini penentuan antara hidup dan matiku di kartu keluarga bang'' ucap Rega
''Jangan khawatir Abang yakin kamu berhasil dengan tender ini'' jawab rianda tegas
__ADS_1
Tok,,tok,,tok,, pintu ruangan rianda ada yang mengetuk tak lama terlihat pak Arief.
''Pak Rega sebaiknya kita berangkat sebaiknya biar ga kejebak macet'' ucap pak Arief
''iya pak,,
''Aku jalan dulu ya bang'' ucap Rega sambil berdiri dan perlahan meninggalkan ruangan kakaknya.
''Ya Alloh,,berikan yang terbaik untuk adik hamba'' pinta rianda dalam hati.
Rega dan pak Arief berjalan beriringan,dan Rega menyempatkan untuk berkirim chat dengan ara.
''Ay,,do'ain ya semua berjalan lancar dan sukses segala urusan kak'ega'' tertulis di aplikasi chat
''iyaa kak,,semoga semua dimudahkan'' balas Ara.
Rega melihat jam yang melingkar ditangannya,dia curiga Ara gak masuk kelas karna jam belajar masih bisa berkirim chat.
Untuk menghilangkan rasa curiganya Rega berinisiatif untuk menelpon Ara,tak lama tersambung dengan Ara.
''Iya kak''
''Ay,,kamu gak masuk?? tanya Rega
''lagi jam kosong kak,,dosennya ngedadak ada urusan tunggu jam berikutnya'' jawab ara
''oohh,,ya udah kakak jalan dulu yaa doa'in sukses buat masa depan kita'' ucap Rega penuh semangat
''iyaa pasti Ara bantu do'a,,semangat'' jawab Ara.
Sambungan pun terputus.
''Siapa raa,,oppa yaa? selidik Rena
''bukan siapa siapa'' jawab Ara santai
''Jadi kepoo nih'' Kiki ikutan nimbrung
''Kalian ini selalu begitu kenapa sih? tanya Ara
''kali aja kalian udah jadian dibelakang kita'' kembali Kiki menebak dan memang benar,namun Ara masih butuh waktu buat cerita.
''kalian siapa ki'' tanya Rena
''yaa siapa lagi Ara sama Rega renaaaa'' jawab Kiki
''Mentang mentang aku jomblo jadi kalian gampang banget mencurigai'' jawab Ara dengan nada sedikit marah,,padahal Ara sangat takut ketahuan,dengan cara itulah dia bisa berkata untuk saat ini.
''Sorry deh kalo kita keppo'' jawab Kiki cengengesan
''pokoknya tenang aja nanti kalo udah jadian sama siapa aja, proklamasi pasti ada buat kalian okeee'' ucap Ara tegas
Semua tertawa bersama
Dan dirumah besar Adiyaksa sedang ada obrolan serius antara Adiyaksa dengan Malvin.
''Vin,,papa mohon cobalah untuk masuk ke perusahaan,,selain kamu papa gak ada penerus papa yakin kamu bisa vin''
''Saya takut gak bisa dan mengecewakan papa'' jawab malvin.
''Diawal maira akan bantu kamu,dan papa dengan senang hati akan turut membantu jika kamu butuh pendapat papa'' ucap Adiyaksa tegas
''Usaha kafe kamu sudah cukup membuktikan kalo kamu bisa berbisnis,papa tau sepak terjang kamu Vin,papa yakin kamu bisa dan kedepan Arapun akan masuk ke perusahaan'' tak henti Adiyaksa meminta kepada Malvin.
''Iya Vin,,maira kelak berumahtangga tak mungkin dia selamanya mengurus perusahaan,kasian dia Vin'' mama turut bersuara.
''Iyaa mah,,pah,,mohon tunggu sebentar Malvin harus berfikir dan meminta pendapat Malinda dan ara'' ucap malvin.
''Hari ini antar papa ke kantor kamu bisa kan? tanya papa
''untuk apa pah? Malvin penuh curiga
''pak Amir gak masuk kurang sehat,gimana mau tidak?
''Hanya antar papa kan? tanya Malvin
''iya hanya temani papa aja'' ucap Adiyaksa
''Ya sudah Malvin temani papa ke kantor'' jawab malvin,dan Adiyaksa merasa gembira dengan hal ini.
''papa gak malukan kalo Malvin gak ganti baju dulu'' tanya Malvin dia ingin tau apakah masih ada kesombongan dan gengsi dihati papanya.
''Terserah kamu,mau pake baju apapun kamu tetap anak papa'' jawab Adiyaksa tegas
Dan jawaban itu cukup membuat Malvin terharu.
Ayah dan anak akhirnya berjalan bersama,dan itu yang mereka rindukan dari dulu,mama Miranda tersenyum bahagia melihat itu,dia berinisiatif untuk masak berharap malam ini mereka akan makan bersama.
Lain hal dengan Rega,dia tengah dilanda ketegangan yang cukup membuat nya sedikit gugup.
Acara pengumuman tender akan segera di mulai.
''Selamat siang semuanya,hari ini keputusan akhir dari tender yang bapak bapak sekalian ikuti'' ucap CEO Elianez group
''hasil akhir perusahaan mana yang memenangkan tender ini sudah perusahaan kami dapatkan,dan mohon maaf untuk yang belum bisa bekerja sama sekarang kami harap kedepannya kita bisa bekerja sama''
''Dan saya ucapkan selamat kepada perusahaan yang mendapatkan tender ini,mohon kerjasama dengan sebaik mungkin agar perusahaan kita bisa terus bekerjasama dan tidak saling mengecewakan''
__ADS_1
''selamat kepada perusahaan DPC,atau ''Dewantara perkasa company atas keberhasilannya bekerjasama dengan perusahaan kami elianez group'' ucap CEO elianez cukup mengejutkan bagi Rega
Semua yang ada di ruangan itu berdiri dari duduknya sambil bertepuk tangan dengan menatap bangga terhadap Rega.
''Selamat anak muda,pantas pak Rivaldi menyembunyikan anak bungsunya ternyata sekali tampil langsung memukau'' ucap CEO dari perusahaan Sinar pelangi
''Iya pak Rivaldi benar benar membuat kejutan kemunculan anak bungsunya cukup menambah persaingan dunia bisnis'' ucap CEO lainya.
Semua tersenyum menatap Rega,hanya CEO perusahaan DPC yang tak hadir rianda sengaja tak datang karna dia sudah tahu bahwa Rega yang memenangkan tender ini,rianda di telpon secara pribadi oleh CEO elianez sebelumnya.
Rianda takut jika dia terbawa emosi dan menjadi melow nantinya,, keberhasilan Rega sudah cukup kuat untuk membuktikan bahwa Rega bisa membuat bangga keluarga.
''Terima kasih atas kepercayaan elianez group,,dan terima kasih atas sambutan baik dari para senior mohon tambahan ilmunya dan bimbingannya dari senior semua'' ucap Rega sambil sedikit membungkukkan badan nya.
Semua berjalan lancar,,Rega tersenyum puas dan rasa bahagia yang berlipat lipat dia berhasil mendapatkan hati mutiara ayu plus mendapatkan tender juga.
Dimana keberhasilan tender itu akan menentukan hubungan dia dengan sang papa bisa berjalan baik atau tidak.
Bagi Rega di terima dengan baik oleh sang papa tak begitu diharapkan,karna takut membuatnya kecewa,dia sudah terbiasa dengan pengasingan jadi sudah tidak jadi masalah baginya untuk tetap tak terlihat oleh sang papa.
''Selamat ya pak atas keberhasilan bapak mendapatkan tender ini,,semoga bisa menambah kesuksesan yang lebih lagi dengan bergabungnya pak Rega di perusahaan'' ucap pak arief sambil berjabata tangan
''Terimakasih pak Arief,mohon bantuan dan bimbingan bapak'' ucap Rega
Dalam perjalanan pulang Rega mencoba menghubungi Ara untuk memberitahukan keberhasilannya. namun no yang dihubungi tak kunjung menerima panggilannya,
''Mungkin Ara masih didalam kelas'' gumam Rega,,saat hendak memasukan handphone tiba tiba berbunyi dan Tertera nama ''bunda ara''.
''assalamualaikum,,iya bun'' Rega menerima panggilan
''maaf bunda ganggu,,Rega lagi dikampus gak? tanya bunda Malinda
''kebetulan Rega lagi gak di kampus Bun ada apa? tanya Rega
''motor yang dirumah gak bisa nyala bunda mau minta tolong diliatin kenapa itu?
''gak hari ini juga gapapa,sesempatnya Rega aja'' terang bunda
''oohh iya Bun,nanti Rega kesana maaf kalo hari ini Rega gak datang paling besok bun'' jawab Rega.
''iya gapapa,,makasi ya nak rega'' ucap bunda Ara
''iya Bun sama sama'' jawab Rega dan sambungan telponpun terputus.
Rega memasukan kembali HP'nya kedalam saku celana.
''Pak rianda pasti sangat bangga dengan kesuksesan pak rega'' ucap pak Arief saat memasuki mobil
''Mudah mudahan pak'' jawab Rega dengan tersenyum
Tanpa terasa sudah sampai dikantor kembali Rega menatap gedung yang menjulang tinggi itu.
''Apa aku akan menjadi bagian dari gedung ini? gumamnya dalam hati.
Dengan hati yang berbunga bunga Rega melangkah menuju ruangan CEO sekaligus abangnya rianda.
Tok,,Tok,,tok,,
Rega mengetuk pintu ruangan rianda
Rianda langsung membuka pintu karna dia yakin itu pasti Rega.
Dibukanya pintu,dan benar saja Rega langsung memeluk rianda..
'' Selamat ya boy'' ucap rianda dengan mata berkaca kaca..
''Makasi ya bang,,udah mau bantu aku membuktikan sama papa kalo aku bisa'' ucap Rega sambil terbata bata.
Rega tampak perkasa di luar dan dihadapan papanya namun di hadapan mama dan abangnya dia seperti bayi yang butuh perhatian dan kasih sayang.
''Selamat bergabung ya boy,,buktikan pada dunia kamu bisa'' ucap rianda sambil melepaskan pelukannya.
''Jangan pernah memperlihatkan airmata seperti ini dihadapan orang lain'' ucap rianda sambil menghapus airmata adiknya.
''Mama jangan di kasih tau bang,biar nanti aku yang nelpon'' pinta Rega
''iya,,terserah kamu sekarang Abang minta kamu focus di proyek ini, bengkel untuk sementara biar Bili yang kelola''
''Iya bang,,pembangunan dimulai tiga bulan kedepan tapi dari sekarang harus sudah matang semuanya,dan akupun sudah ada kerjasama dengan semua pihak yang terkait di bidang ini'' terang Rega
''Iya bagus,,kerjakan dengan sungguh sungguh dan bila perlu pakai semua pasilitas perusahaan,untuk mempermudah segalanya''
''iya bang,,semoga tidak mengecewakan'' jawab Rega.
Tak lama hp Rega bersuara dan itu panggilan dari mutiara ayu.
''assalamualaikum,,ay'' sapa Rega membuka percakapan.
''waalaikumsalam,,Ara baru keluar kampus kak''
''Kamu masih ada kelas gak?
''ada satu lagi kak,emangnya kenapa?
''Nanti kakak jemput ya,motor biar nanti di ambil Bili,sekalian Bili liatin motor yang drumah kamu tadi bunda nelpon motor yang dirumah mati'' terang Rega panjang lebar
''iyaa kak,,nanti ketemu di parkiran aja'' ucap Ara
__ADS_1
''ya udah,, assalamualaikum '' Rega mengucap salam
''waalaikumsalam'' jawab Ara sambil menutup telponnya.